Cerita Sexsex Puas Selama 9 Bulan Menjadi Budak Seks

Cerita Sexsex Puas Selama 9 Bulan Menjadi Budak Seks

Sexsex Puas Itulah sebabnya, di usia yang masih belia, Nike memutuskan meninggalkan Rumania dan pindah ke London.

Nike ingin masuk ke perguruan tinggi di ibu kota Inggris ini, namun sebelum ia bisa mewujudkan cita-citanya itu, ia harus bekerja dulu agar punya tabungan yang cukup untuk membayar biaya kuliah. Agen Judi Online 

Ia bekerja serabutan, apa saja. Jadi pelayan restoran, petugas kebersihan, hingga mengajar les privat matematika.

Semuanya sesuai rencana hingga kejadian pada suatu siang di bulan Maret 2011 mengubah segalanya.

Ia tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah sewanya di London utara ketika disekap oleh seseorang dari belakang dan dimasukkan secara paksa ke dalam mobil berwarna merah tua.

Di dalam mobil ada dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.

Mereka langsung menghajar Nike.

Yang perempuan merebut tas Nike dan meneliti isi tas tersebut. Ia mengambil telepon genggam milik Nike dan mengecek semuanya. Mulai dari nomor-nomor telepon yang Nike hubungi hingga siapa saja teman Nike di Facebook.

Keluarga akan dibunuh

Ia juga mengambil paspor Nike.

Nike membawa paspor ke mana-mana, lantaran dokumen penting ini pernah menjadi sasaran pencurian.

Di dalam mobil, Nike dikeroyok. "Mereka menampar, memukuli, dan mengancam saya," ungkap Nike. Dari sini ia tahu bahwa kelompok yang menyekapnya berasal dari Rumania.

"Mereka mengatakan, kalau saya menolak mengikuti permintaan mereka, seluruh keluarga saya di Rumania akan dibunuh," tutur Nike.

Di dalam mobil, otak Nike berputar dan mengantisipasi kemungkinan terburuk, dari mulai akan diambil organ tubuh, dipaksa menjadi pelacur, hingga dibunuh.

Tak lama kemudian mobil tiba di bandar udara. Di sini seorang laki-laki sudah menanti.

Nike sempat berpikir untuk berlari dan memberi tahu petugas bandara, tapi niat ini ia urungkan karena khawatir nasib keluarganya di Rumania pasti akan terancam.

Kelompok yang menculiknya sudah tahu siapa dan di mana keluarganya tinggal di Rumania.

Saat check-in Nike sebenarnya menangis, tapi petugas penerbangan sepertinya tidak curiga. Bandar Judi Online Terpercaya 

Pesawat yang ia tumpangi membawanya ke satu bandara kecil di Irlandia. Di sini, dua laki-laki sudah menunggu.

"Ini lebih cantik dari sebelumnya," kata seseorang di antaranya saat melihat Nike.

Nike langsung sadar bahwa dirinya telah dijual untuk dijadikan sebagai pelacur.

Melayani 20 laki-laki per hari

Ia dibawa dengan mobil ke satu apartemen tak jauh dari rumah taruhan. Ia dibawa ke lantai atas yang penuh dengan bau minuman keras, asap rokok, dan keringat.

Ia melihat beberapa laki-laki, sementara sejumlah perempuan keluar masuk ke beberapa ruangan dengan pakaian minim.

Seorang perempuan memaksanya hanya memakai pakaian dalam.

Seorang laki-laki memotretnya dan mengunggah fotonya ke internet. Di situs yang menjual dirinya, Nike punya banyak nama, dari Natalia, Lara, Rachel, hingga Ruby. Usianya pun macam-macam.

Kadang ia dikatakan berusia 18 tahun, pada kesempatan lain dikatakan berusia 19 atau 20 tahun.

Sejak itu Nike melayani ribuan laki-laki, dalam sehari rata-rata ia dipaksa tidur dengan 20 laki-laki. Ia dipaksa menjadi budak untuk memuaskan keinginan klien.

Di rumah bordil ini, ia tak pernah bisa melihat siang hari.

Ia hanya dibolehkan tidur ketika tidak ada klien. Sering ia tidak makan selama beberapa hari. Kalau pun tersedia, hanya berupa beberapa lembar roti tawar atau makanan sisa orang lain.

Berat badannya turun drastis akibat kombinasi kurang makan, kurang tidur, dan dipaksa melayani laki-laki siang dan malam.

Klien membayar 80-100 euro untuk layanan setengah jam dan 160-200 euro untuk satu jam. Agen Judi Online Terbaik 

Perlakuan yang ia alami dari laki-laki yang ia layani kadang membuatnya tak kuat berdiri, berdarah, atau merasakan sakit yang luar biasa, yang membuatnya mengira ia akan mati.

"Mereka tahu bahwa saya dan beberapa perempuan disekap dan dipaksa menjadi pelacur ... mereka tahu dari bekas luka atau lebam di tubuh kami. Tapi mereka tak peduli," kata Nike.

Pada bulan Juli polisi menggerebek rumah bordil dan menahan semua perempuan yang dipaksa menjadi pelacur. Anehnya, orang-orang yang menjalankan bisnis layanan seks ini hilang. Mereka sepertinya tahu polisi akan melakukan razia.

Nike dan beberapa perempuan lain diadili tapi kemudian dibebaskan.

Di luar gedung pengadilan, orang-orang yang menjalankan bordil sudah menunggu. Nike tak punya pilihan lain. Ia tak punya uang dan tak tahu akan lari ke mana. Ia kembali menjadi pelacur.

Setelah penggerebekan, ia dan beberapa perempuan lain lebih sering diminta melayani laki-laki di hotel.

Tapi ada klien yang meminta dilayani di rumah mereka.

Dari sini Nike melihat peluang untuk kabur.

Kesempatan ini terbuka saat Nike diminta melayani laki-laki bernama Andy di apartemennya.

"Ia tak pernah meminta hubungan badan, ia hanya ingin ngobrol," kata Nike.

Nike mencoba mengingat-ingat lokasi di mana Andy tinggal.

Pada suatu malam, dengan berjalan kaki, Nike menuju rumah Andy dan untungnya ia ada di rumah dan mengizinkannya untuk tinggal sementara.

Nike kemudian memutuskan untuk mengontak polisi dan kali ini polisi mendengarkan seluruh kisahnya, bahwa ia adalah korban penculikan dan dipaksa menjadi pelacur.

Polisi melakukan investigasi yang berujung dengan penangkapan orang-orang yang menculik dan memaksa Nike menjadi pelacur. Mereka kemudian dijatuhi hukuman penjara dua tahun. Agen Judi Online Uang Asli 

Perjalanan pilu dan mengenaskan yang dialami Nike selama sembilan bulan menjadi budak seks membekas sangat dalam di ingatannya.

Ia sulit tidur dan sering mengalami mimpi buruk. Kadang ia bisa merasakan bau menyengat minuman keras, nafas, keringat, dan rokok orang-orang yang ingin dilayani.

Namun kini ia ingin menatap masa depan dan melupakan masa lalu yang kelam.

Nike sempat kursus untuk mendapatkan gelar, namun berhenti di tengah jalan karena kehabisan uang. Ia juga dinyatakan tak berhak menerima beasiswa.

Sekarang ia bekerja dan ingin suatu saat nanti melanjutkan kuliah.

"Tapi untuk sekarang, saya harus bekerja keras (mengumpulkan uang agar bisa berkuliah lagi)," kata Nike.

Klik Games Online Uang Asli Se-Asia

Share:

Cerita Seks Malu-Malu Ingin Newek Dengan Saya

Sexsex Puas - Angan-anganku tersebut sebenarnya tidak berlebihan karena Teh ayu sendiri sering memancing perhatianku, baik dengan perkatan-perkataannya saat ia mengobrol denganku, maupun dengan sikap dan gerak-geriknya. Rumah kami yang saling berhadapan memungkinkan diriku untuk sering mengamatinya sambil berkhayal. Apalagi bila ia selesai mandi (kebetulan kamar mandinya berada di luar rumah) seolah sengaja memamerkan tubuhnya yang sintal dan mulus yang hanya ditutupi dengan handuk yang minim. Tak ayal lagi bila melihat itu aku pun asyik memelototinya dari balik kaca rumahku sambil beronani.

Cerita Seks Malu-Malu Ingin Newek Dengan Saya


Pernah pada suatu hari ketika aku berjalan di gang yang sempit dekat rumahnya aku dikagetkan olehnya di tikungan. Kontan saja aku merasa kaget, namun ketika mengetahui bahwa yang mengagetkanku itu Teh ayu aku pun memeluknya erat-erat. Pada mulanya ia meronta-ronta hendak melepaskan diri dari pelukanku namun dari rontaannya aku mengetahui bahwa ia hanya berpura-pura, terlebih-lebih ketika aku berhasil mendaratkan ciuman di bibirnya yang seksi ia memberi respons dengan membalas ciumanku.

Tanganku pun bergerilya di sekitar dadanya. Teh ayu hanya dapat menggelinjang sambil merintih keenakan. Untung kami sadar bahwa gang tersebut adalah jalan umum walaupun pada saat itu sangat sepi maka kami pun melepaskan ciuman kami. Teh ayu tersenyum tersipu sambil berkata “Ah, Mas Tony nakal!” sambil mencubit mesra pahaku. Sejak saat itu khayalanku bertambah menjadi-jadi karena mengetahui bahwa Teh ayu membalas hasratku. Teh ayu pun semakin atraktif bila di hadapanku seolah-olah memberi isyarat bahwa ia menginginkan peristiwa di gang sepi itu terulang lagi. Bahkan lebih dari itu. 

Pada suatu hari ketika aku akan pergi ke kampung untuk menjemput orang tuaku tanpa curiga suami Teh ayu menyuruh istrinya untuk ikut bersamaku guna menengok adiknya yang kebetulan tinggal di kota yang sama dengan tempat orang tuaku tinggal dan Teh ayu pun setuju. Waktu itu aku membawa mobil kakakku dan pergi sendirian. Wah pucuk dicinta ulam pun tiba pikirku. 


Singkat kata kami berdua pun pergi bersama-sama. Sepanjang perjalanan kami tidak banyak bicara karena bagaimanapun aku merasa rikuh takut Teh ayu tidak merasa senang. Yang kulakukan hanya membayangkan alangkah nikamtnya bila aku dapat menyetubuhi Teh ayu yang bahenol nerkom itu sehingga sepanjang perjalanan kontolku ngaceng terus. Ketika tiba di kota S kami pun mampir di sebuah restoran yang berdampingan dengan sebuah hotel untuk beristirahat sambil mengisi perut karena di rumah kami belum sempat sarapan. Sembari menikmati sarapan otakku berputar mencari jalan bagaimana caranya agar aku dapat menyetubuhi Teh ayu sepuas-puasnya. Setelah selesai makan saya berkata kepada Teh ayu “Teh kita istirahat dulu di hotel yach untuk mengembalikan stamina karena perjalanan kita masih jauh”.

Teh ayu tersenyum sambil menjawab “Alaaaaah Mas Tony kok pura-pura segala, bilang saja terus terang kalau Mas Tony ingin ngewe dulu dengan saya, saya juga mau kok karena dari dulu juga memek saya sebetulnya sudah kepingin dayuuki oleh kontol Mas Tony. Tadi juga saya selalu memperhatikan celana Mas Tony yang kembung karena kontolnya ngaceng ya?”. Aku merasa agak malu karena tipu muslihatku diketahui oleh Teh ayu, tapi aku pun merasa lega karena keinginanku tidak bertepuk sebelah tangan. Teh ayu pun melanjutkan ceritanya, “Mas sebenarnya hasrat seks saya tidak terpuaskan oleh suami saya yang kontolnya kecil lagi pula loyo, oleh karena itu saya selalu beronani sambil membayangkan bahwa saya sedang diewe oleh Mas Tony”. Mendengar pengakuannya yang polos dan terus terang itu kontan kontol saya semakin mengeras apalagi setelah saya perhatikan ternyata di balik T-Shirtnya yang ketat Teh ayu tidak mengenakan BH sehingga buah dadanya yang besar terlihat menggelantung dan putingnya tercetak jelas. 

Akhirnya kami memutuskan untuk cek-in di hotel di sebelah restoran tadi. Hotel tersebut lumayan bersih dengan suasana yang tenang. Begitu kami masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya kontan Teh ayu memeluk diriku dan mendaratkan ciumannya ke bibirku sambil tangannya berusaha untuk membuka ritsleting celanaku seolah-olah tidak sabar untuk memegang kontolku. Aku pun segera mengimbangi kebuasannya dengan melumat bibirnya sambil meremas-remas teteknya. Untuk membantu Teh ayu aku pun segera membuka celanaku sehingga Teh ayu leluasa memegang dan mempermainkan kontolku yang berukuran sedang, panjang 14-15 cm. dengan diameter 13 cm. Ketika aku mendaratkan bibirku di lehernya, Teh ayu pun menggelinjang kegelian sambil mendesah nikmat. Aaaah …… Masssssss …….. geli tapi nikmaaaaaaaat. Aku pun meneruskan pengembaraan bibirku ke bagian dada Teh ayu yang kausnya sudah dibuka. Segera ketika kudapatkan teteknya yang besar aku pun menghisap dan mempermainkan pentilnya dengan bibirku. Teh ayu menjerit tertahan sambil mengelinjang kegelian campur nikmat. Aaaaawwww ……

Massssss ……. Terus …… jangan biarkan saya menderita Maaaassss ……. Aku sangat menginginkan kontolmuuuuuu ……., sambil tangannya tidak henti-hentinya mempermainkan kontolku. Sambil tetap mengulum dan menghisap teteknya aku pun melepaskan celana panjang dan cd Teh ayu sambil perlahan-lahan membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Aku pun menempelkan kontolku serta menggesek-gesekkannya pada permukaan memek Teh ayu yang ditumbuhi oleh bulu yang lebat. Nampaknya Teh ayu sudah tidak sabar ingin segera merasakan kenikmatan kontolku; ia berusaha memasukkan kontolku ke dalam memeknya dengan jalan menggoyang-goyangkan pantatnya sambil mengarahkan lubang memeknya yang sudah basah kepada kontolku. Namun aku sengaja menahannya tidak memasukkan kontolku tersebut ke dalam memeknya karena aku ingin tahu sampai sejauh mana nafsu wanita yang seksi ini. Aku malah mempermainkan memeknya dengan tanganku, kuusap-usap klitorisnya dengan jariku. 


Dipermainkan begitu Teh ayu semakin hebat menggelinjang, pantatnya tidak berhenti bergoyang, sementara bibirnya semakin ramai mendesah dan meracau sssshhhhh …… ssssshhhhhhh …….. shhhhhhhh …….. Maaassssssss …….. aku sudah tidak tahan Maaaassssss …… cepat masukkan kontolmuuuuuu ……. Massssss …….. aku bisa gila Maaasssss …….. ingin cepat merasakan kontolmuuuu, sudah lama aku menginginkan diewe olehmu Massssss …… Nafasnya semakin memburu. Kulihat matanya membeliak, dan yang tampak hanya bagian putihnya saja. Melihat nafsunya yang sudah demikian memuncak aku pun merasa iba sehingga secara perlahan-lahan kumasukkan kontolku ke dalam lubang memeknya, ketika sudah masuk separohnya kucabut kontolku, untuk dayuukkan kembali separohnya. Demikianlah kulakukan berulang-ulang. Teh ayu matanya setengah terpejam sambil mulutnya tidak henti-hentinya mengeluarkan desahan seperti orang yang kepedasan karena makan sambal sambil pinggulnya tidak berhenti bergoyang dan berputar yang menambah kenikmatan kontolku. Sssssshhhhh …….. ssssshhhhhtttt …….. ssssshhhhhh …….. ssssshhhhh …….. Ketika kuhunjamkan seluruh kontolku ke dalam memeknya Teh ayu pun menjerit tertahan sambil wajahnya mendongak aaaaaaaaaawwwwwww ……….. Melihat lehernya terbuka aku pun menciumi lehernya, tapi aku membairkan kontolku tertanam di dalam memek Teh ayu tanpa memajumundurkan atau menggerakkannya. Teh ayu nampak kesal, dan ia memintaku untuk memajumundurkan kontolku. “Jangan didiamkan dong kontolmu Masss …… kurang nikmat, nanti aku imbangin permainan kontolmu dengan goyang jaipongku”. Memang kebetulan Teh ayu pandai menari jaipong yang seksi itu. 

Permainan kami sudah berlangsung 30 menit, berbagai posisi telah kami coba dan Teh ayu selalu menuruti posisi yang aku minta dan kelihatannya ia sangat menyukai setiap posisi tersebut, terlebih-lebih ketika aku memintanya untuk menungging dan aku hunjamkan kontolku dari belakang sehingga terasa betul bahwa seluruh kontolku ditelan oleh memeknya. Ia sudah mengalami orgasme sebanyak lima kali dan terlihat sudah kelelahan. Maka akupun memberi isyarat kepadanya bahwa aku pun akan mengeluarkan maniku di dalam memeknya, ia pun menyetujuinya dan menghendaki untuk keluar bersama-sama. Dalam keadaan bugil kami pun berpelukan tanpa menghiraukan keringat kami yang bercucuran. Teh ayu pun bercerita bahwa suaminya terlalu kuno dalam bermain cinta, tidak lihai membangkitkan gairah istri, sehingga Teh ayu sering merasa malas meladeninya, di samping ukuran kontolnya yang kecil dan pendek serta tidak tahan lama. Kebetulan aku pun mengalami masalah yang sama, istriku terlalu kuno dalam bercinta, tidak mau bereksperimen, hal itu membuat aku kadang-kadang merasa jenuh. Tanpa terasa kami pun tertidur sambil berpelukan. 

Ketika aku terbangun kulihat Teh ayu masih tertidur lelap dalam keadaan telanjang. Posisinya sangat menggairahkan, kedua kakinya tertekuk agak mengangkang sehingga terlihat memeknya yang berwarna merah kehitam-hitaman agak merekah. Melihat pemandangan itu kontan saja kontolku ngaceng kembali tapi aku tidak segera memasukkan kontolku tersebut ke dalam memek Teh ayu, melainkan secara pelan-pelan mendekatkan bibirku ke arah memek tersebut. Aku ingin memberi pengalaman baru yang mengasyikkan kepada Teh ayu. Segera saja kudaratkan bibirku ke memek Teh ayu tanpa menghiraukan bau yang keluar dari lubang kenikmatan tersebut dan juga tanpa menghiraukan bekas-bekas mani yang masih menempel. Kujulurkan lidahku untuk mengorek-ngorek lubang memek tersebut sambil sesekali kuhisap dan kupermainkan klitorisnya dengan lidahku. Teh ayu belum terbangun tapi pantatnya bergoyang-goyang dan terangkat sambil mengerang-erang, kelihatannya karena geli dan nikmat. Mungkin ia sedang bermimpi nikmat. Ketika tidak berapa lama kemudian Teh ayu terbangun ia melihat bahwa aku sedang bermain-main di seputar memeknya, ia pun menjambak rambutku dan membenamkan kepalaku ke memeknya, pahanya

segera menjepit erat kepalaku dan kakinya ditumpangkannya di pundakku. Badannya menggelepar-gelepar, kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan, tangannya menjambak rambutku dan menekan kepalaku agar lebih keras mempermainkan memeknya. Sepertinya kalau bisa ia ingin membenamkan seluruh kepalaku ke dalam lubang memeknya. Aku pun semakin agresif memberi kenikmatan kepada memek Teh ayu yang tidak henti-hentinya menggelinjang sambil mengerang. Aaaahhhhh ……. Sssssshhhhhh …….. sssssshhhhhhh ……. Adddddduuuuuuuuhhhh …… Massssssssssssssss ………. Pandai nian Massss memberi kenikmatan padaku, aku rela diperlakukan bagaimana pun asal nikmaat bagikuuuuuuuuuu ……., telan saja memekku Maaaaassss ……. 

Aku pun melanjutkan permainan bibirku ke bagian atas. Aku menjilati pusarnya, terus naik lagi semakin ke atas dan segera kutemukan tetek Teh ayu yang menjadi pavoritku, aku senang berlama-lama mempermainkan serta menghisapnya. Teh ayu semakin liar gerakan tubuhnya, menggelinjang ke sama kemari. Mulutnya tidak henti-hentinya meracau mengeluarkan desahan serta kata-kata yang jorok menyebabkan aku semakin terangsang. Maaaasssssssss ……… cepet dooooong masukkan kontolmuuuuuuuu ….. jangan siksa aku Maaaasssssss ……… ooooooohhhhhhhh nikmatnyaaaaaa ……… aku ingin segera naik ke surga duniaaaaaa ……… Masssssss …… Aku merasa iba mendengar rintihan serta ratapannya, di samping aku pun memang sudah tidak tahan. 


Aku segera menghunjamkan kontolku keras-keras ke dalam memek Teh ayu, ia seperti tersedak, nafasnya seolah-olah terhenti sejenak, kemudian terdengarlah erangannya yang semakin meningkatkan nafsu birahiku. Aku pun tidak berhenti memajumundurkan kontolku, sehingga terdengar bunyi seperti suara langkah kaki orang yang berlari-lari di tempat yang becek, cek cek cek cek cek ditimpali suara beradunya pahaku dengan paha Teh ayu yang mengeluarkan suara plok plok plok. Suara-suara tersebut dipadukan dengan suara rintihan serta erangan yang keluar dari mulutku dan mulut Teh ayu. Ah, nikmat benar ngeweeeeeeeeee dengan Teh ayu! Tidak berhenti sampai di situ, kami pun berguling-guling untuk menambah variasi permainan, kadang aku di atas kadang di bawah. Ketika aku berada di atas kendali permainan ada pada diriku, tapi ketika aku berada di bawah maka Teh ayulah yang mengendalikan permainan, dengan liar ia menaikturunkan serta memajumundurkan pantatnya sementara aku mengimbanginya dari bawah. Teh ayu tidak henti-hentinya memuji kelihaianku dalam memuaskan dirinya. Maaaasssss ……. Pandai benar engkau memuaskan diriku ……. Masssss andaikata engkau suamiku tentu aku akan memintamu mengewe diriku

setiap saat …… Maaaaaassssss ……… aduuuuuuuhhhh ………. Nikmaaaaatttttt ……. Sssshhhhhhhh ………… Shhhhhhhhhhh ……… kontooooooooollllllll. Massssssss …….. rendamlah kontolmu di dalam memekku selama mungkiiiiiiiinnnnn aaaaaaaaawwwwww ……… ssssshhhhhhhhh. Aku pun mengimbangi pujiannya dengan memuji pula. Teeeeeeehhhhhhhh ………. Sudah kuduga pasti memekmu enaaaaaaaakkkkkkkkk ……… sssshhhhhhhh………. Setelah berlangsung cukup lama aku merasa ada sesuatu yang mendesak-desak di dalam kontolku ingin keluar, Teh ayu pun nampaknya mengejang, maka aku mengajak agar mencapai orgasme secara bersama-sama, teh ayu mengangguk. Terjadilah kontraksi pada diri kami berdua sejenak kemudian memancarlah air maniku di dalam memek Teh ayu, diiringi oleh jeritan tertahan dari kami berdua. Awwwwwww …….. aduuuuuuuh ……. Masssssss ……… Teeeeeeehhhhhhh …….. Kami pun terkulai lemas, tubuh Teh ayu menindih tubuhku, tangannya memeluk erat tubuhku dengan mesra. 

Ketika hari menjelang sore kami berdua mandi bersama-sama karena hendak melanjutkan perjalanan ke kota tujuan. Kami saling menyabuni tubuh kami masing-masing dan di dalam kamar mandi itu terjadilah lagi persetubuhan dengan gaya dan posisi yang benar-benar baru bagi Teh ayu. Ia sendiri mengakui bahwa pengalaman ngewe bersamaku di hotel itu merupakan pengalamannya yang baru dalam bersetubuh dan membawa kenikmatan yang luar biasa baginya. 

Setelah selesai mandi sambil ngewe kami pun cek-out dari hotel tersebut dan melanjutkan perjalanan ke kota tujuan kami. Tapi berbeda dengan ketika kami baru berangkat dari rumah kami suasana di perjalanan sekarang jauh lebih santai lebih menyenangkan. Aku dipaksa untuk melepaskan cd-ku oleh Teh ayu agar ia leluasa mempermainkan kontolku, dan kadang-kadang mengulumnya. Perlu diketahui bahwa setelah keluar dari hotel aku mengenakan sarung sedangkan Teh ayu mengenakan rok. Bukan satu dua kali aku harus meminggirkan mobilku yang kukemudikan di tempat yang sepi karena merasa tidak tahan dengan kenikmatan yang diberikan oleh Teh ayu kepada kontolku. Kebetulan sepanjang perjalanan kami banyak melewati hutan jati. Bila sudah demikian Teh ayu pun meminta kepadaku untuk menjilat dan menyedot itilnya karena ia pun tidak memakai cd. Aaaah …… Teh Immmmaaaaasss, betapa nikmatnya itilmu seperti yang selama ini aku bayangkan. 


Sesampai di kota yang dituju kami pun berpisah karena rumah orang tuaku dan rumah adiknya berjauhan sekaligus untuk menghilangkan jejak. Sebelum berpisah kami sama-sama berjanji untuk merahasiakan peristiwa nikmat ini dan sekaligus juga berjanji untuk melakukannya lagi pada waktu yang lain bila keadaan memungkinkan. Aaaahhhhh …… Teh Imaaaaaasssssss ……. Aku selalu merindukan memekmu ………. Kapankah kontolku bisa menembus dan mengaduk-aduk lagi memekmu? Aku pun yakin bahwa perasaanmu juga sama. Teh ayu ewean lagi yu? Aku ingin mengewemu setiap saat. Semoga Teh ayu membaca cerita ini dan menyambut keinginanku ini. 

Bagiku sekarang rumput di halaman tetangga itu bukan saja “lebih hijau” namun juga “lebih nikmat”. Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhh ……………………

Klik Games-NYA

Share:

Cerita Sexsex Puas Tante Yang Memancing Cinta Dengan Ku

Cerita Sexsex Puas Tante Yang Memancing Cinta Dengan Ku

Sexsex Puas - Saat Aq lulus di SD aku mendapat nilai yang paling memuaskan. Seperti janji ayah ku bila nilaiku baik aku bakal dikirim di luar kota yang pendidikannya lebih baik. Disana aku dititipkan dirumah pamanku, Om Herman. Dia orang yang paling kaya raya. Rumah nya paling megah namun terletak disebuah desa pinggir kota.

Rumahnya ada dua lantai dan di lengkapi pun kolam renang yang cukup besar selama ukuranya 25 meter kali 20 meter. Om Herman orang nya paling sibuk, dia memiliki istri yang paling cantik namanya Tante Rakna, wajah nya serupa dengan Amara. Dia memiliki anak yang masih kecil. Tante Rakna rajin mengasuh tubuh nya, walapun dia sudah memiliki satu anak tubuhnya tetap padat mengandung di tunjang dengan payudara yang paling montok kira kira 34B menjadikan semua w lelaki terbelalak melihatnya. Hal tersebut yang membuatku tertarik bakal keindahan serta anugrah dari seorang wanita.


Sesampainya dirumah Om Herman. Aq menginjak pintu lokasi tinggal yang besar. Disana aku di sambut oleh Om Herman dan istrinya. Om Herman menjabat tanganku sementara Tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlakuan laksana itu. Pembantu disana diajak membawa kan tasku dan mengirimkan sampai di kamarku.

Setelah tersebut Aq berkeliling lokasi tinggal melihat empang renang serta sempat menyaksikan kamar mandi yang tak terbayang olehku. Disana terdapat lokasi cuci tangan dengan cermin yang besar wc, bathup, dan dua shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputar kan menyusun 1/4 lingkaran (sorry aku nggak tahu namanya). Tempat tersebut masih dalam satu ruangan tanpa penyekat.

Sore hari, aku duduk ditepi kolam. Om Herman datang mendekat ku dia bilang inginkan pergi terbit kota. Dia pun mohon maaf tidak dapat menemaniku. Kami pun mengirimkan sampai pagar rumah. Setelah tersebut Aq pulang duduk merasakan suasana empang renang. Tiba mendarat dari belakang hadir sosok yang paling menawan. Tante dengan baluatan piyama mendekat ku.

“Ren anda suka nggak ama lokasi tinggal ini”
“Suka banget Tante, kayak nya aku betah banget dengan lokasi tinggal ini tiap sore dapat renang”
“Kamu suka renang, yuk Ren renang bareng, pas masa-masa ini udara paling panas


Wahhh kebetulan Aq dapat renang ama Tante bahenol. Waktu bertemu kesatu kali aku cuma dapat membayangkan format tubuhnya masa-masa renang dengan balutan swimsuit.Tapi saat dia berdiri. Dia membuka piyamanya. Kontan Aq tersedak saat dia melulu memakai Bikini yang paling sexy dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-String.

“Huhuuk k k… Aduh Tante aku kira Tante inginkan telanjang”
“Enak aja bila kamu, Om bilang anda suka bercanda”
“Tante nggak malu dilihatin ama satpam Tante, Tante pake bikini laksana ini”
“Ihh ini telah biasa Tante pake bikini kadang terdapat orang dusun ngintip Tante”
“Benar Tante… Tapi sayang Aq tak sempat bawa celana renang”
“Ah… Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi’ Imah suruh beli bikin kamu, yuk nyebur…” segera Tante menyeburkan diri. Dengan malu malu Aq membuka bajuku namun belum buka celana. Aku malu ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia memdekatiku.

“Ayo cepet… Malu ya ama Tante nggak apa apa. Kan anda keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak wanita kamu.”

Waktu dia mendekatiku tampak jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak terdapat bikini pake busa. Aq melirik unsur payudaranya. Dia melulu tersenyum.

Setelah tersebut dia pulang menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang Aq takutkan kepala adikku keliha tan bila lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung Aq berenang bareng Tante.

Setelah puas renang aku naik dan segera kekamar mandi yang besar. Aku masuk disana saat Aq hendak menutupnya, tidak terdapat kuncinya jadi bila ada orang masuk bermukim buka aja. Aku segera bergegas lokasi dengan penutup kain. Aku tanggal kan seluruh yang terbelakang ditubuh ku dan Aq membilas dengan air dingin. Ketika berkeinginan menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Kontan aku kaget Aq berusaha supaya tidak ketahuan. Ketika dia membuka tidak banyak tempatku aku spontan kaget segera aku menghadap ke belakang.

“Ehhh… Maaf ya Ren aku nggak tahu bila kamu terdapat didalam. Habis nggak terdapat suara sih”

Langsung segera wajahku memerah. Aq baru sadar bila Tante sudah mencopot bikini unsur atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu masa-masa tubuhku menghadap kebelakang namun kepalaku lagi menoleh kepadanya.


“Maaf… Juga Tante… Ini salahku” jawabku yang seolah terbius apa yang Aq lakukan. Yang lebih unik telapak tangan Tante tidak lumayan menutupi seluruh bagiannya. Disana ada puting kecil berwarna cokelat serta paling kontras dengan besarnya payudara Tante.

“Tante tutup dong tirainya, akukan malu”

Segera diblokir tirai itu. Dg keras shower Aq hidup kan seolah olah aku sedang mandi. Segera aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk lokasi shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang mencuci muka, terlihat payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali. Dengan sengaja aku tidak banyak membuka tirai agar aku bisa melihatnya.

Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. Kukocok dengan sabun cair kepunyaan Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoles kan cairan disekujur tubuhnya. Aku menyaksikan tubuh Tante mengkilap sesudah diberi cairan itu. Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar payudaranya agak lama. Sambil diputar putar kadang supaya diremas kecil. Ketika selama 2 menit kayaknya dia mendesis membuka tidak banyak mulutnya sambildia memejamkan mata. Sambil merasakan pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya… Crot crot…


Air maniku tumpah seluruh ke CD bekas aku renang tadi. Yang aku kaget kan nggak terdapat handuk, tak sempat aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah sejumlah saat aku tidak menyaksikan Tante di depan cermin, namun dia telah berada di depan shower yang satunya. Aku terheran-heran waktu dia melorot kan CDnya dengan perlahan lahan dan membuang CDnya kekeranjang dan masuk ke shower. Setelah sejumlah kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak terbit menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku.

“Ren koq lama banget mandinya. Hayo ngapain di dalam”
Kemudian aku menerbitkan kepala ku saja di balik tirai. Aku kaget dia terdapat dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali.

“Rendi malu ya, nggak usah malu akukan masih Tantemu. Nggak papalah? ” ( tante sange )”
“Anu Tante aku tak sempat bawa handuk jadi aku malu bila harus keluar”
“Aku pun lupa bawa handuk, udahlah anda keluar dulu aja. Aku inginkan ambilkan handukmu.”

Tante telah pergi. Akupun terbit dari shower. Setelah sejumlah menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras mendarat tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka penolong Tante yang usianya laksana kakakku datang bawa handuk, akupun kaget segera aku menutupi adikku.

Dia melihatku hanya senyum manis. Aku ter tunduk malu. Setelah dia keluar, belum sempet aku memblokir auratku Tanteku masuk masih tetap telanjang melulu aja dia telah pake cd model g-string.

Ada apa Tante. Kok masih telanjang” jawabku sok cuek bebek sebenarnya aku paling malu saat adikku berdiri lagi.
“Sudah nggak malu ya…, anu Ren aku mau mohon tolong”
“Tolong apa Tante koq serius banget… Tapi maaf ya Tante adik Rendi berdiri”
Dia justeru tertawa.”Idih tersebut sih biasa bila lagi liat perempuan telanjang” jawab Tante.
“Begini aku mohon Rendi meluluri badan Tante soalnya tukang lulurnya nggak datang”


Bagai disambar petir. Aku belum pernah pegang cewek sejak ketika itu. Pucuk dicinta ulam tiba.

“Mau nggak…?
“Mau Tante.”

Segera dia berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung Tante dengan lulur. Aku ratakan di segala tubuh nya. Tiba mendarat handukku terlepas. Nongol deh senjataku, langsung aku tutupi dengan tanganku

“Sudah biarin aja, yang ada hanya aku dan anda apa sih yang anda malukan.”

Dengan santainya dia membubuhkan handukku kelantai.

“Tubuh Tante bagus banget. Walaupun telah punya anak tetap payudara Tante besar lagi kenceng”

Aku berkata waktu aku tahu payudaranya tergencet masa-masa dia tengkurap. Dan dia melulu tersenyum. Aku kini meluluri unsur pahanya dan pantatnya. terbaru

“Ren berhenti sebentar”

“Akupun berhenti kemudian dia menanggalkan cdnya. Otomatis adikku tambah gagah. Aku tetap tak berani menatap unsur bawahnya. Setelah sejumlah waktu dia mengembalikan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak menyaksikan pemandangan itu.

“Ren Adikmu lagi tegang tegangnya nih kayaknya sudah nyaris keluar nih.”

Lalu dia mengajak aku mengolesinya dibagian payudaranya. Dia suruh aku agar agak meremas remasnya. Aku juga ketagian acara tersebut disana aku menyaksikan puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Kadang kadang aku senggol putingnya atau aku sentil. Dia memekik dan mendesah laksana ulat kepanasan.

“Ren terus remas… Uhuhh remes yang kuat”
“Tante kok jarang rambutnya dianunya Tante. Nggak kaya Mbak Ana” aku bertanya dan dia melulu tersenyum saat tanganku berpindah di wilayah vagina.


Ketika aku menyentuh vagina Tante yang jarang rambutnya. Aku gemetar saat tanganku menyentuh gundukan itu. Belum aku kasih lulur wilayah itu telah basah dengan sendirinya. Aku disuruhnya terus mengelus usap wilayah itu, kadang aku tekan unsur keduanya.

“Ren pijatanmu enak banget… Terus…”

Setelah aku terus gosok dengan lembut mendarat tiba Tante menegang. Serrr serrr, aku menggali sumber bunyi yang pelan namun jelas. Aku tahu kalau tersebut berasal dibagian sensitif Tante. Lalu dia terkulai lemas.

“Makasih ya atas acara lulurannya. Untung terdapat kamu. Ternyata kamu berpengalaman juga ya”
“Tentu Tante, bila ada apa apa dapat andalkan Rendi”

Lalu dia pergi dari kamar mandi itu. Aku menggunakan handuk guna menutupi unsur tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang. Ternyata dia berlangsung jalan dirumah tanpa sehelai benang pun. Aku juga segera masuk ke kamar istirahat yang dipersiapkan, tenyata ada penolong yang tadi mengambilkan handuk sedang mengatur pakaianku ke dalam almari.

“Den, Rendi, tadi kaget nggak ngeliat ibu telanjang” sebelum aku jawab.

Dia memberitahukan bila Tante tersebut suka telanjang dan memamerkan tubuhnya ke seluruh orang baik wanita maupun laki laki namun tidak berani bila ada suaminya. Pembantu tersebut juga mengumumkan kejadian yang mengherankan dia tidak jarang renang telanjang dan yang paling mengherankan kadang kadang saat dia menyirami bunga dia telanjang dada di depan lokasi tinggal tepatnya halaaman depan.


“Sudah ganti sana cd terdapat didalam almari tersebut tapi kayaknya anunya den Rendi masih amatir” dia menggodaku.

Sesudah melalui dalam sejumlah hari akupun nyaris sering mandi serupa Tante malahan hampir oleh hari. Makin di anggap tubuhnya semakin oke aja.

Namun aku putus asa sewaktu aku melalui griya tersebut. Aku disana kaga genap 1 1 tahun.

Sewaktu ketika, aku berdiri sendiri di epan ekskalator, di lantai 2 Dieng Plaza Malang. Selama di situ, aku hanya takjub sambil memandangi orang yg sedang lewat di depanku. Sampai tiba-tiba terdapat cewek menghampiriku sambil membawa barang belanjaan dia.

Aku lihat tidak banyak tua tidak banyak lebih tua dariku. Yah.. kutaksir estimasi umurnya 30-an deh. Tapi dia cantik menawan sexy, sesuai jadi bintang film. Apalagi dengan dandanannya yang natural alami dan rambut digerai estetis sedada berwarna merah coklat.., pokoknya cakep banget deh! Bodinya seksi banget. Memakai baju tank top warna putih tipis, yang kayaknya kekecilan bikin dadanya sampai-sampai terlihatlah putingnya di balik bajunya. Aku paling terpesona melihatnya, namun aku fobia tante marah.

Tiba-tiba.. dia nepuk pundakku seraya bertanya,“Maaf mas, bila ‘pasar ikan dimana ya mas’ ?”

Aku berjuang untuk bisa menutupi kekagetanku dan berjuang menjawab sesantai mungkin,”Ahh.., Mbak ini suka becanda ya.. disini mana kak yang jual ikan mbak. Adanya ya di pasar besar..”

“Oh, gitu ya Mas ya..” katanya seraya mikir.


Itulah permulaan dari percakapan kami rupanya dia tadi melulu memancingku aja, hingga akhirnya kenalan dan ngobrol North-South. dia mempunyai nama Juliet, umur 31 tahun, lokasi tinggal di Jl. xxxxxx, mantan gadis sampul yang bersuami seorang pengusaha. Kebetulan suami nya lagi tugas skitar 1 bulan ke Liverpool Inggris, jadi dia jalan-jalan sendirian aja. Belum punya anak, sebab suaminya mengidap impotensi, Setelah ngobrol sekitar kurangnya 1 jam sambil santap di cafe. Lalu, aku diajaknya ke rumahnya. Dia mengemudikan mobil mewah nya BMW Sport 1 pintu.

Seusai hingga di rumahnya yang paling besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan lokasi tinggal nya saja.
Setelah klakson dia bunyikan, seorang satpam membuka pintu pagar. Sebelumnya, Mbak Juliet telah bilang, “Kalau nanti didalam ada penolong saya, anda jawab saja saudara dari suamiku, ya….?”

Sambil berakting layaknya bintang sexy sinetron, Mbak Juliet mengenalkan aku sebagai saudaranya pada pembantunya itu. Dan kemudian menyuruhnya guna masak-masak guna di buay santap makan malam nantinya.

“Ayo masuk saja Son..? Duduk-duduk saja dulu sebentar didalem.. ya.. Aku inginkan ganti baju terlebih dulu..” katanya sesudah pembantunya dianya kedapur. “Eee.. mbak.. kamar kecil nya dimana ya..mbak?”tanyaku untuk nya.
“Ayo deh sayangku, mbak tunjukin..”katanya seraya menggandeng tangan kiriku.

Sampai kesudahannya tiba dikamar mandi rumahnya.

“Tuh kamar mandinya disana..” kata nya seraya menunjuk kepintu diujung kamar nya.

Aku langsung ke sana, dan saat mau memblokir pintu, Mbak Juliet dengan sengaja menyangga pintu dari luar kamar mandi nya sambil berbicara dengan genit nya, “Jangan lama-lama ya sayanku!” Terus diblokir aja deh pintunya sama dia.

Pas lagi pipis didalam, mataku spontan langsung tertuju pada suatu benda panjang yang sedang di balik botol-botol sabun itu. Ketika kuambil.., ternyata dildo yang berwarna hitam..! Lalu.. Karena pintunya tak terkunci, secara diam-diam Mbak Juliet tiba-tiba masuk kekamar mandi. Karena saat tersebut aku sedang kaget, spontan ku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Juliet langsung saja meraih tanganku yang lagi memegang penis tiruan yg kutemukan tadi, sementara tangan kanannya meremas kontol-ku.

“Ini mainan aku Son, bila lagi kesepian.. ditinggal suamiku sekitar ini” bisiknya tepat di telingaku.Aku terdiam laksana patung, keringat mengucur dengan derasnya..“Tapi jauh lebih enakan andai ada ygasli Son..” desahnya.

Aku benar-benar tidak dapat melakukan apa-apa disaat dia mulai menjilati leher selama telingaku. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilatiku dia berjuang membuka celanaku dari belakang secara perlahan.

“Hhh.., tidak boleh Mbak..!” aku berjuang mengingatinya.

Tapi.. mengapa Son..? uch….. slurp.. slurp.., nggak suka ya. son.?” desahanya seraya tetap menciumi dan menjilat leherku.Hhh.., Sony masih perjaka saya mbak..!” kataku.
“Ahh.. masak iya sih.. mari dong sayang.. ntar Mbak ajarin deh..klo gtu, nikmat kok Son.. inginkan ya Son..?”katanya
“Tapi mmbakk.. ”teriakku.
“Ayo ikut kekamar Mbak aja yach biar lebih enak..” katanya sambil unik lenganku.


Dia menuntunku dari kamar mandi hingga dipinggir ranjang kamar tidurnya, langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara tersebut tangan dia kembali berjuang membuka celanaku. Aku yang telah pasrah dan bengong, memeluk tubuhnya begitu sexy dan berpayudara montok.

Setelah celanaku melorot, ciumannya berpindah ke leher, ke dada, perut, dan kesudahannya ke kontolku jg. Dia mengurut kontolku pelan-pelan, “Woowww.. enak banget rasanya.. ohh..?” desahku.

“Kamu tetap berdiri, ya Son.. tidak boleh rebah..!” dia bilang ke aku seraya tersenyum manis. Aku mengangguk saja.“Kontol kamu.. Sonn.. enak banget.. uch…!”tak di duga dia langsung menghisap kontolku bahkan mengocok-ngocok di mulutnya.

“Ohh..?” desahku keenakan.

“Hhmm.. uchhh,,,,slurp.. slurp..aaahhh! Aachh.. slurp.. slurp..!”

Kadang-kadang dia sengaja mengguncang-guncang penisku ke kiri ke kanan dengan mulut nya, dan kedua tangan nya mengelus-elus pantat dan biji kontolku.

“Aahh.. tidak boleh kenceng-kenceng dong, Mbak..!” kataku disaat dia memainkan kontolku dengan bernafsu.

Dia melulu tersenyum, kemudian meneruskan kegiatannya. Hisap.. lepas.. hisap.. lepas.., terus dan kesudahannya diapun laksana kelelahan.

“Hmm.., kontol anda enak banget Son..” katanya seraya menjilat bibir nya yang diairi lendir.

Kelihatan sekali dari sorot matanya yang liar bila dia telah sangat memicu saat itu.

“Udah lama saya tak ngisap kontol seenak ini, Sayyang..”
“Mbak..”panggilku.
“Jangan panggil aku Mbak dong..” desisnya seraya terus memainkan kepala kontol ku,”Panggil Jull.. aahh.. aja ya.. sstt..” desahnya.

Kembali dia menjilat kemaluanku dengan lidah meliuk-liuk sepertilayannya lidah ular berbisa. Kali ini jilatannya naik ke atas, seraya tangannya membuka T-shirt-ku. Aku pun tidak inginkan kalah, ikutan membukakan baju dia. Dan ohh.. terlihatlah susunya yang besar itu.. kayaknya 36C. dan Ternyata dia memang tak menggunakan BH. Jadi kini cuman menggunakan CD-nya aja.

Aku tak mau menantikan lama-lama lagi, langsung kulumat payudara montok nya yang bulat mengandung itu. Awalnya yang kiri, dan yang kanan kuremas perlahan dan memainkan putingnya. Juliet merintih dan menjatuhkan diri keranjang.“Aahhccc.. sstt, ayyoohh.. sedot yang kuat.. Son.. aaaccchh.., hiissaapp.. putingku sayang oohh.. oohh..!” desahnya.Aku yang dengan motivasi 75 menghisap cocok perintah dia. Sesaat kugigit lembut putingnya. “Aaahh.. ennakk..! Hhh.. sedot terus.. ssttcc.. yang.. kuatttt.. sayankk..aahh..!” jeritannya seraya menggelinjang kuat.


Rupanya arus kesenangan mulai menerpa Juliet. Tangan kanan mulai bergerak ke memek nya yang masih pun tertutup CD. Wah, telah basah rupanya..! Apalagi ketika jari tengahku menyelinap diantara gua kecil nikmat, kerasa sekali beceknya di dalam memek tante.

Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Juliet sadar terdapat benda asing yang menggesek memek dia. Apalagi ketika jariku unsur klitoris memek nya, kian kencang goyangannya. Seakan berusaha supaya jariku tetap di lokasi klitorisnya, tidak pindah kemana-mana. Terbukti pun saat tangannya memegang tanganku yang terdapat di kemaluannya,”Ya.. Say.. terusshh.. sayanku.. oohh.. sstt.. gesek itilku.. oohh..!” erangnya.”

Klik Games-NYA

Share:

Cerita Sexsex Puas Guru Les Yang Mengajariku Berseks

Sexsex Puas - Nama saya Dedi (samaran) saya berumur 18 tahun, kulit ku sawo matang, dan bola mata ku warna coklat. Nah… yang saya akan ceritakan adalah kisah nyata yah… sekaligus pengalaman hidupku selama ini. Pada saat itu saya sekolah di salah satu SMK yang ada di Depok. Saya setiap hari pergi sekolah naik angkot yah… jarak sekolah dengan rumah ku sekitar 40km, dari sini lah… kisah ku.

Cerita Sexsex Puas Guru Les Yang Mengajariku Berseks

Pada hari itu saya mengadakan ujian semester setiap ujian saya tidak pernah dapat nilai bagus dan kali ini ujian nasional sudah mendekat dan saya takut tidak lulus, orang tua ku setiap hari memarahiku sepanjang waktu takut saya tidak lulus. Saya pun tidak memfokus pelajaran ku karena setiap kegiatan pulang sekolah saya langsung keluar sama teman-teman.

Orangtua ku sangat marah melihat saya sampai memukul ku tetapi saya tidak open apa yang orangtua saya berkata yah…. ibarat nya masuk telinga kiri keluar telinga kanan la… hahahaha… jadi orangtua ku ingin saya mempunyai guru les untuk mengajari saya setiap pelajaran yang saya tidak bisa karena orangtua saya ingin saya lulus dan tidak membuat orangtua merasa malu.


Pada hari selasa saya merasa capek sekali di sekolah dan saya pun langsung pulang kerumah tidak keluar sama teman-teman ku, saya ingin sekali tidur. Sampai dirumah saya melihat di ruang tamu ada cewek sangat cantik sekali badan ny putih, hot , seksi dan body nya WoW…. Aduhai… sekali. Hmmmm…. kakak ini ngak pernah saya lihat dan saya langsung menuju ruang tamu dan bertanya sama orangtua saya.

Mak… kakak ini siapa yah? tamu dari mana? (aku bertanya), Ini nak… Guru les kamu dan kakak ini akan mengajari kamu semua mata pelajaran yang kamu tidak bisa (ibu ku menjawab). HAH….?? ( otak ku berpikiran aneh” dan jantung ku berdedak sangat kencang) langsung saya menjawab kepada ibu ku, Mau mak… Mau…

Saya langsung berkenalan dengan kakak cantik ini, Nama saya Dedi kak, Nama kakak siapa yah? (saya bertanya), Nama saya Selli Putri panggil saja kak Selli, Ooh… Salam kenal kak. jadi kapan mak… Kak Selli mulai ajarin saya? (saya bertanya kepada ibu saya), kapan yah Selli bisa mulai mengajari anak saya? (ibu saya bertanya kepada kak Selli), Kak Selli jawab sangat lembut kapan pun bisa bu… mau hari ini juga bisa.

Otomatis saya bicara hari ini aja mak… Kak Selli mulai ajarin Dedi biar bisa ujian ku besok. Langsung saya bawa kak Selli ke ruangan saya. Di kamar saya enak dan lebar ada meja belajar juga, jadi saya otomatis bawa Kak Selli ke ruangan kamar saya. Kak disini saja yah belajar nya? (saya bertanya), terserah Iwan saja mau belajar dimana yang penting nyaman menurut Dedi sendiri, Saya langsung buka kamar saya.

Dedi : Kak duduk dulu saya ganti pakaian dulu yah..
Selli : Iyah… Wan pigi ganti dulu sana dan sekalian mandi biar segar.
Dedi : Oke Kak, Lihat-lihat dulu kamar ku kak kalau capek golek-golek dulu kak di kasur.
Selli : iyah… Wan sana pigi beres-beres dulu.

Sekitar 20menit saya selesai mandi dan buat minum untuk kak Selli

Dedi : Maaf kak lama, Ini di minum kak.
Selli : ngak apa-apa di , Makasih yah… minum nya. Enak juga kamar mu.
Dedi : sama sama kak, yah… Kalau kakak ingin tiduran boleh kok kak.
Selli : Makasih di , Sebelum nya sudah pernah ada guru les ngak di ??
Dedi : Ngak pernah kak, Dari dulu saya belajar sendiri tetapi setiap ujian dapat nilai merah terus kak.
Selli : hahahaha…. Gimana mau dapat nilai bagus kalau pikiran mu cuma main-main saja.
Dedi : hehehehe…. Iyah kak, tau aja kakak ini.
Selli : Yuk… buka mata pelajaran kamu untuk besok.
Dedi : Oke kak.

Selama belajar saya asik lihat kak Selli terus dan pikiran ku melayang-melayang seperti layang-layang, hahahaha…. Saya lihat body kak Selli putih,manis,seksi,imut dan dada nya sangat gede yah… ukuran dada 34B, pingin saya pegang dada kak Selli yang montok dan pingin ku jilat puting susu kak Selli.


Selli : Di … apa yang kamu lihat?? dan apa yang kamu pikirkan?
Dedi : Ngak kak, Maaf… Maaf…
Selli : (respon lihat badan ny dan geleng kepala nya sambil senyum)
Dedi : kak… Di minum air nya nanti ngak dingin lagi, Oyah… Kak… Saya mau tanya sama kakak,boleh ngak?
Silvi : Iya… Dii , Emang mau tanya apa di ? silakan kalau mau bertanya.
Dedi : Kakak kok bisa cantik sekali dan badan kakak putih?
Selli : hahahaha… Pertanyaan kamu ada ada aja Wan, memang dari lahir loo..
Dedi : Ooh… hahahaha…. Kak pelajaran ini saya ngak bisa (pelajaran matematika)
Selli : Yang mana di ngak bisa? sini kakak lihat.
Dedi : (Otomatis saya pikiran ku ingin kakak lengket dengan saya) Sini loo… Kak… yang ini kak.
Selli : Yang mana?

“Kak Selli langsung datang di samping saya dada nya ntah sengaja di lengket kan ke badan ku sehingga kontol ku naik dan merasa empuk sekali,Ucap Dedi ”. Selama 2 jam Kak Selli mengajari saya, Kak Selli capek dan pingin istirahat sehingga bersandar di kasur saya. “Kak capek yah… Kalau capek kakak tiduran dulu kak, ngak apa apa kok kak saya belajar sendiri nanti saya ngak bisa saya bangunin kakak,Ucap Dedi ”.

“Kak Selli langsung ke kasur saya dan tiduran-tiduran dan saya kunci pintu kamar saya,Ucap Dedi ”. “Ngapain di kunci pintu nya di … Emang nya mau ngapain?? ucap kak Selli”. “kakak kan mau tiduran jadi saya kunci biar tidak ada yang masuk lihat kakak sedang tidur,ucap Dedi ”. “Udah… kakak istirahat dulu saya belajar dulu,oke kak. Ucap Dedi ”.

Setelah kak Selli tidur saya melihat terus dan saya sangat pingin memegang dada nya sangkin napsu saya naik, saya tidak ingin melihat nya. “Sekitar 10menit kak Selli bangun, Sini Di … kakak mau tanya? Ucap Selli”. “Mau tanya apa kak,Ucap Dedi ”. “ Dedi dari tadi lihat kakak terus, Emang Dedi lihat apa? coba jujur sama kakak ngak usah malu-malu,Ucap Selli”. “Ngak apa apa kok kak ( malu saya kalau jujur) , Ucap Dedi ”. “Dari tadi kakak merasa Dedi melihat dada kakak terus deh,iyah kan?”, Ucap Selli”. “(Ngak malu-malu lagi) iyah… kak maaf kalau kurang ajar” Ucap Dedi ”.

Selli : Kenapa dengan dada kakak? mau pegang?
Dedi : Ngak kak…. Ngak berani…. Maaf kak…
Selli : Kalau mau pegang dada kakak, Silakan loo… dari pada lihat terus.
Dedi : hah?? Emang Boleh kak?
Selli : Boleh… donk… Sapa yang bilang ngak boleh.

“kak Selli langsung buka pakaian nya dan buka bra nya, WoW….. Sangat besar sekali dada kakak dan padat, Napsu saya langsung naik. Ngak tahan melihat nya saya langsung pijit dada kak Selli”.

Selli : pelan-pelan donk Di … Enak kan?
Dedi : Iyah… kak… Enak…. Kenyal….
Selli : Diisap dong Dii …
Dedi : Iyah kak.


Orgasme kak Selli naik dan tidak tahan saya menjilati puting susu nya, dan tangan saya bermain Vagina nya sampai Kak Selli tidak tahan keluar cairan putih dari Vagina kak Selli Crooot……. Croottttt…… Crooootttttt…… Ahkk…… Ahk…… “ Dedi berani ngak isap kliroritas kakak? ucap Selli ”. “Berani kak (langsung saya jilat dan bermain dengan lidah saya)”. Ahk…. Ahk…. Ahhhkkkk…… Enak Di ….. Achhhhhhhhhhhh…………… Acccchhhh…………
Croooottttt…… Crrooooot……………. Crootttttt………………… Keluar lagi cairan putih kak silvi membasahi wajah ku.

Kak Selli tidak bisa menahan lagi dan akhir nya kak Selli juga emut kontol ku dan kami pun bergaya 69, selama 10menit. Aahhhh….. Aaaaaahhhhhkkkkk….. accchhhhhhhkkkkk………………………. “ Dedi sudah pernah melakukan Seks?? Ucap Selli”. “Belum pernah kak masih perjaka aku kak baru sekali ini sama kakak,Ucap Dedi ”.
“Sini kakak ajarin yah…. Ucap Selli”.

Kak Selli pun ambil kontol ku yang berukuran 14cm masukan ke vagina nya,”pelan-pelan masukin nya yah Di … ucap Selli”. “iyah… kak. aku masukin dengan pelan-pelan sampai semua kontol ku masuk, aku langsung bergoyang maju-mundur. ahhhhkkkk……………… ahhhhkkkkk….. Enak nya kak…. kayak gini rupanya seks…. ucap Dedi . Iyah… donk wan enak kan….. lanjut kan yah goyang nya. Iyah… kak…. Ahhhhhhhkkkkkkkkkkkkkkkkk…………… aaahhhhhhhhhhhhhhccckkkkkkkkkkkk…… sangat becek vagina kak Selli dan saya pun terus goyang maju-mundur dan tangan sambil pijit dada nya dan mulut ku sambil ku isap puting susu nya untung saya sudah pernah lihat firm porno. Ahhhhhhhhhhhkkkk………….. ahhhhkk……………… ahhhckkkkcccckkk……… Waaannnnn…. Aaaahhhhkkk……. Ahhcskkkkkkkkk……. Waaannnnn……….. enak seeeee……..kaliiiiiiii…….. aaahhhhhkkkkkkk…………

Dii … kalau sudah mau keluar bilang yah…. biar kakak isap,Ucap Selli. Iyah…. kak….. Aaaaahkk……. ahhhhhhh……. ahhhhkkkkcckkkk…… Kak………. selllll………viiiii…… sudah mau keluar. Ku tahan kan sampai ujung kontol ku dan kak Selli pun siap membuka mulut nya, ku keluar kan semua sperma ku ke mulut nya dan kena wajah nya. Sambil di isap kak Selli kontol ku aaahkkk….ahhhkkkk…. ahhhk…. Enak Wan?? ucap kak Selli. “enak kak….”ucap Dedi .


Selli : Lain x Iwan Seks dengan kakak lagi yah… mau kan?
Dedi : beneran kak? mau kak mau…. Soal nya enak kak (jawab dengan polos nya)
Selli : bener donk, tapi jangan bilang siapa-siapa yah… ini rahasia kita berdua.

Selama 1 bulan kak Selli dan saya selalu berhubungan intim pas datang dan pas pulang dalam 1 hari kami melakukan 2x, sangat senang bisa bertemu dengan kak Selli dan saya pun tidak menyesal hilang perjaka ku karena kak Selli sangat cantik sekali. Meskipun kak Selli tidak mengajari saya les tetapi saya pun bisa berjumpa dengan kak Selli di kost kak Selli dan kami melakukan hubungan intim seperti suami istri. Sampai 3 bulan kak Selli pulang ke jakarta dan saya pun tidak pernah berjumpa sama kak Selli lagi dan tak pernah call atau pun sms an lagi ibarat nya lost kontak,begitu la cerita kisah Cerita sexsex Puas ku dengan Guru les di rumah.

Iwan : iyah… kak.
Share:

Label

333
333
333