Cerita Sexsex Puas Menyiram Cairan Kepuasan

Sexsex Puas - Hai semua, perkenalkan namaku Mayang aku punya teman bernama Jeslin. Kami sudah berteman sejak SMA kalau dihitung2 sekarang sekitar 15 tahun. Dan kami selalu terbuka dalam segala hal. Persahabatan kami boleh dibilang sangat dekat bahkan kami sudah begitu akrab dengan saudara dan orang tua masing2 sudah seperti saudara selayaknya. Begitupun dengan kedua orang tua kami dan saudara2 kami sangat akrab satu sama lain.
Cerita Sexsex Puas Menyiram Cairan Kepuasan


Setelah kami lulus kami tinggal di kota yang berbeda. Dia melanjutkan kuliah sedangkan aku lebih memilih bekerja secara langsung karena kemampuan ekonomi keluarga yang tidak mendukung.

Tapi pekerjaan aku banyak berurusan ke kota tempat tinggal dia sehingga kami kerap ketemu walaupun hanya untuk makan siang dan sekali2 aku menginap di kostnya karena letih menempuh perjalan yang agak jauh dengan sepeda motor ataupun hanya untuk sekedar tidur2 an melapas lelah. Dia sampai memberikan aku kunci cadangan kalau2 dia tidak ada di tempat dan aku mau kesana.


Kerap kalau aku gajian aku membeli sesuatu untuk dia sekedar hadiah atau kadang kami makan ketempat yang agak lumayanlah untuk ukuran anak kost.

Suatu hari ketika aku ke tempat dia aku lihat dia sedang tiduran, berselimut.

"Lho jam segini kok tiduran? Kamu sakit ya?" sambil aku raba keningnya agak panas.

"Kamu sudah makan belum?" Tanya aku lagi

"Ga kepingin masih mual2?

"Kok mual kamu ngidam toh? He..he" aku candain dia sambil aku raba badannya basah semua.

"Baju kamu basah. Ganti dulu gih" sambil aku ambilin baju di lemari dia.


Ini pertama kali aku liat dia telanjang di depan aku walaupun kami sudah temanan cukup lama. Memang badannya putih mulus beda sama aku yang kulitnya asia banget. (Kata orang kopi lebih mahal dari gula tapi ga nyombong bule banyak yang suka boo sering muji katanya badanku seksi dengan payudara yang bisa dibilang luMayan lah)

Habis itu dia tiduran lagi dan aku selimutin dia.

"Aku keluar dulu beli bubur ayam ya? Kamu minta apa lagi?" dia Cuma senyum dan menggeleng sambil bilang "Hati-hati !!".

aku suapin dia sambil memberikan minum teh hangat. Baru aku makan.

"Kamu hari ini jangan pulang ya, tidur disini saja!" pintanya.

"Ya liat kamu begini ga mungkinlah aku pulang. Tapi aku pinjam baju kamu biar ini besok bisa dipake kerja lagi".

Malam ini tidak seperti biasanya aku tidur disini, aku berbaring di sebelah dia sambil membaca buku dan dia tertidur lebih awal. Biasanya kami ngobrol sampe larut.


Tiba-tiba aku liat dia agak gelisah tidurnya dengan keringat mengalir di kening. Tanpa tersadar aku elus2 kepala dia untuk menenangkan. Dan dia terbangun.

"Kamu kok tidurnya gelisah banget ada apa?" sambil aku ambil tissue dan mengelap keringat dia. Dia hanya memandang aku sebentar kemudian melanjutkan tidurnya. Dan akupun ikut berbaring di sebelahnya. Dan tanganku masing mengelus elus rambutnya.

Aku tidak tau ada suatu perasaan aneh yang blm pernah aku rasakan walaupun kami sudah dekat begitu lama. Tiba2 dia terbangun lagi. Dan secara spontan dia meletakkan kepalanya di dada aku.

Dengan sedikit bingung aku Tanya lagi "Kamu ada apa kok tidurnya begini?"

"Ya pingin aja, biar lebih tenangan kamu ga suka ya"

Aku cuman tersenyum sambil tangan aku yang satunya pegang tangan dia dan yang satunya tetap mengelus2 rambut dia.

Tanpa sadar aku kecup kening dia. Mungkin terbawa suasana. Dia hanya melihat dan tersenyum. Senyum termanis yang pernah aku lihat.

Tiba-tiba dia bilang "Aku sayang banget sama kamu. Kamu gimana?"

Deg.aku agak kaget dan aku jawab "Ya sayang lah".

Tangannya sedikit bergerak mengelus2 payudara aku, aku jadi agak terangsang karena tidak pakai bra. Tapi aku biarkan saja. Lama-lama nafasku agak cepat dan diapun begitu. Lalu aku turun dan mengecup bibirnya.

Tidak aku sangka dia membalas. Kami berpagutan lama sekali saling mempermainkan lidah kami berdua.


Dengan secepat kilat aku ubah posisi agar dia di bawah aku bergerak menciumi lehernya dia terus mendesah. Ssshhhhhhhhhtanganku yang kiri bergrilya menuju payudaranya untuk meremas-remas sedangkan yang kanan tetap mengelus rambutnya. Lalu aku naik, aku gigit2 kecil kupingnya ku kecup dan kupermainkan lidah disana dia semakin menggelora ougghhhhh.sambil tanganku tetap memilin putingnya. Kecupanku pindah lagi ke lehernya dan kemudian satu persatu aku lepas pakainnya dan juga pakaiannku.

Aku turun lagi menuju ke payudaranya yang kanan sambil aku cium-cium aku tarik2 putingnya dan tanganku yang kiri memilin putingnya sambil sesekali meremas.

Dia mendesah ooouuughhhhhh sayang..aku suka ini terusoughhhh aku sayang kamu

Mendengar kata-kata itu aku menjadi lebih bernafsu. Aku ciumi payudaranya bergantian, aku kulum, aku tarik2 seperti bayi netek tangan yang satunya tetap meremas dan dia tambah mengigau kepalakupun makin di tekan ke teteknya. Terusin sayang oughhhhh..ooooughhhhh shhhhhh.

Akhirnya tanganku yang kiri aku turunkan dan menjalar ke bawah bermain2 di permukaan V nya. Dia semakin menggelinjang dan aku semakin bernafsu melihat rona mukanya akupun semakin liar menghisap, menarik, meremas dan kadang mempermainkan lidahku di putingnya sambil tanganku yang dibawah meraba place V nya. Ouugghhhhhh sayangooughhhh aku ga tahan dan tiba2 dia mendapatkan orgasmenya yang pertama.

Kemudian sasaranku turun. Aku ciumi dari perutrnya kemudian aku permainkan lidah di pusarnya, dia sedikit kegelian sambil tanganku yang satu tetap meremas tetenya.


Aku semakin ke bawah dan sampilah di selangkangannya. Aku ciumin pahanya kiri kanan, terus makin ke bawah ke daerah V nya aku permainkan dengan lidah dia semakin menggeliat, memohon, dan pandangan matanya membuat aku semakin bernafsu melihat dia begitu memohon.

Oooughhhhh sayang masukin jari kamu plssss aku pingin

Aku masih mempermainkan lidah di sekeliling V nya dan tanganku yang satu mempermainkan tetenya meremas, menarik putingnya kadang aku pilin2. tangan yang satu tetap bermain di permukaan V nya.

Oughhhh sayang.masukin jari kamu dong plsssss!!!

Aku suka sekali melihat dia memohon dan akhirnya aku tidak tega. Aku masukin 2 jari sambil aku permainkan lidah aku di klentitnya. Aku tusuk2 permukaannya pakai lidah sedangkan tanganku bermain di place dalam. Keluar masuk seirama dengan lidah aku.

Dia mengerang, menjerit pantatnya sesekali mengangkat dan kadang bergoyang dengan liarnya.

Kepala aku ditekan dengan ganasnya sampai aku sulit bernafas. Aku gerakkan kepalaku naik turun sambil menusukkan lidah aku di place Vnya dan mengocoknya dengan jari.

Oughhhhhhaaaaggghhhh sayang jarinya jangan dilepasin, kocok aku plsaku suka ini.akkkhhhhhh

Pantanya semakin liar naik turun kadang memutar dan tangannya kadang menjambak kadang menekan kepala.

Tiba tiba dia aughhhh sayangbadannya bergetar dan dia orgasme dia menyiram aku dengan cairan kepuasannya.


Ini tidak aku hentikan sekarang aku isap kuat2 semua cairannya dan aku tarik2 kelentitnya. Dia meronta, kadang2 kepalanya mengangkat melihat aksi yang aku lakukan dan tanganya tetap menekan2 kepalaku seolah2 tidak mau dilepaskan.

"Oughhh sayang ini milik kamu semua" dan jariku tetap di dalam bermain2 dan kadang dia menjepit dengan kuatnya. Aku permainkan lagi lidah aku. Aku tusuk dengan sekuatnya bersamaan dengan jari dia merontah oooughhhhh..

Berikutnya aku meminta dia menungging

"Sayang kamu nungging ya????"

Dan dia pun menungging dalam keadaan dia begitu aku isap seluruh daerah Vnya dari belakang dan aku sedot cairan kepuasan yang masih tersisa. Kemudian aku permainkan lidah aku dari belakang. Dia menggelinjang dan berteriak oughhhhh sayang.

Kemudian aku masukkan lagi 2 jari dari belakang sambil terus aku ciumi dia jariku dengan kuat menyodoknya dari belakang dia semakin liar pinggulnya, badannya semua bergerak, dan tangaku yang satunya mempermainkan teteknya.

Dia mengigau menjepit sayang.kocok yang dalam ouughhh aku suka

akupun memenuhi keinginannya sambil lidah tetap bermain2 dari belakang. Tiba2 dia meremas bantal dan dia menempelkan wajahnya di bantal dia berusaha menjerit aaaauuugggggggghhhhhhhhsaaaa aa..yyyaaaangggg aaaaggghhhhhh cairannya keluar banyak sekali sampai meleleh di tanganku. Akhirnya aku masukkan lagi kepala aku keselangkangannya.

Kemudian kami sama2 berbaring kelelahan. Dia tersenyum dan aku cium keningnya.

Kamu suka? Aku Tanya dia. "Iya..tks sayang" dan dia mengecup bibir aku

Akhirnya kamipun tertidur sambil berpelukan.

Besoknya aku bangun pagi2 sekali setelah membersihkan badan aku langsung keluar mencari sarapan untuk kami berdua dan sambil membeli obat penurun panas.

Kami sarapan bersama dan sebelum aku berangkat kerja aku cium keningnya tapi ternyata dia lebih ganas dengan mencium bibirku. Trus dia memberikan senyum "Tks untuk yang semalam". Akupun tersenyum sambil menyuruhnya meminum obat.

Hubungan kami berlanjut begitu lama dan bersukur tanpa pernah ada masalah. Aku kasi dia kebebasan untuk bergaul dan dia juga begitu kami sangat menghargai dan menikmati hubungan ini dan kami tetap keept agar jangan sampai orang lain tahu. Aku menjadi lebih sering tinggal di kostnya secara tidak langsung pekerjaan aku yang bertambah banyak jadi aku pulang kadang 2 atau tiga hari sekali.

Hampir setiap malam kami berekspresi mewujudkan kasih sayang kami.

Pernah suatu hari aku ambil cuti 2 hari yang bertepatan dengan libur dia kuliah. Kami pergi ke tempat yang kami sudah idam2kan sejak SMA karena keindahannya. Kami menyawa hotel.


Aku berendam di kamar mandi tiba-tiba dia datang. Dia menyabuni seluruh badan aku dan yang paling lama dia menyabuni tetekku. Kadang ditekan, kadang di remas membuat aku tidak tahan. Aku tarik dia ke bathtub, kami berciuman sangat lama kemudian aku raba kebawah, dia mulai mendesahssshhhhh oughhhh

Aku permainkan permukaan V nya sebelum aku masukkan 2 jari sambil bibir kami tetap berpagutan dan tetek kami beradu membuat sensasi yang berbeda.

Kemudian dia menjerit dan dia orgasme.

Aku begitu bahagia bila melihat dia puas.

Dan kamipun melanjutkan mandi.

Malamnya kami bertempur agak sedikit gila dengan inspirasi yang baru.

Aku senderkan dia ke tembok, aku mencium dia dengan agak ganas karena permintaan dia mau sedikit liar malam ini.

Aku mencium bibirnya, lehernya, kupingnya sambil tete kami tetap beradu dan saling menekan.

Kemudian aku angkat satu kakinya aku masukkan jari kesana aku permainkan maju mundur ternyata rasanya lebih menekan dia menjerit, dan menarik kepala aku sambil mencium dengan lebih ganas

Terkadang dia melepaskan pagutan kami hanya untuk mendesah aooughhhhoooughhh.

Lalu aku dorong dia ke pinggir tempat tidur sambil kakinya tetap menggelantung

Aku buka pahanya lebar-lebar. Aku masukkan 2 jari kanan ke Vnya dan 1 jari telunjuk ke anusnya sambil aku tusuk dengan lidah place V nya

Dia kaget dan menjerit, tapi aku diamkan jariku sebentar untuk membuat dia rileks sambil terus kucium V nya akhirnya aku gerakkan kedua jariku pelan2

Dia mulai merontah tidak karuan, mendesah oooughhh sayanggg pantatnya naik turun makin lama kocokanku makin cepat bibirku tidak berhenti melumat V nyadia berteriak, mengerang, menekan kepalaku ssshhhhh ouuggghhhh sayang jangan tinggalin akuoouughhhh

Akhirnya sampai pada suatu titik dia tutup wajahnya dengan bantal dia gigit dan berteriak sambil pantatnya bergoyang naik turun tidak teratur.

Dia orgasme..orgasme paling dalam karena mendapakan serangan dari dua arah.

Aku cium keningnya. Sambil tersenyum. "Kamu suka?" aku Tanya

Dia langsung memeluk aku sambil bilang "I LOVE U"

"I LOVE U TOO .." sambil aku peluk dia

Setelah dia lulus kuliah dia mendapat pekerjaan di hotel dan aku kebetulan mendapat tugas belajar 1thn keluar daerah. Jadi kami agak jarang bertemu tapi kami tetap melakukan komunikasi via telp. Kadang kalau sama2 pingin kami melakukan Phone Sex dan herannya kami bisa sama2 puas.

Sampai pada suatu saat dia mengatakan bahwa dia mencintai seseorang. Pertama ada rasa takut kehilangan.. sedihsampai aku tutup telpnya tanpa mengatakan sepatah katapun. Dia telpon berkali2 aku tidak mau menjawab. Fikiranku tidak karuan. Ada rasa marah

Lama aku berfikir tentang hal ini. Aku mencintai dia bukan berati bisa memiliki dalam keadaan begini. Dia berhak memiliki masa depan yang lebih baik dan aku harus preserve itu.

Kemudian aku telpon dia dan menjelaskan semuanya. Dia sangat bahagia.

Dan aku berjanji kalau pulang nanti mau bertemu mereka berdua.

Saat bertemu ada sedikit rasa cemburu tapi aku berusaha untuk tidak menampakkan itu. Kami hanya bercanda sambil menikmati makan malam.


3 thn mereka pacaran akhirnya mereka menikah juga. Aku sangat bahagia bahkan aku turut sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan mereka. Dan sebagai hadiah aku memberikan mereka voucer hotel utk bulan madu.

6 bln setelah pernikahan mereka suaminya berangkat ke negaranya dia orang binis jadi kadang 2 bulan disini 3 bln di negaranya. Lama2 dia goyah juga menghadapi situasi begini.

Dia sering curhat, sampai masalah sedetilnya.

Suatu hari dia menelpon aku saat itu aku libur. Dia bilang mau curhat dan akupun datang ke tempatnya.

Dia menceritakan permasalahannya melihat mukanya sangat sedih aku reflek memeluknya dan mencium keningnya.

Lama sekali aku memeluknya dan aku merasa sangat rindu memperlakukan dia begini. Hanya ingin memeluknya dan mengecup keningnya.

Dia melarang aku pulang malam itu, katanya sudah kangen tidak pernah tidur bareng. Dan akupun memenuhi permintaannya.

Malamnya kami nonton TV berdua dan dia duduk di sampingku. Tiba2 dia meletakkan kepalanya di pangkuanku. Aku elus2kepalanya rasanya agak canggung tapi aku rindu. Dan dia membimbing tanganku ke teteknya. Dia bilang "Aku kangen seperti dulu"

Tanpa aku sadari aku meremas, aku mencium kupingnya aku lumat kemudian aku kebibirnya lidah akmi beradu dengan ganasnya dan tanganku beralih keperutnya aku elus2

Dia mendesah dan kamipun membuka pakaian aku tatap dia lama aku cium keningnya kemudian matanya bibirnya dan terus sampai dia bilang ouughhhhhhh

Aku permainkan tanganku di bawah kemudian akupun turun menuju ke area V nya

Aku permainkan disana sangat lama aku pagut, aku hisap aku tusukkan lidahku, dan jariku bermain2 di permukaan. Dia merintihmemohon puasin aku plsss kayak dulu

Aku naik lagi aku ciumin tetenya, aku remas dengan ganasnya, aku cium, aku tarik, aku sedot dan dia tetap merintihmemohon

Aku turn kembali ke Vnya yang sudah basah aku masukkan 2 jari dan dia mendengus oooughhhhhhkemudian aku masukkan lidah aku bersamaan dengan jari aku permainkan aku kocok, sambil tangan yang satunya meremas tetenya. Aku kocok makin keras ..makin cepat dan dia semakin liar pantatnya naik turun tanganya menekan aku sodok dia semakin keras. Sampai akhirnya dia menjerit panjang. Sayaaaaaangggg akkkkkk ..u dappppat aoughhhh

Aku tidak berhenti, aku mau bikin dia benar2 puas. Bibirku tetap di Vnya tanganku tetap mengocok dan telunjuk kiriku ikut masuk ke anusnya, dia kaget ouuughhhhhhh sayanggggggg..aku diamkan sesaat sambil tetap mencium Vnya

Kemudian aku kocok bersamaan anus,v dan lidah aku, aku lihat dia makin menggelepar dia menikmati sekali dan aku suka itu.

Matanya memandang sayu terkadang kepalanya diangkat ouughhh terusinterusin

Kemudian diapun menjerit dan mengeluarkan cairan yang menyemprot mukaku.

Lama tidak merasakan ini dan kamipun berpelukan.

Saat suaminya datang tidak ada rasa cemburu sedikitpun dihati ini. Aku ikut senang. Terkadang kami jalan bertiga bahkan akhirnya suaminya menjadi salah satu costumer bisnis aku.


Hubungan kami makin erat, dan kami tetap mencintai tetapi cinta yang lain.

Sampai kemudian dia memutuskan untuk ikut suaminya.

Itulah akhir dari cerita aku. Walaupun sudah lama berlalu tetapi aku tetap save dia di hati as my best friend, as my sister, as my pretty u are the best for me.

Aku senang kamu bahagia.

Dan semoga aku segera menemukan kebahagiaan aku juga.
Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Blog ini 

Klik Games Bandar Uang Asli

Share:

Cerita Sexsex Puas Aku Gigolo Pemuas Tante-Tante

Sexsex Puas - Namaku Edi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung. Aku akan menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam.

Cerita Sexsex Puas Aku Gigolo Pemuas Tante-Tante

Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Rika (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa. Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung.


Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP Tante Rika.

“Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya.
“Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku.
“Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya.

“Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku.
“Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya.

“Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.
“Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya.
“Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.

Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Rika akan membawa teman relasinya. Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu mobil Tante Rika, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh pintu rumah dan jendela. Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk mobil pun bergerak maju menuju tujuan.


Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Ayu umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Eli 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Mereka adalah relasi bisnis Tante Rika dari Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Rika refreshing ke villanya di kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa. 

Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku. Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Ayu yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku. Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Ayu, lalu tangan Tante Ayu, meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, aku membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Ayu kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu.

Tante Ayu langsung bicara kepadaku,
“Wow.. Ded, kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..” katanya.

“Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.

“Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.
“Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Edi kasih”, kataku.
Langsung disambut Tante Ayu dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.

Tante Eli yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Ayu. Tanganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Ayu dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.
“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Edi minta?” tanyaku.


Tante Ayu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya. Saat jariku masuk, mata Tante Ayu merem melek dan medesah kenikmatan,
“Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang..”
Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.
“Tante… Edi mau keluar nich..” kataku.
“Keluarain di mulut Tante aja”, katanya.
Selang beberapa menit, “Crooot.. crooot.. crottt..” air maniku keluar, muncrat di dalam mulut Tante Ayu, lalu Tante Ayu menyapu bersih seluruh air maniku. 

Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya terlepas, aku mulai mencium dan menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah itu. Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan. Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi.

Kini Tante Ayu kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya, “Blesss.. belssss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya, dan Tante Ayu menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Ayu, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di liang kewanitaannya. Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Ayu untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, “Crooot.. crott.. croottt..” air maniku muncrat di dalam mulut Tante Ayu. Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas. 

Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil. sesampainya di villa Tante Rika sekitar jam 8 malam. Lalu mobil masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Rika memanggil penjaga villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi. kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Rika.

Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. 


Batang kemaluanku diserang oleh Tante Eli dan Tante Rika, sedangkan Tante Ayu kusuruh dia mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Ayu. Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar biasa.

Kemudian kulihat Tante Eli sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. bleeesss..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Eli, lalu Tante Eli menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan yang hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Ayu, sedangakan Tante Rika meremas-remas payudara Tante Eli.

Beberapa jam kemudian, Tante Eli sudah orgasme dan Tante Eli terkulai lemas dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku. Kini giliran Tante Rika yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleesss.. bleesss..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Rika. Sama seperti Tante Eli, pinggul Tante Rika dinaik-turunkan dan diputar-putar.

Setengah jam kemudian, Tante Rika sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga, langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Rika, lalu kusuruh Tante Ayu untuk berdiri sebentar, dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. .bleeess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Ayu. 

Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante Ayu, dan terdengar desahan hebat,
“Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang.. enak..”
Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang.

“Akhhh.. akhhh..” terdengar lagi desahan Tante Ayu.
Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di liang kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu. Aku merasakan liang kewanitaan Tante Ayu basah dan ternyata Tante Ayu sudah keluar.


Aku merubah posisi, kini Tante Ayu kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya, “Blesss.. blessss.. blessss..” batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Ayu,
“Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku.
“Di dalam aja Sayang..” pintanya.

Klik Games Online Uang Asli


Kemudian, “Crottt.. crooottt.. croottt..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Ayu, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Ayu sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya. Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.
Share:

Cerita Sexsex Puas Kuperkosa Guruku Ramai Ramai

Sexsex Puas - Bel MASUK Telah berbunyi, aku Segera menyedot Habis Sisa rokokku, seperti biasa aku nongkrong di Kantin Bersama teman-temanku, mereka pun merokok DENGAN Tenang di Kantin. TIDAK ADA Yang Berani menegur Kami terutama PADA aku, guru bahkan kepala sekolah pun Dan TIDAK akan Berani, KARENA Ayahku pemilik sekolah inisial. Ayahku akan melakukan apapun untuku, bahkan kepala sekolah Yang dulu dipecat gara-gara memarahiku karna aku air minum miras dikelas. Aku Sangat berkuasa di sekolahan inisial. 
Cerita Sexsex Puas Kuperkosa Guruku Ramai Ramai


Saat sedang asik menghisap Sebatang Sisa rokoku ITU aku dikejutkan SEBUAH bentakan Dari Belakang. 

"Heey !!! Berani Sekali Kalian merokok disini !!!. 

Aku menengok KE Arah Suara ITU. Ternyata ITU Suara ibu guru, TAPI rasa-Rasanya aku Belum PERNAH Melihat hal guru Yang Satu inisial. Dia memakai kacamata berwajah manis, rambutnya Panjang Terikat, Tubuhnya Tinggi, memakai rok Pendek, with dada Montok Dan Bokong bahenol, Sungguh ini mengundang nafsu. Aku Bisa menebak dia Adalah guru baru. Dia Belum industri tahu siapa orangutan Yang baru Saja besarbesaran bentak. 

Dia Berjalan menghampiri Kami. Akupun beranjak Dari Tempat duduku Dan Berdiri menantang DENGAN santai, Setengah batang rokoku pun menempel di mulutku, membuatku terlihat keren. 

"Kalian fikir Suami Dimana?!? Kalian Lancang Sekali, Buang Rokok Kalian sekarang JUGA!" 


Kami TIDAK sekalipun Gentar DENGAN ucapannya. Kembali ku nikmati rokoku DENGAN hd ku Yang keren, Lalu menghembuskan asapanya KE Wajah bu guru ITU seksi. Dia sedikit menghindar namun Tetap terkena secepatnya ITU, Dan MEMBUAT wajahnya menyeringai. 

"Kurang AJAR KAMU!" ucapannya DENGAN Sangat marah. Mencari Google Artikel Cepat tangannya merebut Rokok Yang berada PADA tanganku Dan membuangnya JAUH. 

Hal ITU menaikan emosiku, TIDAK ADA Yang Berani melakukan ITU sebelumnya. 

"Tolong ambil Lagi Rokok Yang Mengajukan Buang ITU" ucapku Tenang TAPI meneror. 
"Ya Ampun kamu, Lancang Sekali sama ibu guru". 
"Ibu TIDAK dengar? Tolong ambil Lagi Rokok ITU!" ucapku Lagi DENGAN mata melotot. 
"Kenapa ibu Harus melakukanya? Jika kamu menginginkan Masih Rokok ITU ambil Sendiri Dan hisap sepuasnya, TAPI Penghasilan kena pajak ITU, ibu pastikan kamu TIDAK akan menginjak sekolah Suami Lagi! Kalian JUGA!" dia menunjuk keempat temanku. 
"Uhhh NGERii" kata Kami berlima kompak. 

"Hmmm ... Saya beri kesempatan Mengajukan Satu kali Lagi, Ambilkan Rokok ITU bu" 
"Apa? Kalian ITU murid Yang edan! Berani-beraninya Melawan guru" 
"Jadi, ibu TIDAK mau mengambil Rokok ITU.?" 
"Sampai matipun Mengajukan TIDAK sudi!" 
"Oke kalau ibu bersikeras, TIDAK apa-APA, TIDAK masalah". 

Penjaga Kantin Hanya Bisa tertegun Melihat hal Kami berdebat, tentu Saja karna dia Takut Padaku. Emosiku tak tertahan. Ku kedipkan Mataku Memberi sinyal Kepada KE Empat temanku. Merekapun mengerti maksudku. Mencari Google Artikel secepat kilat mereka menyekap ibu guru ITU. Ada Yang memegangi serbi, kesemek Dan Mulut. 

"Apa-apaan Suami !!!" teriakan bu guru Masih terdengar Walau mulutnya dibungkam. "Kalian Kurang terbuka, mau Kalian apakan aku ha? Tolong !! Tolong !!" . 
"Kita bawa dia KE Kelas, kitd nikmati Tubuh semoknya Disana" Kataku.

Mendengar ucapanku mata bu guru langsung melotot ketakutan. 
"TOLONG TOLONG" teriaknya tak henti namun karena mulutnya terbungkam yang terdengar hanyalah raungan.


Kamipun membawanya ke kelas. Ternyata sedang ada guru yang mengajar, Pak Heru nama gurunya. Pak Heru kaget dengan apa yang kami bawa. 
"Ibu Wiwi! ?" ucap Pak Heru kaget. dia lalu menghampiri kami. 
"Tolong saya pak" teriak ibu Wiwi mengharap bantuan Pak Heru.
"Nak Herman, e.. e.. kenapa dengan ibu Wiwi?" tanya Pak Heru ketakutan. 
"SANGE!" aku jawab dengan lugas.teman-teman sekelas pun tertawa. lalu aku berjalan masuk kelas dan sempat mendorong Pak Heru yang sedikit menghalangiku. 

Ibu Wiwi sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi, Pak Heru yang di harapkan bisa menolongnya justru ketakutan tak berdaya. 
"Pak tolong saya, bapak ini bagaimana sih!" ibu Wiwi merengek. 
"e... e...anu bu e... saya takut dipecat bu".
"dipecat siapa? dia? emang dia siapa?"
"E... anu bu, dia .. dia.. dia itu anak dari pemilik sekolah ini bu". 
"Tapi ini kan sudah menyalahi aturan pak! tidak apalah kita dipecat pak!" 
"Ibu tidak mengerti, saya mempunyai tanggungan , saya memiliki istri, 2 anak dan utang2 yang belum dilunasi, biayanya darimana kalo gak dari sini bu, ibu sih gampang masih mudah belum berumah tangga."

Ibu Wiwi hanya bisa menangis, meronta pun dia fikir percuma. 

"Ngobrolnya udah? kalo udah arisanya kita kocok sekarang" kataku nakal. 
"Sini Pak Heru" 
"A..a..ada apa nak Herman"
"Tolong lucuti pakaian ibu Wiwi"
"A..a..apa?"
"Cepat!"
"E...e... iya "

Ibu Wiwi melotot dan meronta tak karuan. 
"Jangan pak, jangan!" 
"Maafkan aku bu, ini demi keluargaku" kata Pak Heru yang tangannya telah memegang kancing kemeja dekat leher bu Wiwi. 

Ibu Wiwi menangis tersedu-seduh, beriringan dengan kancing kemejanya yang satu persatu mulai terlepas. Belahan payudara montok yang masih terbungkus BH pun terlihat sangat menggodo. Pak Heru menelan ludah menyaksikan susu bu Wiwi yang menggairahkan itu. Pak Heru tidak bisa mengelakan matanya, walaupun dia tidak tega, tapi nafsunya juga membuatnya ingin melototi belahan susu bu Wiwi.
Kancing kemeja bu Wiwi pun sukses dilepas semuanya oleh Pak Heru. 

"Teganya kamu pak!" ungkap bu Wiwi kesal diiringi tangisan.
"maafkan saya bu" Pak Heru menunduk.

"Oke, sekarang giliranku" kataku sambil melepas kemeja bu Wiwi. Dan tubuh putih sexy bersama payudara besar yang masih terbungkus BH pun terpampang. Satu kelas pun menyoraki "mantap" terutama siswa laki laki. 
"Gimana? kalian suka susu bu Wiwi? hahaha" Aku bercanda licik. 

Langsung aku remas2 payudara bu Wiwi yang masih tertutup BH itu. 
"AH... AH... AH... hentikan!" teriak bu Wiwi sambil menggeliat geli.
"Gila Gede banget ternyata susu guru ini! dipompa mungkin ya?" Teman sekelas pun tertawa.
"Kalian ingin melihat putingnya?" tanyaku pada teman2. Merekapun menjawab mau dengan kompak. 
"Oke, ini diaaa!!" ku tarik BH bu Wiwi kebawah dan melontarlah kedua susu bu Wiwi. 
"ini lho yang namanya puting" kataku sambil mencubit dan memilit gemas puting bu Wiwi.
"OUUWGH... OUUWGH sakitt!" teriakan bu Wiwi yang mendesah. 

Kusuruh keempat temanku membalikan badan bu Wiwi, dan aku mulai meremas-remas bokong bahenol bu Wiwi. 
"Yahuuuu... ini pantat tersemok yang pernah aku remas! mantap" teman sekelas pun sama bernafsunya denganku. bahkan ada yang sudah mengocok kontolnya. 
Ku buka resleting rok bu Wiwi dan ku plorotin roknya, hingga bokong besar nan bahenol yang terlapisi sempak putih pun terobral gratis. Bu Wiwi semakin menangis dia tak percaya hari pertamanya mengajar akan seperti ini.

"Pak Heru, kamu jangan kemana-mana, disini aja, awas kalo pergi" ancamku.
"eee.. iya nak Herman, emang ada apa?"
"ah sudahlah nurut saja." jawabku sambil melanjutkan mengelus dan meremas pantat bu Wiwi yang semakin membuatku bergairah.
"Wow pantatnya bu Wiwi putih dan mulus banget, kontolku gak bisa diajak komromi lagi neh".


"Ibu jangan kentut ya... aku selepet nanti pantat ibu kalau kentut hahaha" kataku becanda dan kembali membuat ruangan ramai.
"Herman cepetan dong dibuka sempaknya, aku udah gak tahan neh ahhh" teriak salah satu siswa sambil berdiri di atas meja dan mengocok kontolnya. Dia pun langsung jadi pusat perhatian. 
"Heh kamu, buka sempak emak kamu di rumah sana" Ruangan kelas pun makin gaduh.

Ibu Wiwi masih dalam posisi menungging dan sudah setengah pasrah. Tangisanya tak henti, namun tak membuatku iba, karena aku sudah terlanjur emosi sama dia.
"Inilah saat yang kalian tunggu-tunggu" Seluruh siswa laki laki pun berteriak kegirangan. 
"Kalian siap melihat memeknya bu Wiwi?" langsung dijawab mau oleh seluruh siswa laki laki
"INIII DIA MEMEK BU Wiwi" teriaku sambil melorotkan sempaknya hingga kebawah, dan dua lubang kenikmatan bu Wiwi pun akhirnya terlihat . Kelas pun bertambah gaduh, ada yang sudah tidak sabar dan maju kedepan.
"Tenang...tenang kalian akan kebagian jatahnya" kataku menenangkan.
"Aku yang akan menikmati 2 lubang milik bu Wiwi ini terlebih dahulu." 

Aku mengeluarkan jagoanku dengan cepat, dan ku pamerkan pada seluruh siswa.
"Kalian mau ini?" kataku sambil memamerkan kontolku didepan kelas. 
"tidak ada yang mau? , masa cuma bu Wiwi yang mau, ya sudah, buat ibu aja neh haha" aku membalikan badan ku dan langsung menghujamkan kontolku ke liang vagina bu Wiwi. 
"OOUUUUCHHH" teriak bu Wiwi kaget.
"Gila , sempit banget lubang kemaluanya bu Wiwi, ternyata dia masih perawan, memeknya menjepit kontolku begitu keras! OOOUUGHH nikmat" 
"OH..OH.. OH.. kurang ajar kamu" kata bu Wiwi sambil mendesah seiring keluar masuknya kontolku dari vaginanya.

Tak beberapa lama kemudian, darah perawan bu Wiwi pun mengucur keluar. 
"Sialan , kontolku dikotori ama memeknya bu Wiwi, mampus , sekarang kamu udah gak perawan" 
"Ohhhh... sakit.. ampun.. " bu Wiwi menangis mengerang.
Tiba-tiba bu Wiwi menggeliat tak karuan sepertinya dia telah orgasme pertama. 
"OOOOOOUUUGGHH" 
"enak banget kamu udah orgasme"
Cairan kewanitaanya pun mengalir dari pinggir vaginanya membuat kontolku mudah menembus memeknya.

"Ooouuughhh" aku berteriak panjang tatkala kurasakan spermaku sudah diujung kemaluanku. Langsung ku lepas kontolku dari memeknya bu Wiwi dan aku mencari mulut bu Wiwi. Dengan keras aku paksa mulut bu Wiwi mengulum kontolku. Zlept..zlept.. bunyinya. Kontolku pun tak bisa menahan lebih lama lagi karena kuluman bu Wiwi sangat nikmat, akhirnya kontolku menyemprotkan sperma yang begitu banyak didalam mulut bu Wiwi. 
"Ooooooohhhh" kurasakan kenikmatan yang tiada tara.

Kepala bu Wiwi kutekan agar kontolku seluruhnya masuk ke mulut bu Wiwi, lalu ku tutup hidung bu Wiwi dan otomatis sperma yang ku semprotkan tadi ditelan habis oleh bu Wiwi. Ku lepaskan kontolku yang masih saja kokoh dari mulut bu Wiwi. Ternyata spermaku belum tertelan semua, masih ada yang tersisa dimulut bu Wiwi. spermaku menetes dari mulut bu Wiwi yang menganga jijik. 
"OUUGH.. KURANG AJAR KAMU! Sperma mu sangat tidak enak rasanya" ungkap bu Wiwi sambil menangis. 
"Nanti kau akan kenyang kok tenang aja masih banyak sperma yang bakal kamu telan bu"
"Apa?"
"AYO siapa lagi yang mau merasakan nikmatnya tubuh bu Wiwi"
Semua siswa laki2 pun berebutan. Ada yang memasukan ke vaginanya , ada yang ke anusnya, ada yang meremas-remas nenennya , ada yang memaksa mengulum dan bu Wiwi tidak berdaya hanya bisa menjerit dan menangis. Semua siswa akhirnya dengan kompak menyemprotkan peju mereka ke tubuh bu Wiwi, ada sekitar 18 siswa yang menyemprotkan pejunya, tubuh bu Wiwi pun bermandikan peju.


"Huh, kasian, cantik2 bau ompol" kataku sambil menggesek-gesekan kontolku ke nenennya bu Wiwi.
"Aku mohon hentikan pemerkosaan ini, tubuhku sudah tidak berdaya, aku telah orgasme berkali2, aku gak kuat lagi, kemaluanku bisa lower nanti"
"Kamu masih kuat kok, tapi kalau masalah lower sih sudah pasti, memek lu sekarang kayak ember , lebar..haha"

"Pak Heru, sekarang giliranmu" Pak Heru kaget mendengar ucapanku. 
"ma..ma maksudnya ?"
"guru goblok, maksud aku, sekarang giliran bapak ngentotin bu Wiwi"
"APA?" kata Pak Heru dan bu Wiwi kompak. 
"Ja..jangan Pak Heru, jangan mau, aku mohon, vaginaku sudah terlalu sakit" bu Wiwi menangis kencang.
"CEPAT Pak Heru!" perintahku.
"i...iya" Pak Heru mendekati tubuh bu Wiwi yang telah terkulai lemas dilantai.

Pak Heru mengeluarkan kontol kepunyaanya. Sangat besar rupanya, bu Wiwi sampai melotot ketakutan melihatnya. 
"Wow.. besar sekali, kayaknya memek ibu bakal sobek neh, bakal jadi tontonan yang menarik ini" kataku.
"Terlalu besar pak! terlalu besar! jangan pak jangan!"
"Sekali lagi maafkan saya bu"
Pak Heru pun pelan-pelan memasukan kontolnya ke vagina bu Wiwi.
"Owwwwwwwwwggghh" bu Wiwi mendesah. 

"Ah lambat amat pak? gini lho" aku mendorong pantat Pak Heru, agar lebih cepat keluar masukin kontolnya.
"OOOHHHGGRRHH.. VAGINA KU BISA HANCUR PAK!"
"Oohh" Pak Heru mendesah secara spontan. 
"Apa? pak? kamu menikmati ini?! kurang ajar juga bapak ini!" kata bu Wiwi kesal
"bukan begitu bu, siapa lelaki yang tidak mendesah saat melakukan hal seperti ini walau terpaksa, aku tidak akan berani menusuk-nusuk kemaluan ibu jika bukan karena Herman bu." bu Wiwi pun mulai pasrah memeknya diobrak abrik kontol besar Pak Heru 


beberapa saat kemudian, Pak Heru mengerang. 
"oooh ... aku mau keluar, bagaimana ini" 
"Jangan dicabut, keluarin peju bapak di dalem memeknya bu Wiwi"
"Apa? jangan pak jangan! aku bisa hamil.. oouuhhh...
"CEPAT PAK KELUARIN DIDALEM! KALO GAK BAPAK SAYA.."
"Iya iya, aku semprotkan didalam" Pak Heruk ketakutan.
"Bapak sungguh tega padaku" bu Wiwi kesal bukan main.
CROT...CROT..CROT , Pak Heru menyemburkan lahar kenikmatanya didalam vagina bu Wiwi.
"OUUUhh" Pak Heru keenakan.
"pak! pak! pak! ouuggh... kamu benar-benar melakukanya? aku merasa ada cairan hangat rahimku.. ouuh.. kurang ajar kamu pak!"

Beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu, aku dengar bahwa bu Wiwi tengah hamil. Dan Pak Heru pun dituntut bertanggung jawab, dan kabarnya bu Wiwi akan jadi istri kedua Pak Heru. selamat deh Pak Heru dapet istri cantik dan bohay.

Klik Games Online Uang Asli Terpercaya

Share:

Cerita Sexsex Puas Ketika Saya Mabuk Minuman

Sexsex Puas - Yiona ialah nama gadis yang menjadi gebetanku namun sampai memasuki bulan ke tiga aku belum pun mampu memenangkan hatinya. Meskipun dia tahu bila aku ialah laki-laki yang sudah dapat di bilang berhasil tapi dia memang bertolak belakang dengan gadis lainnya, Yiona tidak memandang materi yang aku dapat. Umurnya masih 22 tahun lain jauh denganku yang telah 30 tahun dan tadinya aku pikir dia tidak inginkan menerimaku sebab perbedaan umur kami.

Cerita Sexsex Puas Ketika Saya Mabuk Minuman


Tapi sesudah dia coba sampaikan bahwa dia masih hendak mengenalku lebih dekat. Akhirnya akupun bisa merasa tenang, Yiona biasa memanggilku dengan panggilan mas Dika. Dan aku sendiri biasa memanggilnya dengan sebutan Yio saja, nyaris setiap hari kami bertemu di kantor. Karena Yio adalah karyawan baru di perusahaan yang aku pegang sendiri, tadinya aku bersikap biasa saja di depan semua karyawanku.

Namun sebab Yio begitu susah aku dapatkan kesudahannya akupun bersikap terbuka bila aku terdapat hati padanya. Sehingga tidak sedikit bahkan nyaris sebagian karyawanku tahu bila aku suka pada Yio, sebetulnya aku tergolong cowok kaku andai berhadapan dengan seorang wanita. Karena tersebut juga sampai saat ini aku belum pernah mengerjakan adegan laksana adegan dalam kisah ngentot, meskipun sering aku pergi ke lokasi hiburan yang tidak sedikit gadis penghiburnya.

Cerita Sexsex Puas Ketika Saya Mabuk Minuman


Bahkaan dengan Yio akupun tidak tahu mesti bersikap laksana apa. Akhirnya aku hanya dapat memberikan perhatian layaknya atasan pada bawahannya, tapi sering pula aku memberinya sinyal bila aku terdapat hati padanya. Sebenarnya aku telah di wanti-wanti oleh rekan dekatku guna segera mengaku perasaanku bila tidak bakal ada orang yang lebih dulu melakukannya, namun rasa maluku lebih banyak rupanya.

Tapi suatu ketika aku menyaksikan Yio jalan bersama rekan kerjanya yang tergolong bawahanku juga. Mereka santap siang di kantin perusahaan, entah aku tidak dapat mendustai perasaanku bila saat tersebut aku begitu cemburu bahkan rasa sakit aku rasakan dengan sedemikian rupa. Sejak saat tersebut aku bertekad guna melakukannya, akupun berinisiatif guna pergi saja ke lokasi tinggal Yio tanpa memberitahunya lebih dulu.

Aku memang sengaja tidak datang malam minggu namun sebelum tersebut yakni malam sabtu. Aku pergi mengarah ke rumah Yio, sepanjang perjalanan aku telah bertekad untuk mengaku perasaanku padanya, hingga di depan lokasi tinggal Yio aku langsung turun dari mobil. Di depan rumahnya aku menyaksikan seperda motor terparkir di depan, barangkali milik Yio menurutku dan akupun mengurangi bel yang terdapat di depan pintunya.

Cerita Sexsex Puas Ketika Saya Mabuk Minuman


Tidak berapa lama lantas Yio yang membukakan pintu, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Tapi kesudahannya menyuruhku guna masuk kedalam rumahnya, akupun masuk dan di ruang tamu tersebut aku menyaksikan Bagus cowok yang aku temui sering bareng dengan Yio di kantor. Diapun menjabat tanganku sambil berbicara “Pak Dika..” Akupun menjabat tangannya namun aku tidak dapat mendustai mata mereka bila aku kecewa.

Sekedar basa basi akupun segera pamit saat bagus pamit lebih dulu. Aku langsung bilang bila aku melulu mampir dan jadilah aku yang pergi dari lokasi tinggal Yio sementara Bagsu masih sedang di sana, aku tidak dapat menyangga rasa kecewa pulang rasa sakit dalam hati melanda. Aku kalah, kalah pada seorang karyawan yang adalah bawahanku. Aku mesti melupakan Yiona gadis yang sekitar ini menjadi tambatan hatiku.

Sejak saat tersebut aku mengolah sikapku aku seakan cuek, bahkan aku jarang memanggilnya ke dalam ruanganku meskipun melulu untuk memungut fail yang telah menjadi pekerjaaanya. Sikap tersebut aku ambil supaya aku tidak begitu tidak jarang bertemu dengannya sampai-sampai aku bercita-cita dapat mengatur hatiku yang terasa kosong, dan akupun menjadi tidak jarang pergi mendatangi gadis penghibur yang lebih mengasyikkan hatiku.

Mereka selalu menyerahkan senyuman tiap kali aku mengajaknya, hingga akhirnya akupun menikmati atau mengerjakan adegan dalam kisah ngentot. Saat tersebut aku telah mabuk karena tersebut aku menyimpulkan untuk kembali saja ke rumahku, sehingga aku tidak sadar bila aku kembali dengan membawa seorang gadis penghibur. Aku tahu saat sampai di dalam kamarku aku melihatnya melepas pakaian yang dia pakai.

Cerita Sexsex Puas Ketika Saya Mabuk Minuman


Sehingga nampak jelas lekuk tubuhnya dan pun bagian viral tubuh mulusnya. Diapun mencumbuku dengan menghirup wajahku sampai semakin kebawah dan sampai pun pada kontolku, yang langsung dia lahap dengan semangatnya “OOouuugghh…. ooouuuggghhh….. ooooouuugghh….aaaaagggggghhh….aaaagggghh..” Terasa begitu nikmat pada kontolku yang mengalir pada masing-masing sekujur tubuhku sebab memang baru kali ini aku mengerjakan adegan laksana dalam kisah ngentot.

Gadis tersebut semakin binal melakukannya sebab dia tidak saja mencium kontolku namun mengulumnya dalam mulutnya “OOoouuuggghh……ooouuuggghh…ooouuggghh…. aaaaagggghhhh…nik..matnyaaa..” Desahku yang begitu merasakan setiap sentuhan yang dia berikan padaku, dia mainkan kontolku sekarang dengan teknik mengocoknya akupun dapat menyaksikan wajahnya ternayat gadis ini begitu cantik dan masih muda pula.

Karena urusan tersebut juga ku semakin bergairah saja. Karena tidak bisa menahannya kesudahannya akupun unik tubuhnya kemudian aku tindih di atasnya, laksana dalam adegan kisah ngentot akupun memasukkan kontolku pada vaginanya. Kemudian aku bergerak “OOOuugghh…ooouuugghh… maaas… aaaggghhh… nik… mat…. mas… aaaagggggghh..” Aku hendak memuaskan gadis ini karena tersebut aku berjuang untuk tidak memuncratkan spermaku.

Cerita Sexsex Puas Ketika Saya Mabuk Minuman


Tapi sebab nikmatnya pun khirnya kupun semakin mempercepat gerakanku sampai kami berdua sama-sama merintih “OOOuuugghhhh… saaaaa…… yanggg… aaaaggghhh… aaaagggghhh… aaaaagggh….aaaaagggghh.. akuuuu…. aaagggghh… aaaaggghhhhh..” Saat itulah sesuatu yang nikamt mengalir dan menyatu pada selangaknganku dan tidak berapa lama lantas akupun menumpahkan spermaku pada memek gadis ini.

Gadis ini masih berada di lokasi tidurku ketika aku terbangun pagi ini. Aku lihat dia begitu cantik, tapi saat aku mendaratkan ciumanku pada bibirnya kembali bayang-bayang Yio terdapat di depan mataku. Akupun mundur dan segera masuk dalam kamar mandi, Yio mengapa aku tidak bisa melupakan gadis yang satu ini. Akupun segera bergegas ke kantor dan berniat guna melamar Yio hari ini, entah dia bakal menerima cintaku atau tidak. Tamat.

Mainkan Games Online Uang Asli

Share:

Label

333
333
333