Cerita Sex Vani Teriak Seks Keenakan dan Lemas

Sexsex puas  – Sejak Pertemuanku Dengan Vani di Kereta Api | Aku kebetulan ada tugas di Jakarta, berangkat tanggal 1 Februari 2001. Aku pergi ke sana naik kereta eksekutif. Ah enaknya udara AC di kereta, begitu duduk aku langsung ngantuk. Tapi tidak disangka di sampingku ternyata duduk seorang cewek yang bukan main cantiknya.


Cerita Sex Vani Teriak Seks Keenakan dan Lemas



“Selamat siang Mbak?” kataku basa-basi.
“Siang Mas,” jawab si cewek.Setelah meletakkan tas di rak atas kepala, aku pun duduk di samping si cantik itu. Biar lebih detail aku perinci penampilan si cewek ini. Wajah mirip Tia Ivanka dan bodinya mirip Nafa Urbach, kulit putih hidung mancung, alis mata tebal (bukan buatan lho), bibir sensual, dagu indah, leher jenjang. Terus ukuran dadanya, aku belum kelihatan karena dia memakai blazer warna hitam.

Agen Judi Online - Sambil menghabiskan waktu di perjalanan, aku baca majalah favoritku, majalah bola Liga Italia. Emang sih aku ini termasuk maniak bola. Eh rupanya majalahku ini pembawa keberuntungan, karena si cewek cantik itu ternyata tertarik dengan bacaanku ini.

“Mas, seneng bola ya?” tanya si cantik.
“Iya Mbak, kok tanyanya gitu, apa Mbak juga seneng olahraga bola,” tanyaku juga.

Dan ternyata memang dia senang bola jadi kami ngobrol banyak tentang bola.

“Mas kerja apa di Jakarta?” tanya si cantik.
“Saya kerja di kantor pengacara,” kataku.

Pembicaraan kami semakin jauh dan dia menawarkan untuk janjian pergi hari Sabtu malam Minggu di Jakarta. Nah ini dia deh, aku langsung saja tangkap peluang untuk tahu lebih jauh tentang si cantik ini.

Malam itu ternyata kereta yang kunaiki baru sekitar jam 7:00 malam kurang tiba di Jakarta.

“Mas pulangnya naik apa, kalo nggak dijemput ikut saya aja,” kata si cantik itu.
“Saya belum tau deh naik apa, ya naik taksi aja kan banyak,” kataku.
“Udah ikut aja saya, nanti biar diantar supir saya,” desak si cantik lagi.

Akhirnya aku dari Gambir naik mobil si cantik. Setelah sampai di ujung gang aku minta turun di situ.

“Oke ya sampai ketemu, besok saya akan telepon kamu,” kataku pada si cantik.
“Malam Mas, sampai besok ya,” balasnya.

Paginya aku harus bangun pagi-pagi karena mau pergi ke kantor atasanku. Nah setelah selesai meeting di kantor, aku langsung telepon cewek cantik kemarin.

“Hallo, bisa bicara dengan Vani,” kataku.
“Dari siapa ini,” tanya sebuah suara wanita.
“Ini dari Sony, teman Vani dari Malang,” kata aku supaya si Vani tidak lupa.
“Hi Mas, apa kabar, dan gimana acara kami malam ini,” jawab Vani.
“Saya sih udah siap jemput kamu sekarang,” kataku.
“Ya langsung aja Mas kalau gitu.”

Aku langsung meluncur ke rumah Vani. Gila benar, ternyata rumah si Vani ini besar dan mobilnya selusin.

“Wah kamu malam ini beda sekali ya, kelihatan lebih sederhana tapi tetep wah..” kataku sambil jelalatan melihat badannya yang ternyata wah wah wah.
“Ah Mas Sony bisa saja, saya kan emang begini ini,” kata Vani merendah.
“Gini-gini juga bikin pusing saya nih,” kataku menggoda.

Eh ternyata si cantik itu mencubit lenganku.

“Mas Sony juga paling bisa deh, kemarin katanya karyawan biasa, kok mobilnya Mercy yang baru.”
“Oh itu, itu mobil dinas kok?” kataku.
“Ah Mas ini bisa aja, masak mobil dinas Mercy baru sih..” katanya sambil mencubitku.

Malam itu kami ke restoran mewah. Selesai makan kami ke pub.

“Mas, kalo Vani minum banyak, nggak pa-pa kan?” tanya si cantik.
“Untuk kesehatan sih jangan, tapi kalau sekali-sekali terserah kamu, masak saya melarang, nanti kamu bilang emangnya elu siapa.”
“Nggak maksudnya Mas Sony nggak pa-pa ngeliat Vani minum banyak.”
“Oh itu sih oke, saya ini nggak banyak ngatur dan ‘possesive’ ke cewek, yang penting jangan reseh ya!” kataku ke Vani sambil kupegang dan belai kepalanya.
“Kalo gitu kita minum aja Tequila,” teriak Vani.
“Aduh ampun deh, kalo minum itu, nanti kalau saya juga teler siapa yang anter,” tanyaku.
“Ya kita nggak usah pulang, kita nginep aja di hotel sebelah.”
“Hah, kamu serius nih..”
“Iya bener, kenapa sih, kok kamu belum ngerti juga kalo saya dari kemarin di kereta udah memperhatikan kamu,” kata Vani sambil menggalayut ke badanku.

Uh mati deh aku, disosor sama cewek cantik yang umurnya cukup jauh di bawahku.

“Ya kalo kamu bilang gitu saya ikut aja, tapi kamu nggak nyesel dan emang sadar kan ambil keputusan ini,” kataku sekali lagi untuk meyakinkan diriku sendiri.
“Yes darling, I’ve decided and never regret,” kata Vani sambil memelukku dengan sebelah tangannya.

Bandar Judi Online Terpercaya - Dan malam itu aku minum mungkin sekitar 12 gelas kecil Tequila, dan Vani menenggak tidak kurang dari 6 gelas. Kami berdua sudah mulai tinggi karena kebanyakan minum.

“Vi, pulang aja ya, mumpung saya masih bisa nyetir.”
“Iya deh pulang aja, biar bisa lamaan berduaan sama Mas Sony,” jawab Vani manja.

Di mobil Vani sudah tidak bisa menahan diri lagi.

“Mas, Vani nggak tahan nih.”
“Kamu mau muntah ya,” tanyaku.
“Bukan.. bukan itu, tapi itu tuh, nggak tahan itu,” tangannya dengan jahil menunjuk-nujuk ke pangkal pahaku.
“Vani buka ya,” katanya dan tanpa menunggu aba-aba, tangannya segera menggerayangi reitsleting celanaku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang masih setengah tidur.

Dengan perlahan tapi pasti, dilahapnya seluruh batanganku ke dalam mulutnya yang seksi. Dimainkannya ujung batangku dengan lidahnya. Aku merasakan batangku mengeras dan semakin mengeras.

“Vi, aduh gimana nih sekarang, kamu tanggung jawab lho,” kataku menggodanya.
“Ya udah deh cari aja hotel,” kata Vani sambil terus mengocok batangku, dan dengan tangan satunya dia meremas-remas payudaranya sendiri.

Hotel pun pilihannya jatuh di Hotel ****(edited) Menteng Prapatan. Kami berdua naik ke kamar sudah agak sempoyongan tapi ditegak-tegakkan supaya kelihatannya sehat.

Setibanya di kamar Vani menyempatkan menelepon ke adiknya.

“Vin, ini aku nginep di Hyatt ****(edited) kamar 900, bilangin bokap ya!”

Aku begitu datang dari kamar mandi mengenakan handuk saja, langsung ditubruk dan handuknya ditarik si cantik yang ganas itu. Sambil mencium dada, perut dan sekujur tubuhku, Vani dengan tergesa-gesa melepas bajunya dan melemparkannya ke penjuru kamar. Begitu terlepas BH yang menutupi dadanya yang padat itu, terlihat payudaranya yang putih padat dengan putingnya yang terlihat kecil mencuat karena terangsang.

Disambarnya batanganku yang sudah tegang karena melihat keganasan dan tubuh Vani yang indah itu. Sambil menaik-turunkan mulutnya mengikutipanjangnya batangku, tangan kanan Vani mengusap dan mempermainkan klitoris dan sekitar bulu kemaluannya sendiri, serta sesekali terdengar erangan dari mulutnya yang terus menghisap batangku.

Capek dengan kegiatannya, si cantik itu menjatuhkan badannya ke tempat tidur sambil mengangkat kedua kakinya ke atas. Tangan kirinya membelai rambut kemaluannya sendiri, dan tangan kanannya mempermainkan lipatan-lipatan kulit klitoris di kemaluannya. Aku melihat Vani seperti itu, langsung ikut membelai bulu kemaluannya yang halus.

Kujilat putingnya yang menonjol kecil tapi keras, kujelajahi perutnya yang kencang, kumainkan ujung lidahku di sekitar pusarnya. Dan terdengar erangan Vani,

“Egghh, uhh..” Langsung kuhujamkan ujung lidahku ke lubang kemaluannya yang sudah basah, dengan kedua jempolku, kudorong ke atas lipatan klitorisnya, kupermainkan ujung lidahku di sekitar klitoris itu,
“Uuhh, egghh, ahh..” teriak Vani.

Agen Judi Online Terpercaya - Karena tidak tahan lagi, langsung saja kumasukan batang kemaluanku yang dari tadi sudah sangat keras. Dan ternyata basahnya kemaluan Vani tidak mengakibatkan rasa licin sama sekali, karena lubangnya masih terasa sempit dan sulit ditembusnya. Begitu terasa seluruh batang kemaluanku masuk di dalam jepitan lubang kemaluan Vani, perlahan-lahan kupompa keluar dan masuk lubangnikmat itu. Belum terlalu lama aku memompa kemaluan Vani, tiba-tiba,

“Aaahh, uugghh..” teriak Vani, rupanya dia sudah orgasme. Aku mempercepat gerakan dan teriakan Vani semakin menjadi-jadi, lalu kuhentikan tiba-tiba sambil menekan dan memasukkan batang kemaluanku sedalam-dalamnya kelubang kemaluannya.

“Oh.. Oh.. Oh.. that was so nice darling, let’s make another,” katanya.

Kubalikkan badannya telungkup ke tempat tidur, dan dari belakang kupompa lagi keluar masuk lubang kemaluannya yang ketat itu, kurebahkan badanku menempel ke punggung Vani dan kugerakkan pinggulku secepatnya.

“Uh.. uh.. uh.. uh.. aduh Mas enak sekali.. aahh..” teriak Vani lagi karena orgasme yang kedua.

Tapi kali ini aku tidak stop, karena aku juga sudah merasakan denyutan yang memuncak di sepanjang batangku. Dan dengan kecepatan penuh kupompa keluar masuk lubang kemaluan ketat itu. Diiringi erangan yang semakin menjadi-jadi dari Vani, akhirnya aku juga mencapai klimaksnya.

Paginya karena hari Minggu, aku tidak terlalu resah untuk bangun pagi. Apalagi aku sekarang sedang menginap di ****(edited) bersama Vani. Waktu aku bangun kulihat jam di meja samping tempat tidur, eh baru jam 8:00 pagi. Kepala masih nyut-nyutan, dan kamar masih gelap sekali, tapi aku tetap bangun dan ke kamar mandi. Setelah sikat gigi dan “nyetor saham”, aku langsung ke tempat tidur lagi dan masuk ke balik selimut.

“Emm, Mas kok pagi-pagi sudah bangun sih. Uuhh.. tangan kamu tuh dingin, jangan nempel-nempel dong!” kata Vani protes.

Tapi tanpa menghiraukan protes Vani, aku tetap menempelkan badanku ke badan Vani yang juga telanjang bulat. Dari belakang kupeluk badannya yang padat berisi, dengan tangan kananku, kuraba buah dadanya yang menonjol. Aku memainkan jari-jariku di sekitar putingnya yang terasa menonjol kecil. Kurasakan badan Vani menggeliat sedikit tapi kemudian diam kembali. Kulanjutkan lagi rabaanku ke daerah perut menuju rambut-rambut halus di sekitar kemaluannya.

Perlahan-lahan kuusap-usap rambut-rambuit itu, dan di balik rambutnya kuraba dan mainkan klitoris Vani.

“Emm, ehh, Mas, uhh, Mas, ya itu di situ enak, terus ya,” kata Vani tiba-tiba.

Tanpa terasa, batangku mulai mengeras lagi. Tidak pikir lama-lama langsung kutempelkan pinggulku ke pantat Vani.

Terasa batang kemaluanku tepat di belahan pantat Vani. Tanganku tetap kumainkan di daerah kemaluannya, dan aku bisa merasakan kemaluannya mulai basah. Segera kuarahkan ujung batangku ke lubang kemaluan Vani.

“Aghh..” erang Vani saat ujung batangku agak dengan paksa menusuk ke liang kemaluannya.

Kugenjot batang kemaluanku sampai akhirnya..

“Akhh..” erang Vani rupanya dia sudah sampai.

Agen Judi Online Uang Asli - Vani melepas batang kemaluanku dari lubang kemaluannya, dan memintaku untuk tidur terlentang. Lalu dengan perlahan lagi, dia naik ke atas badanku dan mulai memasukkan batang kemaluanku yang tadinya sudah hampir mencapai puncaknya. Vani menghadap ke arahku, sehingga terlihat wajahnyayang cantik serta buah dadanya yang menonjol besar. Pinggul Vani meliuk-liuk menimbulkan rasa enak dan ngilu di sepanjang dan ujung batang kemaluanku yang terjepit erat di antara kemaluan Vani. Kuraih buah dada Vani dan kuremas-remas.

“Ohh, yes, yes, yah terus Mas, oouhh enaknya, ya..” teriak Vani sambil menggeleng-gelengkan kepalanya secara membabi buta.
Share:

Cerita Seks Di Perkosa Beramai ramai Sedap Benar

Cerita Seks Di Perkosa Beramai ramai Sedap Benar

Sexsex puas - Cerita ini berawal dari seorang perempuan yang seksi lalu diperkosa oleh lima orang mahasiswa . Meskipun usia pernikahanku dengan Mas Eka telah menginjak enam tahun, kitekite belum juga dikaruniai anak. Padahal hubungan seksku dengan suamiku berjalan seakanakan yang dilakukan banyak orang.

Sebut saja namaku Agnes (29 tahun). Aku selisih lima tahun dengan Mas Eka. Jujur kuakui, suamiku itu memang orangnya cakap dengan badan yang atletis. Dalam bentuk barang pun, dia mencukupiku bahkan berlebihlebihan.

Agen Judi Online - Mobil Jaguar saja ia belikan untukku. Setiap hari aku selalu disibukkan oleh acaraacara yang kubuat sendiri. Mulai creambath di salon, spa, maupun mandi sauna. Di hampir semua restoran mewah, awak selalu disambut dengan hangat karena aku memang sering makan di sana serta biasa memberikan tips berlebih.

Di usia pernikahanku ini yang sekarang ini, suamiku masih abadi menyayangi dan terus memanjakanku. Demikian juga denganku. Apapun yang dia minta selalu kuberikan, meskipun pernah suatu saat aku sudah tertidur kecapekan, kanda esa dengan manja memintaku untuk bercinta. awak tak segansegan bagi melayaninya.

Seperti biasa, saat ego melayani kebutuhan biologis suamiku, dia selalu mencumbuiku dengan penuh nafsu serta digoyangnya tubuhku dengan penuh gairah hingga tersentaksentak. Satu saja kelemahannya, seperti biasa abang Eka hanya bisa menggoyangku tak sampai sepuluh menit. Dalam diwaktu selama itu, aku bahkan seringkali masih belum orgasme.
cerita sex,cerita dewasa,cerita mesum,cerita ngentot, ngentot artis, berita bokep
Karena rasa sayangku padanya, aku pun hampir selalu berpurapura sampai kedalam puncak bersamanya. Sayang, sebagai perempuan alami lamakelamaan ego juga menginginkan cocok dan klimaks pada permainan cinta yang intim.

Bahkan kurasakan gairah seksku kian tradisional bergeJohanlak tak terbendung. Sebagai pelampiasan, aku menguji memuaskan gairah seksku degan berbagai vibrator yang kubeli di sex shop. Dengan vibrator dan ditemani kepingkeping VCD porno, aku berusaha memuaskan nafsu seksku.

Hanya saja, itu semua kulakukan tanpa sepengetahuan suamiku. hamba khawatir bila ia amati. Tentunya beliau bakal sangat terpukul bahkan mungkin akan jadi minder.

Namun, di lainnya pihak, semua upaya yang kulakukan bagi memuaskan sendiri nafsu seksku ternyata membuatku merasa semakin gemblung. Gairah seksku yang menggebugebu justru semakin tidak terpuaskan. Bahkan ketika aku sudah menambah kesibukanku, tetap saja gairahgairah ini ada mengganggu.

Di antar kegundahanku itu muncul seorang teman lamaku yang menawarkan usaha membangun rumah di daerah sekitar kampus di Cawang untuk dijadikan tempat kost mahasiswa. sebab kupikir aku mempunyai deposito cukup banyak, maka kuputuskan mengkonsultasikan hal itu bagi raka Eka.

Bandar Judi Online Terpercaya - Karena cintanya padaku, Mas Eka pun mendukung rencanaku itu. Sebenarnya dulu aku pernah kuliah arsitektur meskipun tidak lulus karena keburu menikah dengan Mas satu. Karena itu, aku beranikan diri memimpin sendiri projek pembangunan rumah asrama itu walaupun sungguhsungguh lestari dibantu oleh lembaga kontraktor rekan kakang Eka. Yang jelas, keseluruhan desain rumah itu, aku sendiri yang buat sesuai dengan seleraku.

Setelah rumah ini berdiri, beberapa mahasiswa mulai ngekost di tempat itu. Di pada rumah itu aku sengaja membuat satusatunya lobi kamar yang cukup besar ataupun tidak disewakan. Pikirku, mungkin satusatunya saat bisa kugunakan sebagai tempat bersantai bersamasama suamiku.

Ruangan itu kulengkapi dengan berbagai peralatan rumah tangga seperti furniture, televisi, lemari es, dan AC. Selain itu, di dalamnya juga tersedia kamar mandi sendiri beserta dapur. Ruangan itu juga kadang kugunakan pada awal bulan untuk istirahat sekaligus menarik uang wisma. Ruangan ini sendiri letaknya dikelilingi oleh kamarkamar kost yang jumlah seluruhnya 20 kamar. Ini pasti baru tahap asal mula. Nanti aku berencana untuk meledakkan lagi jumlahnya.

Di rumah kostku yang besar itu, sekarang gres dihuni oleh tiga belas orang mahasiswa berusia 1922 tahun yang kebanyakan berasal dari seberang. Kebanyakan dari manusiamanusia itu sesungguhnya masih saling mengenal ataupun saudara renggang. Biasalah, setelah satu manusia merasa cocok, dia lalu mempromosikannya bagi yang lainlain. Merekalah penduduk awal rumah kostku yang baru kubuka. Sebagian dari oknumoknum ini membawa komputer, bahkan televisi dan VCD player.

Saat itu sebenarnya bukan awal bulan. enggak biasanya memang aku datang ke rumah kost di disaat seolaholah itu. Hal itu kusengaja. Aku hanya ingin mencoba keadaan. Sekalian melepas kepenatan sehabis beli di mal.

Tanpa sengaja, aku melihat dua, tiga, . lima orang mahasiswa penghuni kostku sedang asyik menonton VCD porno di salah satu kamar yang terbuka pintunya. Aku mengenali mereka semua dengan baik:Dodo, Parlin, Fran, Johan, dan Ben. Karena pesawat televisinya menuju ke pintu, ane juga bisa melihat jenis VCD yang sedangkan orangorang ini tonton. Gangbang enggak main anakanak muda jaman kali ini memang sudah lebih maju. Dengan geli, kulihat sebagian dari mereka sambil menonton televisi, juga menggosokgosok bagian selangkangannya yang menyembul.

Aku tertawa kecil melihat tingkah mereka dan ada keisenganku untuk mengganggu mereka. Saat itu mereka belum sadar dengan kedatanganku, maka kutimbulkan kecil kegaduhan dengan menutup keranjang sampah yang terbuat dari seng dengan cukup keras. Ya, sekarang mereka tahu kalau aku datang.

Lalu aku membuka blazerku sehingga sekarang aku mengenakan tanktop bentuk pink yang melekat ketat di tubuhku serta tertarik sebagian ke atas sehingga memamerkan pusat dan perutku yang rata. Aku yakin, dari jarak sekitar lima meter, mereka pun bisa melihat kedua putingku yang menonJohanl dari balik tanktop ketatku akibat beta pastinya tidak mengenakan bra. Kebetulan, saat itu aku pun mengenakan rok super mini tanpa stocking, yang dipadu dengan sepatu berhak tinggi merk Gucci. Aku merasa horny sekali apalagi waktu tahu mereka terganggu keasyikannya menonton dan mencuricuri pandang kepadaku

Kugembok pintu gerbang besar untuk masuk ke rumah kostku. Sengaja juga kulakukan itu dengan nada yang cukup keras bagi menandaskan bahwa kelima penghuni kostku mendengarnya. Lalu sambil melenggang seksi, aku berjalan menuju ruangan pribadiku. Kebetulan areal itu letak pintunya berhadapan terangterangan dengan pintu kamar tempat kelima mahasiswa itu sedang nonton vcd bokep.

Aku membuka kunci pintu kamarku. Dalam hati aku merasa geli bercampur dengan horny. Dari pantulan lubang angin kamarku, guwe bisa melihat kalau kelima anak muda ini sekarang tidak sedangkan menonton VCD lagi, melainkan sedang memperhatikan diriku. Senang sekali rasanya bisa menggairahkan anakanak muda itu.. hamba pun masuk, dan sengaja pintu tidak kututup dengan sidang. Masih ada sedikit celah yang terbuka.

Di dalam, aku mengungkap gorden jendela kamarku yang lebar. Ketika terbuka, aku bisa melihat kelima mahasiswa itu jadi buruburu berpurapura tak mengamatiku. Aku jadi semakin geli sendiri. Dengan santai, kunyalakan AC dan kurebahkan tubuhku sejenak di sofa depan jendela sambil menyalakan televisi.

Sesaat kemudian, sambil menyiapkan minuman dingin, aku beranjak ke kamar mandi maupun merancang bathtub dengan air hangat.

Nah, sekarang tibalah saatnya. aku merasa degdegan juga. awak bangkit, dan sambil purapura berjalan kedalam sana kemari membereskan barangbarang, aku yakinkan kalau kelima mahasiswa itu masih mencuricuri pandang mengintipku Setelah yakin, aku pelanpelan diawali mencopoti pakaianku Tanktopku Rok miniku dan juga terakhir, CDku yang berenda merk Victorias Secret

Dalam hati guwe tertawa sekaligus horny, karena tahu sekarang kelima anak muda itu pasti sedang melotot dan menahan air liurnya. Aku sendiri mengalami selangkanganku melembab. Lalu aku melenggang kedalam didalam kamar mandi. Pintu kamar mandi tetap kubiarkan terbuka lebar.

Kuceburkan tubuhku ke dalam bathtub. adakalanya kubasuh tubuh mulai dari wajah, leher, sampai ke kaki. Kunikmati sesaat kehangatan cairan sambil kutenangkan pikiranku Beberapa diwaktu pikiranku melambung bagaimana seandainya saat ini aku bisa menyalurkan gairahku dan mencapai puncak kenikmatan.

Setelah selesai, aku kemudian menggunakan shower untuk membersihkan tubuhku Posisiku saat itu menghadap ke arah pancuran dan membelakangi pintu

Secara tak sengaja, aku dikejutkan oleh berbentuk tangan yang memelukku dari belakang. manusia ini berusaha menciumiku sambil tangannya menggerayangi maupun meremasi kedua payudaraku.

Dengan tafsir terkejut, kurasakan remasanremasan tangan itu amatlah penuh nafsu. Orang itu terus mencumbuiku dengan ganas. Dengan sekuat tenaga, aku membalikkan tubuhku

Ya ampun,Dodo.!! jeritku. Bagaimana dikau bisa masuk ke sini?!

Edo tak menjawabku. Sebaliknya ia kini berusaha mendekap tubuhku dari depan. Ternyata ia pun pernah dalam keadaan bugil. Senjatanya yang gigih kurasakan menggesekgesek bagianbagian tubuhku

Edo, jangan.!! ego berusaha melepaskan diri dari dekapan ataupun cumbuannya. Apa daya, tenagaku kalah jauh dengannya. Tubuh kekarnya dengan keras dan mantap mencengkeramku sampai aku ngosngosan Sementara itu mulutnya selalu bekerja mencumbui segala babak tubuhku yang terjangkaunya.

Agen Judi Online Terpercaya - Meskipun aku sudah berteriak namunDodo tetap saja melakukan aksinya. Aku pun tahu kurang ada orang luar yang akan bisa mendengarku risiko pintu gerbang depan yang kokoh pernah kugembok sendiri. Akhirnya hamba gagal mengukuhkan kehormatanku Sambil berdiri, mahluk itu melakukan penetrasi ke dalam tubuhku dan menggoyangku habishabisan. gue sempat terhenyak karena tak siap saat menerima penetrasinya. Penisnya ternyata begitu keras dan tubuhku dihunjaminya tanpa ampun..

Bahkan setelah ituDodo membalikkan tubuhku dan terus menggoyangku selama beberapa saat hingga alhasil mahluk itu runtuh setelah mencapai klimaksnya.

LaluDodo pun ngeloyor pergi. Dengan bodi selalu basah oleh air sabun maupun keringat serta air maniDodo, segera kuraih handuk untuk mengeringkan tubuhku. Dengan pikiran yang masih kalut, kukenakan kimono dan keluar dari kamar mandi

Namun, begitu keluar kamar mandi, aku betulbetul terkejut ketika Fran tibatiba muncul dan menubrukku. Aku pertama sadar kalau temantemanDodo pernah menunggu di luar. Didorongnya tubuhku dan disandarkannya ke dinding.

Fran. jangan. hamba hanya sempat mengeluh pendek sebab Fran tak peduli maupun tak mau pula menyianyiakan kesempatan

Dalam keadaan berdiri, kimonoku disingkapnya lalu kembali ane disetubuhi dalam keadaan berdiri oleh Fran dengan ganas dan penuh nafsu. Aku yang sudah kecapekan tak bisa berbuat banyak.

Tubuhku sampai terangkatangkat dan salah satu kakiku diangkat Fran ke atas. selama disetubuhi Fran, sekilas awak melihat sekeliling. Parlin, Johan maupun Ben tampak sedang menonton invasi kitakita dengan pandangan nanar. sedangDodo entah ke mana Gorden dan pintu kamarku pernah tertutup rapat.

Akhirnya, Fran sampai pada puncaknya. Sementara air maninya masih meleleh keluar dari penisnya yang memenuhi vaginaku kedua tangannya mencengkeram kedua pergelangan tanganku kedalam tembok Sementara itu mulutnya dengan ganas menciumi bibirku sampai aku kehabisan napas.

Ketika mahluk itu melepasku, aku pun ambruk ke lantai imbas kecapekan. Johan lalu menghampiriku maupun memberiku segelas minuman teduh Aku tidak tahu apakah yang dimasukkan Johan ke dalam minuman itu. Yang jelas rasanya agak aneh ataupun tak konvensional kemudian menimbulkan imbas yang aneh juga pada tubuhku.

Johan menolongku berdiri lalu melepaskan kimonoku yang acakacakan. Kemudian ia membopong tubuhku ke tempat tidur. Di sana kembali gue menjadi bulanbulanan mereka. Johan menciumi ataupun mencumbuku penuh nafsu. Tanpa kusadari, tubuhku mulai merespon permainan mereka Ketika Johan mulai tidak sabar menggoyangku, aku pun mulai menggeliat mengimbangi getaran Johan yang ajaib itu. Aku juga diawali merintihrintih nikmat.

Johanoo. aaah. oooohhh. Johanoo

Melihat reaksiku yang berbeda kepada rekanrekannya yang terdahulu, tentu saja membuat Johan semakin semangat. kelihatan sekali ia ingin memberikan yang terbaik untukku Aku pun sama sekali tak memberikan perlawanan terhadap Johan. Aku bahkan memperlakukan Johan sama seperti ketika aku sedang bercinta dengan suamiku

Melihat itu, Ben jadi tak tahan dan mulai menyerbu juga dia memaksaku untuk mengulum penisnya Mulanya ego raguragu Aku belum pernah melakukan hal seperti itu. Tapi sepertinya aku mulai mendapatkan daya entah dari mana Tanpa pikir panjang, kukulum penis Ben yang sudah betulbetul mengeras.

Lamalama aku merasakan kenikmatan. Gairahgairahku yang selama ini terpendam, akhirnya seperti lunas terbayar. Bahkan ketika Johan pernah mencapai klimaks dan gantian Ben yang menggoyangku, beta pernah enggak menolak lagi.

Sekarang Ben yang menindih dan berpacu denganku seperti sepasang tali hati sehingga kami berdua mencapai puncak bersama.

Agen Judi Online Uang Asli - Terakhir, masih ada Parlin yang harus kulayani. Ia pun rupanya pernah tak sabar menunggu gilirannya yang terakhir. Bagaikan banteng ketaton, ia menindih dan menggoyangku Kali ini aku mencapai orgasme beberapa kali. Rupanya Parlin yang paling berpengalaman di antara keempat rekannya ia cepat mengatur tempo dan ia pun tampak senang melihatku beberapa bengawan mencapai orgasme lebih mulanya. Setelah lima belas menit lebih, ia pun menyiramkan spermanya ke tubuhku Pada saat yang bersamaan, aku pun mencapai orgasme untuk yang ketiga kalinya bersamanya

Sambil penisnya tetap tertanam di tubuhku, kitakita berpelukan erat seolah tak mau saling melepas. Bibir kami pun saling memagut dan berciuman seperti sepasang kekasih yang sudah lama tak saling berjumpa.

Akhirnya. kami berenam pun saling bergeletakan di berbagai tempat di kamarku selama beberapa saat. Ada perasaan takut dan dosa yang kami rasakan bercampur dengan rasakan nikmat yang tiada tara.

Setelah pengumuman itu, jika beta datang ke sana, mereka seringkali berusaha secara tibatiba mengeroyokku maupun menyetubuhiku bersamasama. Kadang aku bisa menghindar, kadang aku pun melengahkan mereka melakukannya, terutama apabila suasana di tempat kost sedang sepi.

Aku tidak tahu apa aku harus menyesal atau bahkan merasa bahagia karena kini aku bisa merasakan kepuasan seks yang luar biasa. walaupun itu dengan cara dikeroyok oleh lima pemuda di tempat kostku.
Share:

Pembantu Yang Bisa Bikin Puas dan Crot

Pembantu Yang Bisa Bikin Puas dan Crot

Sexsex puas - Maukan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ? Sekarang? Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu? Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tina membukanya. Maaf Pak, tadi baru mandi Kata Tina tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Tina mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buruburu. Engga apaapa.

Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tina masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya.

Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap Tin? Ya pak? Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tina mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tina melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku bergantiganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basabasi dan serius?, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.

Depannya Pak? Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tina melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tina lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Kenapa Tin ? Aku mulai iseng bertanya.

Ah engga katanya sedikit gugup.?Cepet bangunnya hi ..hi..hi..? katanya sambil ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi ? Jangan berharap dulu, mengingatkesetiaan?nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan.

Jadi aku tak sempat mendaki?, cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, Pak? Mau coba sipnya ? kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya sedikit berubah. Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga ada yang tahu aja ? Tina diam saja. Dia berpindah ke dadaku. Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu. Aduuuhhh. Aku mampu bertahan engga nih. Apakah aku akan melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, Tina menghindar dengan sopan.

Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkalikali. Lama2 Tina membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremasremas pantat itu, Tina tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tina masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya. Tapi itu tak lama, Tina mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat.

Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya. Yang penting : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam BHnya, Ah putting dadanya sudah mengeras ! Tina menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok nakal sih Katanya, dan .. tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.

Aku sudah sangat paham akan sinyal ini. Berarti aku akan mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 lalu kuangkat sambil aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sehingga BH itu tampak seluruhnya. Buah dada sintal itu terlihat naik turun sesuai irama nafasnya yang mulai memburu. KSelaum belahan dadanya, lalu bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada wanita muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali Bhnya sehingga putting tegang itu terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.Aaahhffffhhhhh. Paaaaak? rintihnya. Tak ada penolakan.

Pembantu Yang Bisa Bikin Puas dan Crot


Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tina ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tina tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik CDnya Jangan Pak.

Kata Tina terengah sambil mencegah melorotnya CD. Wah engga bisa dong aku udah sampai pada point noreturn, harus berlanjut sampai hubungan kelamin. Engga apaapa Tin ya. Bapak pengin. Badan kamu bagus bener ? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang. Aku melanjutkan menarik CDnya hingga lepas sama sekali. Tina tak mencegah lagi. Benar, Tina punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi.

Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 Pak. Sakit.!? Bapak pelan2 nih ? Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya. Bapak sabar ya. Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar Pak? Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar Bapak engga bilang ke Ibukan ? engga dong gila apa? Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya.

Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan. Aaghhhhfff? serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi Sakit lagi Tin Tina hanya menggelengkan kepalanya. Terusin Pakperlahan? sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. AH bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.

Tina memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan Tina, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina Tina yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah Tina sudah tak karuan.


Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya. Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan Ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.

Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 Tina menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuatkuat sambil menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana.
Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tina telah mencapai orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa Tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tina menangis ! Kenapa Tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. saya berdosa ama Ibu? katanya kemudian Engga apaapa Tin.. Kan Bapak yang mau? Iya .. Bapak yang mulai sih.

Kenapa Pak ? Jadinya saya engga bisa menahan Aku diam saja. Saya khawatir Pak Sama Ibu ? Bapak engga akan bilang ke siapapun? Juga khawatir kalo kalo ? Kalo apa Tin ? Kalo saya ketagihan Oh jangan khawatir, Pasti Bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya itu masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah harus hati2 dong? kataku sambil mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tina juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat.

Pembantu Yang Bisa Bikin Puas dan Crot

Aku merasakan hampir sampai di puncak. Tin Ya Pak Bapak. hampir. sampai ? Teruus Pak? Kalo.. keluar .gimana ? Keluarin..aja Pak Engga. apaapa? Engga.. usah dicabut? Jangan.. pak . aman.. kok? Aku mempercepat genjotanku. Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa.

Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina Tina memanggurih?, dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin Ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama Pak. Saya juga merasakan nikmat? Masa ..? Iya Pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan Bapak? Ah kamu ? Baner Pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga Pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga Pak. Seperti yang saya bilang punya Bapak bagus banget? Katamu tadi.

Udah berapa lama kamu engga begini ..? Sejak.ehm.. udah 4 bulan Pak? Lho. Katanya kamu udah cerai 5 bulan? Benar ? Trus ? Waktu itu saya kepepet Pak? Sama siapa? Sama tamu. Tapi baru sekali itu Pak. Makanya saya hanya sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus? Cerita dong semuanya? Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok sampai keluar, masih aja dia mengganggu. Saya sampai tinggalin dia. Trus akhirnya dia ninggalin duit, lumayan banyak, sambil bilang saya ditunggu di Halte dekat sini, hari Sabtu jam 10.00.

Dia mau ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang lain ? Engga pernah Pak. Habis itu trus saya langsung berhenti? Kapan kamu terakhirmain ? Ya itu sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini. Selama itu saya engga pernah?main?, sampai barusan tadi sama Bapak .


Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain yaPak atau emang punya Bapak siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, lengketlengket sempit, dan seret.Kamu engga takut hamil sama tamu itu ? Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral alat KB). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang.

Bapak takut saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil. Jam berapa Pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya Pak. Saya mau ke belakang dulu? Udah disitu aja? kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya Tina beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian Tina muncul lagi.

Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut BHnya. Melihat caranya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi. Begitu Tina memungut CDnya, tangannya kupegang, kuremas. Bapak pengin lagi, Tin? Ah nanti Ibu keburu dateng , Pak? Masih ada waktu kok? Ah Bapak nih gede juga nafsunya? katanya, tapi tak menolak ketika BH nya kulepas lagi.

Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik Tina, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma Tina sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tina selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku.

Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun kurang nyaman. Bahkan dia mulaiberani? memanggilku untuk menyetubuhinya. Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa Sela udah berangkat sekolah dan Ipan pergi less bahasa Inggris, itu artinya dia sendirian di rumah, artinya dia juga pengin disetubuhi. Terbukti, ketika aku langsung pulang, Tina menyambutku di pintu hanya berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung membuang handuknya dan menelanjangiku ! Langsung saja kita main di sofa ruang tamu.
Share:

Cerita Dewasa Saat Melamar Kerja

Cerita Dewasa Agensi Modeling

Sexsex puas - Pagi hari. Aku baru saja bangun tidur. Udara terasa segar setelah Jakarta diguyur hujan deras
semalaman. Kukenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana pendek ketat yang menampakkan lekuk-lekuk
pantatku yang begitu menggiurkan. Aku berjalan ke halaman depan.

“Aha.. Koran baru sudah datang”, kataku dalam hati melihat surat kabar pagi terbitan hari ini
tergeletak di dekat pintu pagar. Kuambil surat kabar itu. Langsung aku duduk di kursi di teras sambil
membacanya. Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi aku sangat menyukai berita-berita tentang perekonomian
Indonesia termasuk krisis ekonomi berkepanjangan yang tengah melanda Indonesia. Kubolak-balik
halaman-halaman surat kabar. Mataku tertumbuk pada sebuah iklan satu kolom yang cukup mencolok.

“Dicari, gadis berusia 17 sampai 25 tahun. Wajah dan penampilan menarik. Bertubuh ramping. Tinggi
minimal 165 cm dengan berat yang sesuai. Dapat bergaya. Berminat untuk menjadi foto model. Peminat
diharapkan datang sendiri ke **** (edited) Agency, Jl. Cempaka Putih **** (edited), Jakarta Pusat.”

“Aku bisa diterima apa nggak ya?” Aku bertanya dalam hati. Memang sih, kupikir-pikir aku memenuhi
syarat-syarat yang diminta. Usiaku baru menginjak 20 tahun. Tubuhku ramping dengan tinggi 170 cm,
seimbang dengan ukuran dadaku yang di atas rata-rata wanita seusiaku. Wajahku cantik. Teman-temanku
bilang aku perpaduan antara Desy Ratnasari dan Maudy Kusnadi. Tapi menurutku sih mereka terlalu
memujiku berlebih-lebihan.

Agen Judi Online - Ah, coba-coba saja aku melamar. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. Kan lumayan buat menambah
penghasilan. Aku masuk ke dalam rumah, ke kamarku. “Pakai baju apa ya enaknya?” batinku. Ah ini saja.
Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari
yang silam kubeli di Cihampelas, Bandung.

Mobil Feroza yang kukendarai memasuki jalan yang disebut dalam iklan. Ah, mana ya nomor **** (edited)?
Nah ini dia. Rumahnya sih cukup mentereng. Di halamannya terpampang papan nama “**** (edited) Agency
Photo Studio & Modelling. Menerima anggota baru.” Wah benar ini tempatnya. Kuparkir mobilku di pinggir
jalan. Di sana sudah banyak bertengger mobil-mobil lain. Aku masuk ke dalam. Astaga! Di dalam sudah
banyak cewek-cewek cantik. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. Sejenak mereka memandangku
ketika aku masuk. Mungkin mereka kagum melihat kecantikan wajahku dan kemolekan tubuhku. Kucari tempat
duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran.

Bandar Judi Online Terpercaya - Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Nah, itu dia ada satu yang kosong di sebelah seorang cewek
yang cantik sekali, keturunan Indo. Wajahnya mirip Cindy Crawford. Kelihatannya ia sebaya denganku.
Tapi astaga, ia memakai baju yang berdada rendah alias “you can see,” dan rok jeans mini yang cukup
ketat, sehingga menampakkan pangkal payudaranya yang berukuran cukup besar. Ia nampak memandangku dan
tersenyum. Melihatnya aku menjadi minder. Wah, sainganku ini top sekali. Apakah mungkin aku terpilih
menjadi foto model di sini? Satu persatu para pelamar dipanggil ke ruang pengetesan, sampai si Indo di
sampingku tadi dipanggil juga. Semua pelamar yang sudah dites keluar lewat pintu lain. Akhirnya namaku
dipanggil juga.

“Wulany K**** (edited) dipersilakan masuk ke dalam.”
Aku pun masuk ke dalam dan disambut oleh seorang pria bertubuh agak gemuk.
“Kenalkan aku Ifan, direktur sekaligus pemilik agensi ini. Siapa nama kamu tadi? Oh ya, Wulany, nama
yang bagus, sebagus orangnya. Sekarang giliran kamu dites. Coba kamu berdiri di sana.”
Aku pun menurut saja dan menuju tempat yang ditunjuk oleh Ifan, di bawah lampu sorot yang cukup
terang dan di depan sebuah kamera foto.
“Coba kamu lihat-lihat contoh-contoh foto ini. Pilih lima gaya di antaranya. Aku akan mengetes apakah
kamu bisa bergaya. Jangan malu-malu, don’t be shy!” kata Ifan sembari memberiku sebuah album foto.
Aku melihat foto-foto di dalamnya. Ah ini sih seperti gaya foto model di majalah-majalah! Mudah amat!
Lalu aku memilih lima gaya yang menurutku bagus. Setelah itu, jepret sana, jepret sini, lima gaya
sudah aku berpose dan dipotret. Tapi Ifan belum mempersilakan aku keluar ruangan. Dia kelihatannya
seperti berpikir sejenak.

“Nah, sekarang, Han. Coba kamu buka kancing-kancing bagian atas blus kamu. Nggak usah malu. Biasa-
biasa aja lah!”
Kupikir tak apa-apa lah kali ini. Kubuka beberapa kancing atas blusku sehingga terlihat BH yang
kupakai. Mata Ifan sekilas berubah saat melihat pangkal payudaraku yang montok. Lalu aku dipotret
lagi dengan pose-pose yang sensual.
“Nah, begitu kan yahud. Sekarang coba buka baju kamu semuanya.”
Wah! Ini sih mulai kelewatan!
“Ayolah, jangan malu-malu!”
Sebenarnya dalam hati aku menolak. Akan tetapi biarlah, karena aku sejak kecil selalu mengidam-idamkan
ingin menjadi foto model.

Dengan perlahan-lahan kutanggalkan blus dan celana panjangku. Mata Ifan tanpa berkedip memandangi
tubuh mulusku yang hanya ditutupi oleh BH dan celana dalam. Aku sedikit menggigil kedinginan hanya
berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Namun Ifan tidak mengindahkannya. Ia malah menyuruhku
menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Ah, gila ini! Tapi cueklah, hanya berdua ini! Lalu
dengan membelakangi Ifan, kulepas BH-ku. Kusilangkan tanganku di dada menutupi payudaraku.

“Han, masak kamu balik badan begitu. Bagaimana aku bisa mengetesmu.”
Aku membalikkan tubuh menghadap Ifan. Ifan menyuruhku menurunkan tangan yang menutupi payudaraku.
Ifan terpana menyaksikan payudaraku yang montok dan berisi dengan puting susunya yang tinggi
menantang berwarna kecoklatan segar, tanpa tertutup oleh selembar benang pun. Aku menjadi risih pada
pandangan matanya. Ifan menyuruhku melepas celana dalamku. Ia semakin melotot melihat bagian
kemaluanku yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang masih tipis. Sekilas kulihat kemaluan di balik
celana panjangnya menegang.

“Nah, sekarang kamu diam di situ. Akan kuukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat”, kata Ifan sambil
mengambil meteran untuk menjahit. Pertama kali dia mengukur ukuran vital dadaku. Ia melingkarkan
meterannya melalui payudaraku. Dengan sengaja tangan Ifan menyentil puting susuku sebelah kanan
sehingga membuatku meringis kesakitan. Tapi aku diam merengut saja.

“Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Ifan sambil mencolek belahan
payudaraku.
“Nah, sudah selesai sekarang.” Aku merasa lega. Akhirnya selesailah pelecehan seksual yang terpaksa
kuterima ini.
“Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku.
“Eit! Siapa bilang kamu sudah boleh keluar?! Nanti dulu, manis!”
Wah, kacau! Apa gerangan yang ia inginkan lagi?
“Susan!” Ifan memanggil seseorang.
Seorang gadis cantik keluar dari ruangan lain, telanjang bulat. Ya ampun, ternyata ia adalah cewek
Indo yang tadi duduk di sampingku di ruang tunggu. Payudaranya yang montok bergantung indah di
dadanya, seimbang dengan pinggulnya yang montok pula. Aku bertanya-tanya apa arti dari semua ini.

“Nah, sekarang coba kamu lihat, Wulany. Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih.
Mengapa? Sebab ia cocok dengan profil foto model yang saya inginkan untuk proyek kalender bugil yang
akan saya edarkan di luar negeri. Kalo kamu ingin berhasil seperti Susan, kamu harus berani seperti
dia, Han”, kata Ifan sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang bugil itu. Astaga! Batinku. Aku harus
dipotret bugil. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai
dilihat orang-orang banyak?! Tapi kan cuma diedarkan di luar negeri?!

“Baiklah, tapi kali ini aja ya”, aku menyanggupinya. Akhirnya aku dipotret dalam beberapa pose. Pose
yang pertama, aku disuruh berbaring tertelentang dengan pose memanjang di atas ranjang, dengan membuka
pahaku lebar-lebar, sehingga menampakkan kemaluanku dengan jelas. Pose kedua, aku duduk mengangkang di
tepi ranjang sementara Susan menjilati liang kemaluanku. Pose ketiga, aku dalam keadaan berdiri,
sedangkan Susan dengan lidahnya yang mahir mempermainkan puting susuku. Pose keempat, aku masih
berdiri, sementara Susan berdiri di belakangku dan berbuat seolah-oleh kami berdua sedang bersenggama.
Susan berperan sebagai seorang pria yang sedang menghujamkan batang kemaluannya ke dalam liang
kewanitaanku, sedangkan tangannya meremas-remas kedua belah payudaraku yang indah. Dan aku diminta
memejamkan mataku, seakan-akan aku sedang terbuai oleh kenikmatan yang tiada taranya. Semua itu adalah
pose-pose yang membangkitkan nafsu birahi bagi kaum pria namun amat memuakkan bagi diriku.

Tiba-tiba kurasakan kedua belah payudaraku diremas-remas dengan lebih keras, bahkan lebih kasar. Aku
meronta-ronta kesakitan. Aku menoleh ke belakang. Astaga! Ternyata yang di belakangku sudah bukan
Susan lagi, melainkan Ifan yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya! Entah
Susan sudah ke mana perginya.

“Jangan, Pak! Jangan!” Aku memberontak-berontak sebisa-bisanya. Tapi semua itu tidak ada hasilnya.
Tangan Ifan lebih kuat mendekapku kencang-kencang sampai aku hampir tidak bisa bernafas.
“Kamu memang benar-benar cantik, Wulany”, kata Ifan sambil mencium tengkukku sementara tangannya masih
terus merambah kedua bukit yang membusung di dadaku.

Agen Judi Online Terpercaya - Tiba-tiba dengan kasar, Ifan mendorongku, sehingga aku jatuh tertelentang di sofa. Melihat tubuh
mulusku yang sudah tergeletak pasrah di depannya, nafas Ifan memburu bagai dikejar setan. Matanya
melotot seperti mau meloncat keluar melihat keindahan tubuh di depannya. Kututup payudaraku dengan
tanganku, tapi Ifan menepiskannya. Betapa belahan payudaraku sangat lembut dan merangsang ketika
mulut Ifan mulai menjamahnya. Payudaraku yang putih bersih itu memang menggiurkan. Mulut Ifan dengan
buas menjilat dan melumat bagian puncak payudaraku, lalu mengisap puting susuku bergantian, sehingga
aku menggelinjang kegelian. Nafasku ikut memburu kala tangan Ifan mulai merayap ke selangkanganku,
meraba-raba pahaku dari pangkal sampai lutut. Lalu betisku yang mulus itu.

Aku hampir-hampir tak bisa bernafas lagi ketika mulut Ifan terus mengisap dan menyedot puting susuku.
Aku meronta-ronta. Tapi Ifan terus mendesak dan melumat puting susuku yang runcing kemerahan itu.
Seumur hidupku, belum pernah aku diperlakukan sedemikian lupa oleh lelaki manapun, dan kini aku harus
menyerahkan diriku pada Ifan.

Agen Judi Online Uang Asli - Ifan mencoba mendorong batang kemaluannya masuk ke dalam liang senggamaku yang sempit. Ia sudah tak
kuat lagi membendung nafsunya yang memuncak ketika batang kemaluannya bergesekan dengan liang
kewanitaanku yang merah terbuka. Batang kemaluan Ifan akhirnya menghujam seluruhnya ke dalam liang
kenikmatanku. Aku menjerit ketika liang kewanitaanku diterobos oleh batang kemaluan Ifan yang tegang
dan panjang. Betapa perih ketika “kepala meriam” itu terus masuk ke dalam liang kewanitaanku, yang
belum pernah sekalipun merasakan jamahan laki-laki.

Aku mencoba memberontak sekuat tenagaagi. Tapi apa daya, Ifan lebih kuat. Lagipula aku sudah lemas,
tenagaku sudah hampir habis. Terpaksa aku hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Ifan. Dan
akhirnya, aku merasa tak kuat lagi. Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi. Aku tak sadarkan diri.

Saat aku siuman, aku menyadari diriku masih tergeletak telanjang bulat di sofa dengan cairan-cairan
kenikmatan yang ditembakkan dari batang kemaluan Ifan berhamburan di sekujur perut dan dadaku.
Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Segera kukenakan pakaianku kembali dan bergegas ke luar
ruangan. Kukebut Feroza-ku pulang ke rumah dan bersumpah tak akan pernah kembali lagi ke tempat
terkutuk itu!
Share:

Enak ML Saat Ibunya Di Kamar Sebelah - Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

Cerita Sex Mesum ini Berjudul ML Saat Ibunya Di Kamar Sebelah Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018.Cerita Sex Kejadian ini ketika hubungan kami mulai diwaspadai oleh ortunya. Hasilnya, kami harus lebih hati2 saat bertemu bersamaan dengan adanya ortunya. Seperti biasa, aku ditugasi kakak untuk menjaga rumahnya. Ketika itu kakak dan istrinya sedang di Sby, akan melahirkan anak pertama di salah satu RS bersalin dekat rumahku.

Enak ML Saat Ibunya Di Kamar Sebelah - Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

Agen Judi Online - Berhubung ibu dari pacarku masih bersaudara, maka ia dan ibunya menginap di rumah kakak. Sempat aku khawatir, bagaimana harus bersikap dan berperilaku seakan2 tidak ada apa2 di antara kami. Hari itu aku sudah di rumah kakak, membersihkan rumah agar ketika pacarku & ibunya datang sudah bersih. Selesai bersih2 rumah, istirahat sambil menyalakan tv. Lalu aku ingat, beberapa koleksi be-epku masih dipinjam kakak. Kucari di bawah tv..ketemu. Kupersiapkan segala sesuatunya sebelum acara “ relaksasi pikiran “ dimulai.Aku membuat mie goreng + telor ceplok dan es teh untuk menemani nonton be-ep. Setelah semua on set, kutata 2 bantal tebal di bagian kepala tempat tidur kakak. Ac kunyalakan, mie & es teh keletakkan di meja kecil samping tempat tidur. Remote tv & dvd player di sebelah tangan kananku..lalu aku bugil. Dan..film pertama pun kuputar. Waow..one of my fave girl..Asia Carrera. Entah kenapa setiap dia main, aku mesti ikut menghayati. Mungkin kupikir karena aktingnya atau memang dia menghayati. Apalagi jika sudah mendesah & mengerang, juga tubuhnya sedikit bergetar..uuhhff..rasanya aku sebagai pemeran cowoknya. Rencana makan mie tertunda.

Bagaimana tidak..tubuhnya sedikit bergetar dihimpit laki2 yg terus menghunjamkan penisnya dalam2. Erangannya sungguh membekas. Tak terasa pucuk penisku mulai keluar cairan.Setelah film pertama habis, kuganti chanel dvd dengan siaran tv. Baru aku makan mie goreng & telor ceplok. Lalu kucuci piring dan peralatan dapur yg tadi kupakai masak mie goreng. Film ke dua telah menanti. Kali ini cewek Jepang dengan orang barat. Mereka mainnya bagus, tidak langsung tembak. Hasilnya si cewek saat dioral sudah mengeluarkan cairan putih kental. Aku tak tahu, apakah itu tanda ia orgasme atau sekedar pelumasnya. Saat lakinya mulai memasukkan penis setelah 10menitan, cairan itu menempel di penis. Membuat pucuk penisku ikut keluar cairan. Sekarang si cewek di atas.Desah & erangnya makin menjadi.

Akhirnya setengah berlari aku ambil segulung tisu dan body lotion di lemari depan. Aku onani sambil lihat mereka main di layar kaca. Hampir saja maniku tumpah ke kasur karena gumpalan tisu yang sudah kutata di tangan kanan agak tidak menampung semprotan dari penisku. Lalu aku mandi dan tidur di kamar kakak. Besok bangun pagi tuk menjemput bidadariku dan ibunya di stasiun.Aku telah berada di Pasar Turi, menunggu kereta yang di dalamnya berisikan pacarku dan ibunya. Sambil menunggu, kunyalakan 234 lalu kusedot. Lumayan, ada setengah jam menikmati rokok. Terdengar suara khas di stasiun yang menandakan kereta akan masuk. “Kereta dari Semarang akan tiba sesaat lagi. Harap para penjemput tidak berada di dekat rel..dst”.“Lumayan on time..”, pikirku. Rokok pun pas matinya. Singkat kata kereta telah berhenti. Sesuai sms, mereka di gerbong 4. Aku beranjak dari duduk dan berjalan pelan menuju gerbong 4. Kulihat mereka sudah menurunkan barang – barang dan antri untuk turun. Aku menyalami pacar dan ibunya. Kubawakan salah satu koper yang paling besar. Kami meluncur menuju rumah kakak. Pacar duduk di sebelah dan ibunya di belakang.Kami benar – benar menahan diri untuk tidak memperlihatkan bahasa tubuh yang menandakan there’s something.


Sesampai di rumah kakak, aku kembali keluar rumah untuk beli masakan. “Ma..aku ikut ya..”, pinta Devi. “Yo wis..melok’o..ati – ati”. “Berangkat dulu Tante..,” aku pamitan. Ibunya mengangguk lalu kututup pintu pagar.Mobil berjalan keluar pelan dari gang komplek perumahan. Kucari area yang agak sepi. “Kenapa Mas brenti..?”. “Hm..karena ini..”, kucium lembut dan dalam bibirnya. Mulanya agak kaget lalu mengimbangi. 1menit kami berciuman. Kupegang 2 pipinya, “kangen Yank..”. “Sama Mas..”, ia mengusap – usap rambutku. Mobil kujalankan lagi. Kali ini sudah tidak ada “lalat” yang sedang terbang mengawasi. Kami bercanda riang sepanjang jalan menuju rumah makan. Sambil menunggu pesanan, kami memesan minuman. Sesekali kupencet ujung hidungnya karena kangen dan sayang. “Malu ah Mas..banyak orang..”.“Biarin..EGP..hi3x..”. “Huu..”, kupingku dijewernya. Pesanan datang, mobil berjalan pulang ke rumah. Jika sedang di kepala kopling, tanganku digenggamnya. Beberapa kali kami berciuman di mobil yang berjalan, tentunya lihat situasi jalan. Memasuki komplek perumahan, baju dan tatanan rambut kami rapikan. Jangan sampai mengundang kecurigaan Ibunya. Mendekati gang rumah, kucium lagi.

“Mas..udah mo nyampe lho..”. “Biarin..habis ini kan hampir mungkin gak bisa deketan..”. Devi hanya tersenyum.Sepanjang hari ini nothing special happened. Masing – masing jaga diri. Maksimal ketika Ibunya sedang mandi, kami hanya berciuman dan saling meremas. Atau ketika aku sedang cuci piring dan Devi mengantar piring atau gelas kotor, kami ciuman kilat. Esoknya, “Wan..nanti malem pintu kamar tak buka”. “Kenapa Tante..”. “Nggak..semalem kayaknya ada yang seliweran di jendela sebelah..”.“Ha..masa sih Tan..”. “Dan kamu tidur depan kamar ya..”, sambung Tante sambil tersenyum.“Ee..iya Tante..”, kepala kugaruk – garuk sambil nyengir.Devi keluar kamar mandi lalu kukasih tahu.“Eengg..jadi ikut takut nih Mas..”. “Udah..gak ada apa – apa. Biasa..kenalan..”.“Huu..awas kalo tidurnya pindah..”, aku diuber. Ibunya hanya senyum – senyum lihat tingkah kami. Hari ini kami bersih – bersih rumah, nyapu – ngepel – dll.Karena besok ada rombongan tamu keluarga datang. Jam dinding menunjukkan pukul 8.30 malam. “Wan..jangan lupa tidur depan kamar ya..pintunya terbuka aja”.“Iya Tan..paling kalo susah tidur aku pindah kamar..”. “Kalo sampe gitu..tak bilangin Bapak..”, ancam Tante. Aku hanya nyengir.

Tak berselang lama Tante sudah tidur, mungkin karena capek bersih – bersih rumah tadi. Suara dengkurnya sudah memenuhi kamar. Aku dan Devi masih menonton tv. Sampai secara bersamaan kami saling berpaling. Aku berjingkat pelan mengintip kamar Tante, memastikan persentase lelapnya.Kudekati Devi, kupegang dua telapak tangannya lalu kucium. Dua pipinya kupegang dan kutarik mendekatiku. Devi yang pertama menciumku. Dua tangannya memegang leherku. Akhirnya, setelah lama menahan diri kami bisa bebas bermesraan walau situasi masih belum benar – benar aman.Aksi saling memasukkan lidah dan membelit pasangannya sudah terjadi. Devi merapatkan duduknya. Punggungku dielus – elus. Kubalas dengan menjalankan telunjuk kananku ke dua bundaran di dadanya, menyusuri leher dan berhenti di bibirnya. Dikecup, disedot dan digigit kecil. Dua tanganku turun dari pundak dan menjelajah dua bukit indahnya. Kubelai, kuremas lembut. Tangan kiri Devi menyusuri paha kananku, sedang tangan kanannya mengusap – usap penis yang mulai ereksi yang masih terbelenggu celana selututku.

“Uhuk..uhuk..”. Plass..wajah kami langsung pucat dan merah, hijau dan entah apa lagi. Ibunya batuk 2 kali. Kegiatan kami langsung berhenti. Penis pun langsung mengkerut. Kami berdiam diri, cukup lama, saling berpandangan dan bergantian menatap kamar yang terbuka. Setelah yakin hanya batuk kecil, kuajak Devi pindah di kasur lantai tempat aku tidur nanti. “Mas..kan malah ketauan..”. “Nggak..kan agak kugeser kasurnya.Begitu Ibumu ada gelagat bangun, langsung lari ke kamar mandi sebelah kan..”. “Iya sih..tapi Mas..”. Kupotong, “udah..semoga sesuai harapan..Kayaknya pulas banget..seharian kan pada bersihin rumah”. Kami saling berbisik di telinga. Devi diam, tanpa menunggu jawaban lagi lalu kuelus pipi kanannya dan kucium lembut bibirnya. Kuserang lagi area – area sensitifnya. Lambat laun ia memberikan balasan. Tangan kanannya merayap naik dari celah celana.Tangan kirinya masuk ke kaosku dan mengusap – usap pentil – pentilku. Tangan kiriku menyusup ke atasan baby dollnya. Kulitnya yang halus langsung terasa. Mata Devi mulai sayu. Berjalan di perut, tulang iga, lalu ke gunung kembarnya yang masih berkabut. Kuremas lembut, kiri dan kanan. Lidahnya makin membelit dan masuk ke rongga mulutku. Tangan kananya yang telah menangkap ular celanaku lalu sedikit meremasnya.Beruntung kabut yang menutupi gunung kembarnya tidak berkawat. Sedikit kusibakkan dan dapat kusentuh pucuk gunungnya yang mulai mengeras.

Telunjukku kusentil – sentil dan kuputar – putar di pucuk gunung yang kiri. “Hmm..”, Devi mulai mendesah sepelan mungkin. Sekarang ganti pucuk gunung yang kanan. Tangan kirinya yang masih di dalam kaosku juga bermain – main di dua pentilku. Telunjuk dan jempolku mulai berpadu memainkan tuts yang menghasilkan desah dan erangan.Tangan kirinya keluar dari kaos, menyusul tangan kanannya. Celanaku perlahan diturunkan. Dingin pun menyergap tubuh bawahku. Devi makin merapat duduknya. Tangan kanan dan kiriku saling menangkup dua gunungnya, meremas. Lalu kait penyebab kabut kulepaskan. Kabut penutup dua gunung indahnya perlahan kusingkirkan dari balik atasan baby dollnya. Kekenyalan dan tegaknya pucuk – pucuk gunungnya sudah bisa aku nikmati. Cdku diturunkan sedikit, kepala ular celana pun terlihat. Jempol kanannya mengusap tetes air di sana dan menjilatnya lalu menciumku.Kuangkat atasan baby doll, kepalaku bersemayam sejenak mencucup keindahan ragawi ciptaan – Nya. Kepala penisku dielus – elusnya. Kuremas dan kucucup bergantian. Tangan kiriku menelusup celana baby doll. Menyentuh kulit pantatnya.

Jari tengah mencari jalur pertemuan dua pantat dan berhenti di lubangnya. “Sshhttt..gelllii Maasss..”. Cdku semakin turun dan akhirnya terbuka total tubuh bawahku. Tangan kanan menggenggam erat dan yang kiri memainkan dua bola coklatku. Kepalaku masih terlalu asyik sembunyi di baby doll atasannya. Tangan kananku bergerak masuk ke celana baby doll.Bagian depan cdnya sudah lembab dan hangat. Kutekan – tekan dengan telunjuk dan jari tengah. Tak sabar, aku masukkan lima jariku ke dalam cdnya. Tiada duri yang perlu ditebas di sana. Si jempol aku gosok – gosokkan di lembah luar. Penisku mulai digerakkan naik turun. Tak mau berlama – lama, aku keluarkan kepala dan kutarik pelan celananya.Devi segera telentang. Cdnya warna merah muda, sewarna dengan bh, tetapi ada seraut kepala beruang di bawah benang atas.Telunjuk kanan menyusuri lembah yang tercetak jelas akibat mengalirnya air kenikmatan.


Devi menatap wajahku dan tersenyum manis. Kucium kepala beruang yang juga tersenyum. Tercium aroma yang khas. Kugigit hati – hati agar tidak mengenai lembahnya. Ujung lidahku mengecap air yang menempel di cdnya. Perlahan aku turunkan. Devi mengangkat pantatnya. Kubuka pahanya sedikit, lalu bibir dan lidahku menyusuri lembah surgawi. Rambutku dielus dan sesekali diremas. Air kesehatannya semakin mengalir ketika lidahku mulai mengaduk – aduk lembah dalamnya.Tubuhku didorong pelan. “Hmm..oohh..”, kepala penisku diemut dan disedot pelan. Kami saling mengeksplorasi area paling intim bagi setiap manusia. Devi menghentikan aksinya, memutar tubuh. Penisku dipegang mantap. Pelan – pelan pinggangnya diturunkan. Matanya tertutup dan bibirnya membentuk huruf o kecil, “oohhh..”. Kuangkat pinggang sedikit untuk mengimbangi dan memegang dua pantatnya. Kurasakan nikmat yang semakin terasa saat penis ini tenggelam ditelan gua surgawi.Dua tapak tangannya menekan dadaku.

Pinggangnya dinaik turunkan pelan –pelan. Tangan kiriku di pinggangnya dan yang kanan meremasi dua gunungnya. Rambutnya sesekali dikibaskan dan matanya menatapku dalam – dalam..indah melihatnya. Aku tersenyum dan bibirku membentuk “I love you..”. Devi menundukkan badan dan menciumku dalam – dalam. Kepalanya terdongak kala ia menurunkan pinggang lalu kuhentakkan pelan pinggangku ke atas.“Aahh..Mmmaass..”. Kupegang erat pinggangnya lalu kudiamkan dan kumaju mundurkan. Devi memutar – mutar pinggang. “Enaknya Yankkk..”. Kepalaku dipegang dua tangan lalu rambutku sedikit diremas. Aku diciumnya dalam – dalam. Bibirnya kulepas, “Yank..ganti ya..”. Devi mengangguk lesu. Aku lalu memintanya telungkup dengan pantat sedikit naik. Kumasukkan pelan – pelan. Hampir bersamaan kami mendesah, “uuffsstt…”. Penis keluar masuk dengan teratur, tidak terburu – buru.Bunyi kecipak penis di dalam gua yang berair terdengar sedikit nyaring. Kulepas penisku. “Ada apa Mas..”. Aku tidak menjawab. Aku lalu duduk agak bersila. Kupegang tangan kirinya. Tanpa bertanya ia sudah tahu.

Penisku dipegang tangan kanan dan masuk pelan – pelan. Dua kakiku kuletakkan di bawah pantatnya. Kami berciuman dan saling membelit lidah. Pinggangnya naik turun yang kutopang dengan dua tanganku. Kadang kutekan dalam – dalam dan kuputar – putar pinggangnya. Kadang kuhentak – hentakkan. Kepalanya bergoyang kiri kanan.Rambutnya ikut tergerai pula. Lehernya aku jilat dan cium. Dua tangannya kadang meremas pantat kadang memeluk punggungku. Jam dinding menunjukkan 21.30. “Mmaass..aakkkuu…aaahhhssttt..”. Kepalanya tertunduk di dadaku, aku dipeluk rapat. Gerakan pinggangnya terdiam sejenak. Kucium dahi dan kepala atasnya.

Devi lalu menciumku, “makasih Mas..Mas belum..?”. “Bentar lagi mungkin”. Pelan – pelan aku baringkan di kasur lantai dengan tubuh bawah masih bertautan.Dua kakinya mengapit pantatku. Kembali aku benamkan penis di guanya. Kami berciuman. Sesekali aku cium dan gigit dada dan pucuk – pucuknya. Gerakanku makin cepat. Devi juga makin erat memelukku. Dua kakinya menekan dan mengapit pantat kuat. Kepalaku ditarik dan memeluk punggung erat. “Mmmaass…”, syair dari bibir mungil terdengar di kuping kiriku. “Yankk..aku mo keluar..”, bisikku.Tubuhku didorong pelan. Devi kembali di atasku. Segenap sisa tenaganya dikeluarkan. Aku meremasi dua gunungnya. Pinggangnya diputar dan ditekan dalam – dalam. “Yyaankk..aakkuu..”. Devi turun lalu meremas dan mengocok penis cepat – cepat. Tak berselang lama, “Yyaannkkk…oouuhhh”. Semburan kuat memancar, memenuhi perut dan dadaku.


Devi masih setia mengocok dan mengurut penisku. Aku elus – elus rambut panjangnya.Tangan kanannya yang penuh lava panasku dijilati. Bibirnya lalu mendekati kepala penis dan dimasukkan di mulutnya. Sesekali disedot. Kurasakan sedikit ngilu dan gemetar tatkala lidahnya menjilati lubang penis. Matanya menatapku manja. Devi mengambil cdnya lalu diusapkan ke bibir. Aku diciumnya mesra..“Makasih Yank..”. Aku peluk tubuhnya. “Aku juga terima kasih Mas..”. Tangan kanannya masih mengocok penisku yang makin mengecil. Jam dinding aku lirik. “Dah..bobo sana. Ntar dicari Mama”. “Iya Mas..”. Aku dikecup pelan, “met bobo..” Aku elus rambutnya, “met bobo juga..”. Devi masuk kamar mandi dulu dengan bertelanjang dan membawa baby doll, bh serta cdnya. Kutatap langit – langit ruangan dan tersenyum. Dan Ibunya pun tetap terlelap…Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri,Cersex,Cerita Sex 2017,Cerita Ngentot Terbaru,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Mesum,Cerita Hot,Cerita Sex Bergambar,Cerita Sex Panas,Cerita Bokep Seks,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Kisah Seks,Cerita Panas,Cerita Mesum
Share:

Label

333
333
333