Cerita Seks Kepuasan Bersama Oknum Polisi

Cerita Seks Kepuasan Bersama Oknum Polisi

Cerita Sexsex Puas - Susan adalah seorang nyonya muda berumur 27 tahun dan belum memiliki anak. Dalam kehidupan perkawinannya dengan Herman selalu berjalan mulus dan penuh kebahagian.Susan dikarunia postur tubuh yang cukup tinggi 161cm dan berkulit putih mulus dan ditambah tonjolan buah dada yang sedang. Pasangan ini dalam kesehariannya selalu sibuk dalam mengejar kariernya.

Putra adalah eksekutif pada sebuah bank swasta terkenal dikota solo dan Susan juga bekerja pada sebuah bank pemerintah dikota yang sama.Putra dikantornya menduduki posisi yang amat menentukan dan tidak heran ia slalu di tugaskan keluar daerah untuk melakukan ekspansi bank tersebut.


Hari itu malam minggu , seperti biasanya Putra dan Susan malam itu keluar rumah untuk menghilangkan kepenatan selama dalam pekerjaannya.Malam itu tujuan mereka adalah sebuah Restoran ternama yang terletak pada sebuah hotel dikota itu.. Dengan kebahagiaan yang dalam pasangan ini menikmati suasana malam di restoran itu sambil makan malam. Setelah merasa kenyang dan menyelesaikan pembayaran, Pasangan ini lalu beranjak pulang . Putra menyetir BMWnya keluar dari pelataran parkir hotel itu menuju kejalan raya.

Suasana jalan malam itu amat ramai dan dipenuhi oleh pasangan2 muda yang bermalam minggu. Namun dalam keramaian itu tanpa disengaja Putra mobilnya menyenggol mobil di sebelahnya. Lalu Putra menepikan mobilnya dan mobil yang terserempet olehnya tadi juga menepi. Putra keluar dari mobilnya dan melihat keadaan mobilnya, oo,, nggak apa apa cuma lecet dikit ! kata Putra kepada Susan. Namun tidak demikian dengan pengemudi mobil Kijang itu. Sopirnya yang berbadan kekar dan ditaksir berumur 53 tahun itu marah marah disertai kata kata kasar kepada Putra. Heyyyy… kemana aja mata kamu haaaaaa…. hardik sopir itu. maaf pak saya yang salah , jawab Putra sabar. Coba kau lihat bumper mobilku.. kata sopir itu lagi, hancur kan? Nah kamu harus menggantinya kalau tidak malam ini kau ku tahan kata sopir itu lagi.Putra melihat mobil bapak itu, dan memang penyok dan ia bersedia menggantinya.

Sopir kijang itu lalu meminta SIM Putra , Lho apa hak bapak minta SIM saya kata Putra, asal kau tahu ya anak muda, aku polisi sini, kau bisa ku bawa kekantor bagaimana? Haaa… dengan arogan Bapak berkata pada Putra. Lalu Putra menyerahkan SIMnya pada oknum polisi itu.Karena hari saat itu malam, Putra minta pada oknum itu untuk menyelesaikan masalah itu esok harinya, sambil memberikan alamat rumahnya. Oknum itupun menyanggupi setelah sempat memandang kedalam mobil Putra dan melihat Susan yang malam itu sangat cantik dan anggun dengan blus ungu ketat.

Susan yang berada dalam mobil saat itu melihat kejadian itu dengan cemas dan mengkhawatirkan Putra dengan melihat kesombongan oknum itu.Setelah oknum itu dan Putra sepakat menyelesaikan masalah itu esok harinya di rumah Putra. Lalu masing2 masuk kemobilnya dan bergerak untuk pulang.


Minggu pagi itu seperti yang di sepakati, oknum itu datang kerumah Putra dan diterima Putra dengan baik. Dengan sedikit basa basi oknum itu memperkenalkan diri dan namanya adalah Budi dan bertugas di kepolisian kota itu dengan pangkat iptu.Pagi minggu itu disepakati untuk kebengkel bersama Putra untuk menanyakan perbaikan mobil Iptu Budi itu.Sebelum berangkat Susan dengan ramah menyilahkan tamu itu untuk minum pagi dulu setelah berjabat tangan dengan oknum polisi itu. Oknum polisi yang bernama Budi itu amat terpesona akan kecantikan Susan yang pagi itu amat segar bugar dengan kaos ketat dan celana 3/4 sampai betis.

Lalu Putra dan Budi berangkat kebengkel dengan mobil Budi. Setelah di ketahui yang rusak dan yang harus diganti maka Putra menyetujui anggaran perbaikan mobil Budi itu dan karena Putra tidak membawa mobil maka Dijanjikan esok hari Senin mobil Pak Budi masuk bengkel. Siang harinya Budi menagntar Putra kerumahnya yang terbilang asri dikota itu. Setelah pamit pada Putra dan Susan maka Budi pulang.

Senin itu mobil Pak Budi di perbaiki dibengkel dan baru selesai esok harinya. Setelah mobilnya selesai dan kembali seperti sedia kala maka Budi mendatangi rumah Putra malam selasa itu untuk minta tambahan biaya perbaikan.

Setiba dirumah Putra malam selasa,ia mengetuk pintu rumah itu.Pak Budi memencet bel dan tidak lama kemudian pintu dibuka oleh Susan. Oo… pak Budi apa kabar pak? tanya Susan sambil menyilahkan Budi masuk kedalam ruang tamu saat itu. Mengenai yang kemaren Buk.. kan pak Putra berjanji akan menambah kekurangan biayanya. jawab pak Budi. Oo ya… saya ngerti jawab Susan… Tapi Mas Putra sedang ke Medan untu seminggu ini dan ia titip pesan bahwa masalah itu biar saya saja yang handel , terang Susan. baiklah bu… saya ngerti koq jawab Pak Budi. Wah…. mau minum apa pak? tanya Susan .. saya teh saja bu… jawab Budi.. bentar ya pak… saya bikinkan…kata Susan sambil beranjak kedapurnya. saat itu Timbul pikiran kotor di otak Budi karena Susan hanya sendiri dan suaminya tidak dirumah ditambah oranglain tidak ada.Maka ia berencana untuk menaklukan Susan karena sejak ia lihat malam itu di mobil ia slalu membayangkan sosok Susan.

Beberapa saat kemudian Susan keluar dari dapur dan membawa minuman dan sedikit makanan kecil. Nih pak tidak seberapa dicicipi ya pak? Susan menyilahkan tamunya minum sambil jongkok . Saat itu Budi melihat belahan dada Susan yang putih mulus itu ditutupi bra putih.Lalu Susan duduk didepan pak Budi.sambil berbincang bincang kesana kemari dan hari beranjak malam saat itu, namun pak Budi belum juga mau pulang. Sedang Susan sudah salah tingkah malam itu. Sebab ia merasa tidak enak hati jika menyuruh tamunya pulang .

Budi adalah Oknum polisi yang sudah berpengalaman dengan wanita . Sebagai polisi ia amat pintar memanipulasi keadaan dan memancing informasi dari seseorang. Dengan keahliannya ia pancing Susan untuk memberitahukan ttg kehidupannya ttg pekerjaan dan kehidupan ranjangnya. Tanpa disadarinya Susan terjebak dalam alur manipulasi Budi yang seumur dengan ayahnya itu.


Susan yang biasanya amat membanggakan Putra dalam berbagai hal ,saat itu tak berkutik dengan kata2 Budi yang menerangkan bahwa sebagai laki2 Putra itu tidak bisa dibanggakan karena tidak bisa melindungi istrinya ditambah sampai saat ke tahun 3 perkawinan mereka belum di karunia anak. Susan merasa di telanjangi dan merasa pikirannya kosong dengan kemampuan Budi membawa emosi Susan kearah pemberontakan diri.

Dengan sedikit menggeser duduknya kesamping Susan, Budi dengan leluasa memegang jari Susan yang saat itu terpaku. Sambil berkata, Dek Susan nggak usah khawatir, serahkan masalah adek itu pada saya , bujuk Budi,sambil merangkul bahu Susan kedadanya.Susan menurut seakan ia mendapat tempat perlindungan saat itu.sambil membelai rambut dan balik telinga Susan Pak Budi terus memberikan sugesti dan manipulasi keadaan pada Susan.Susan terhanyut karena nya.

Budi yang penuh dengan pengalaman bisa mengusai Susan dan seperti terhipnotis, Susan menurut saja dan memejamkan matanya saat Budi mencium bibirnya yang merah jambu itu. Lalu tangan kekar yang ditumbuhi bulu itu meraih pinggiran buah dada Susan dan memilinnya.Susan hanya terdiam dan hanyut terbawa alunan permainan tangan Budi. Lalu Budi menghentikan tindakannya dan minta diri untuk pulang karena malam sudah larut. Ia tahu saat itu Susan telah pasrah akan perbuatannya namun ia untur karena ia tidak mau terburu nafsu. Bu… saya pulang ya? Besok saya kesini lagi.. ooo ya bagaimana jika saya jemput dari kantor besok? tanya Budi… ooo nggak usah pak. Dirumah saja jawab Susan seakan memberi peluang pada Budi untuk datang esok malam.

Malam yang dijanjikan itu dengan menumpang taksi Budi sampai dirumah Susan. malam Bu… sapa Budi.. ooo masuk pak… duduk dulu ya? kata Susan. malam itu Susan berdandan seperti menanti seorang yang istimewa. Dengan bincang2 sebentar lalu pak Budi pindah duduk disamping Susan dan memulai tindakan yang tertunda malam kemaren. Susan yang saat itu memang telah dikuasai Budi membiarkan setiap tindakan tangan dan mulut Budi yang berani membelai dada dan meremasnya.

Karena malam itu Budi ingin menjalankan aksinya maka ia berdiri dan mengunci pintu rumah itu dari dalam. Lalu ia kembali kesamping Susan dan dengan leluasa memegang apa saja yang ia sukai di tubuh Susan. Budi merasa tidak nyaman di ruang tamu itu lalu membimbing Susan kekamarnya. Dikamar yang asri dan ber AC itu Budi lalu melepaskan satu persatu busana Susan hingga yang tertinggal hanya bra dan cdnya saja. Dengan keahlian dan lihainya ia giring Susan untuk menurut. Budipun lalu membuka busananya dan lalu kedua makluk berbeda usia itu sama2 bugil dan membelai. Budi dengan sosok yang keakr diusianya yang mulai tua itu tapi penisnya tidak demikian penisnya tegak berdiri dan siap disarangkan ke kemaluan Susan.

Budi lalu memberikan kesempatan pada Susan untuk mengulum penisnya… Susan dengan malu lalu mengulumnya dalam bibirnya dan menjilatnya hingga penuh semua rongga mulutnya. Sedang Budi pun terus memasukan jari tangannya kekemaluan Susan dan memainkan klitoris Susan. Tidak lama kemudian Susan orgasme dan lobang vaginanya basah oleh cairan cintanya. pak Budi belum juga klimak namun pada waktu ke20 ia keluarkan maninya dimulut Susan dan tertelan oleh Susan, saat itu Susan mau muntah karena ia tidak biasa begitu dengan suaminya.


Susan berlari kekamar mandi dengan bertelanjang, dalam kamar mandi ia muntah dan berusaha mengeluarkan mani Budi.namun tetap ada yang tertelan olehnya. Kemudian ia kembali kekamar dan melihat Pak Budi Tiduran dan memandang kearahnya. Bagaimana Rin? Kita lanjutkan? Tanya Budi sabar. Susan diam. Kediaman Susan memberi sinyal bahwa Budi harus merangsangnya lagi.

Budi lalu kembali membaringkan Susan di ranjang yang biasa ditiduri Susan Degan Putra itu. lalu Budi menjilati permukaan kulit Susan yang penuh keringat itu hingga Susan kembali bergairah dan siap untu babak kedua.Setelah beberapa saat di ransang maka Budi bersiap untuk menjalankan babak terakhir. Ia angkat kedua kaki Susan yang putihmulus itu, lalu ia buka dan letakan di bahunya yang kekar itu.Penisnya tegak terarah kemulut lobang Susan. Sekali dorong masuklah kepala penisnya dan memang agak sempit karena belum pernah melahirkan. Susan merasa ngilu di lubangnnya.. pakk… aduhhh sakit pak… sambil tangannya mencengkram bahu Budi. Tenang San…. bentar lagi ya… Budi berhenti dan kembali ia hujamkan penisnya hingga mentok Susan menjerit aduhhhhh… pakkkkk… dan dari sudut matanya keluar air mata karena menahan sakit di hantam penis Budi yang luar biasa besar dan panjangnya itu.

Nonton film semi 18+ disini klik Saat penisnya telah masuk semua Budi mendorong keluar masuk lambat lambat dan mempercepat gerakan maju mundur. Sementara Susan memegang erat lengan Budi dan keringatnya mengucur deras dari kulitnya yang pitih mulus itu. Sesekali payudaranya di remas Budi denag tangannya dan mulutya mengulum bibir Susan. Karena kerasnya goyangan dan gerakan Budi hingga membuat payudara Susan turun naik mengikuti irama gerakan Budi itu.

Dengan takluknya Susan pada Budi maka ia dengan penuh semangat terus memompa hingga Susan orgasme berulang ulang. 5 Menit kemudian Susan telah lemas dan tak bertenaga barulah Budi memuntahkan air maninya didalam vagina Susan. Penisnya ia biarkan didalam lubang itu hingga mengecil. Susan merasa setiap sendi tulangnya lemas dan lunglai saat itu diam saja. pak Budi masih tetap diatas tubuh Susan dan tertidur. Tubuhnya yang hitam kekar itu masih terus menutupi tubuh Susan yang penuh campuran keringat kedua manusia itu.


Malam itu merupakan malam kemenangan Budi karena telah dapat menguasai Susan. paginya saat bangun Susan merasa capai dan ia minta izin untuk tidak kekantor. Selama siangnya dirumah Susan Budi mengulangi persenggamaaan itu, hingga sorenya baru ia pulang. Susan setelah kejadian itu mendapatkan kepuasan sex yang belum pernah ia rasakan selama perkawinannya . Sejak saat itu secara sembunyi2 Susan dan Budi melakukan hub terlarang itu baik di rumahnya atau hotel.

Susan telah menjadi wanita yang butuh kehangatan , iapun terus menjaga ritme hubungan dengan suaminya Putra. bagaimanpun ia tidak ingin rumah tangganya terganggu oleh affairnya dengan Budi yang notabene seusia ayahnya dan oknum polisi itu. Nonton Film Semi Korea Klik Disini.
Share:

Cerita Seks Istriku Selingkuh Sama Temanku

Cerita Seks Istriku Selingkuh Sama Temanku

Cerita Sexsex Puas - Seperti halnya umumnya orang lain, setelah selesai Kuliah kemudian cari kerja dan nikah. Demikian pula dengan kehidupan yang kujalani, sejak setamat dari SLTA di Kotaku di Jawa Tengah, aku melanjutkan Kuliah di Bandung di suatu Universitas ternama. Tahun 1994 adalah tahun kelulusanku dan di tahun itu pula aku diterima di suatu Perusahaan BUMN setelah melalui penyaringan beberapa kali dan sangat ketat. Kehidupan ini kujalani seolah tanpa hambatan, lancarlancar saja, tidak seperti yang kebanyakan orang bilang bahwa kehidupan ini penuh perjuangan dan sulit untuk mencari kerja. Hal ini pernah aku syukuri bahwa ternyata aku diberikan banyak kemudahankemudahan oleh Tuhan didalam mengarungi kehidupan dijaman serba sulit ini.


Karena telah merasa cukup dan sedikit mempunyai kemampuan untuk membina Rumah Tangga maka pada tahun 1995 aku beranikan diri untuk melamar dan melakukan kesepakatan untuk menikah dengan seorang gadis Cantik idamanku yang sejak semester awal kuliah aku mengenalnya dan sejak saat itu pula aku bersepakat untuk pacaran. Sebut saja namanya Wati, gadis asal Jawa Barat dengan kulit putih mulus yang sangat terawat dengan rambut hitam kelam yang lebat. Hal ini sangatlah wajar karena ditunjang dengan kemampuan materi Orang Tuanya yang sebagai pengusaha. Perbedaan usia hanya satu tahun antara aku dan Wati yang sekarang sudah menjadi istriku, aku lebih tua dan kini usiaku 36 tahun.

Banyak temantemanku bilang bahwa aku adalah lakilaki yang sangat beruntung bisa beristrikan seorang wanita seperti Wati istriku. Disamping orangnya baik, supel, cantik, padat berisi, kaya lagi. Bulubulu halus tumbuh agak lebat dilengannya yang sangat mulus. Pernah seorang teman bilang bahwa dijalan raya saja banyak kendaraan apalagi diterminal. Hal itu memang suatu kenyataan dan merupakan gaya tarik yang sangat luar biasa yang bisa menimbulkan birahi yang menggebugebu bila melihat istriku Wati telah melepaskan semua pakaian yang menutupinya, dengan kulit yang putih mulus dan bulubulu hitam lebat diantara pangkal kedua belah pahanya yang sangat kontras, sungguh hal ini yang membuat aku semakin tak tahan untuk berpisah lamalama dengan istriku. Tinggi badan istriku 167 cm dan beratnya saat ini sekitar 53 kg.

Kehidupan rumah tanggaku telah kujalani dengan penuh kebahagiaan selama kurang lebih delapan tahun, apalagi pada tahun ketiga pernikahanku telah lahir seorang anak lakilaki yang tumbuh dengan sehat dan lucu yang kini telah berusia 5 tahun. Ditambah lagi pada tahun keenam pernikahan, kami pindah ke rumah yang kami beli dari hasil jerih payahku sendiri selama ini walau hanya merupakan rumah KPR bertype 45. Kalau dibandingkan dengan rumah mertua sangatlah tidak seimbang dan istriku sangat menyukainya karena segala sesuatunya dialah yang mengaturnya tanpa harus campur tangan orang lain seperti sebelumnya yaitu di rumah orang tuanya.

Dirumah kami inilah awal dari segala perubahan kehidupan yang aku rasakan sangat bahagia menjadi suatu siksaan dan tekanan bathin yang menimpa diriku hingga kini. Awalnya setelah hampir setahun tinggal dirumah sendiri, istriku berangsuransur sudah mempunyai kebebasan, keleluasaan termasuk untuk menyampaikan unegunegnya yang selama ini terpendam, yang aku sendiri sebagai suami telah disadarkan bahwa ternyata didalam kehidupan sexual istriku masih banyak ketidak puasan atas sikap dan kemampuanku sebagai seorang suami selama ini. Memang selama ini aku didalam melakukan hubungan senggama tidak bisa bertahan lama, paling lama mungkin hanya 20 menit itupun kalau aku dalam kondisi fit.


Walau sebelumnya sudah melakukan pemanasan dan aku sering melihat, merasakan bahwa memek istriku sudah basah pertanda adanya rangsangan. Tragisnya bila pemanasan dilakukan terlalu lama maka semakin aku tak tahan untuk berlamalama. Aku telah berusaha berkalikali untuk pengaturan waktu agar terjadi kelambatan dan penundaan dalam penyemprotan (ejakulasi), semua itu pasti mengalami kegagalan. Yang aku rasakan bila sedang berhadapan dengan istriku dalam melakukan senggama adalah gairahku yang menggebu dan kenikmatankenikmatan yang tiada tara bila penisku telah kumasukan dalam memeknya, dan berikutnya aku slalu tidak bisa mengendalikan diri lagi sehingga dalam tempo yang singkat pertahananku pasti tak terbendung lagi. Perlu diketahui bahwa sejak pernikahan hingga kini hampir tiada perubahan atas alat kewanitaan istriku, selalu terasa sempit dan nikmat. Hal ini dimungkinkan karena pada saat melahirkan anakku satusatunya dengan cara Caesar sehingga secara phisik tidak banyak perubahan.

Aku telah berusaha untuk mengkonsumsi obatobatan dan sering pula untuk konsultasi ke dokter tetapi hasilnya belum juga adanya hasil dan perubahan yang diharapkan atas daya tahanku. Pada awalawal pernikahan dulu, aku bisa melakukan senggama berulangulang hingga 4 atau 5 ronde dalam semalam dan itupun umumnya yang ke 4 atau ke 5 yang mempunyai daya tahan dan dapat mengimbangi kemauan istriku. Tapi saat ini dua rondepun sangat sulit aku lakukan, biasanya bila telah mengeluarkan sperma, badanku terasa lunglai dan ngantuk yang amat sangat. Mungkin hal ini akibat berat badanku yang sudah tidak seimbang lagi dengan tinggi badanku dimana perutku sudah membuncit dan sama sekali tidak atletis. Tinggiku 170 cm dan beratku 83 kg.
Sejak masa SLTP aku mempunyai kegemaran atau hobby yang hingga kini masih sering aku lakukan.

Kegemaran tersebut adalah bermain Catur. Kegemaran ini sering aku lakukan dengan orangorang atau teman pada saatsaat senggang dan sudah merupakan rutinitas hingga kini yaitu pada setiap Jumat malam aku bermain catur dengan seorang tetanggaku yang bWatima Rudi. Kadang Sabtu malampun bila samasama tidak mempunyai acara lain yang lebih penting kami asyik bermain Catur hingga kami betulbetul sudah capek dan suntuk. Sabtu dan minggu kebetulan samasama merupakan hari libur buat kami berdua. Dia kami kenal sejak pindah di perumahan yang kami tinggali saat ini dan Rudi ini walau sudah bekerja, mempunyai rumah sendiri dan berusia mendekati angka 33 belum juga menikah. Orangnya tampan dan mempunyai tinggi tidak beda jauh dengan diriku, hanya saja badannya lebih atletis. Disamping mempunyai kegemaran bermain Catur, dia juga mempunyai jadwal rutin untuk bermain tennis. Rudi inilah yang akhirnya semakin membuat bathinku menjadi tertekan dan tak berkutik untuk menghadapai gelombang percaturan cinta istriku hingga kini.


Dengan media papan catur ini, hubungan antara keluargaku dengan Rudi menjadi akrab dan dekat. Kedekatan yang masih dalam batas wajarwajar saja, begitupun hubungan antara istriku Wati dengan Rudi, masih dalam etika kewajaran tanpa ada sesuatu yang perlu dicurigai. Sudah menjadi kebiasaan istriku, bila kami sedang bermain catur dan anakku sudah lelap tidur, istriku ikut juga menemani sambil memberikan dukungan untuk menyediakan secangkir kopi dan aneka camilan. Karena sudah terbiasa dan akrab, dalam menemani kami bermain catur, istrikupun dalam berpakaian juga biasa saja yaitu kadang pakai celana pendek ataupun baju tidur dan biasanya istriku hanya mampu menemani hingga jam 12 malam yang selanjutnya berpamitan untuk tidur lebih dulu. Permainan catur ini kami lakukan diruang keluarga dengan beralaskan karpet dan kadang dalam menemani kami, istriku menggelar kasur lipat sambil nonton TV.

Aku pernah beberapa kali melihat mata Rudi mencuricuri pandang pada bagianbagian tubuh indah istriku pada saat menemani kami bermain catur ataupun pada saat istriku sedang tiduran dikasur lipat tapi semua itu aku abaikan. Dan pernah aku rasakan permainan catur Rudi sangat tidak bagus dan kurang kosentrasi, dan setelah aku cari tahu penyebabnya ternyata aku melihat bahwa matanya sering terarah ke paha mulus istriku yang saat itu duduk disebelahku. Inipun aku abaikan bahkan aku merasa bangga mempunyai istri yang memang penuh dengan kekaguman. Tapi suatu Jumat malam kirakira enam bulan yang lalu, pada saat permainan catur baru beberapa babak, aku merasakan kantuk yang amat sangat setelah minum kopi yang disediakan istriku dan hal ini kusampaikan pada istriku yang saat itu menemani kami.

Ma.. Papa kok ngantuk berat yaa..
Masak sih.. Papa khan udah minum kopi? Masak masih ngantuk juga..

Dan berikutnya aku nggak bisa tahan lagi, aku terlelap dan tak ingat apaapa lagi. Apakah Rudi langsung pamitan pulang, akupun tak tahu. Yang aku tahu pagipagi aku bangun dalam posisi ditempat tidurku dalam kondisi badan yang sangat segar.

Jumat malam berikutnya berjalan biasa saja, permainan caturku dengan Rudi berakhir hingg jam 3 pagi dan Rudi berpamitan untuk pulang. Begitu juga dengan Jumat malam selanjutnya tanpa ada rasa kantuk tapi Sabtu malam kami bermain catur lagi karena samasama tidak mempunyai acara masingmasing dan rasa kantuk menyerang aku lagi sekitar jam masih menunjukan pkl 10.15 malam. Kali ini aku pamitan untuk tidur dan Rudi kuanjurkan untuk pulang. Pada saat masih tersisa kesadaran sebelum terlelap, aku sempat istriku berbicara sama seseorang sesaat setelah mengantarku ke kamar tidur dan kejadian selanjutnya aku tak tahu apaapa.


Timbul tandatanya dan curiga pada diriku, kenapa rasa kantuk begitu tibatiba, dan akhirnya aku sempat curiga telah terjadi sesuatu pada istriku apalagi akhirakhir ini tampilannya tambah seksi dan merias diri. Aku tidak mau sembrono dengan semua ini dan aku tidak mau menyakiti istriku atas kekeliruan akibat kesalah dugaanku yang tanpa bukti. Maka pada saat menjelang tiba jadwal catur rutinku dengan Rudi, aku mempersiapkan diri mengatur strategi agar semua apa yang ada dibalik kecurigaanku bisa terjawabkan. Sekitar jam 7 malam, aku telah mengkonsumsi (minum) obat anti kantuk. Hal ini aku lakukan karena aku telah curiga bahwa didalam minuman kopi yang disediakan istriku telah dicampuri obat tidur.

Permainan catur dimulai sekitar jam 19.30, semua berjalan seperti biasanya. Istriku menemani dengan tampilan terkesan sangat ceria. Kopipun aku minum seperti biasanya tapi hanya seperempat gelas saja. Sekitar jam 10.00 malam, aku merasa sedikit kantuk, dan sesuai strategi dan rencana, aku purapura ngantuk sekali dan selanjutnya aku purapura tak tahan lagi sehingga istriku memapahku ketempat tidur. Beberapa saat kemudian, sayupsayup terdengar istriku melakukan dialog dengan seseorang dan dengan perlahanlahan aku intip dari lubang kunci, ternyata istriku sedang duduk berhadaphadapan diantara papan catur dengan Rudi. Mereka seolaholah lagi bermain catur.

Beberapa menit kemudian istriku beranjak menuju kekamar tidurku dan buruburu aku segera memposisikan diri seolah tertidur lelap. Istriku menggoyanggoyangku seolah mau membangunkanku.
Pa.. Pa.. gimana nih caturnya? Mau dilanjutin?
Aku diam seolah pulas sekali dan istriku keluar kamar yang sebelumnya menyelimutiku dan menghidupkan lampu tidur dikamarku.
Sekitar dua menit kemudian, aku mencoba mengintip lagi dari lubang kunci, ternyata papan catur telah ditinggalkan begitu saja. Diantara kerasnya suara TV, aku masih sedikit mendengar bahwa istriku telah melakukan aktifitas, apa itu, akupun belum tahu.
Kemudian aku ambil kursi rias yang ada dikamarku secara perlahan dan kutaruh dekat pintu. Dengan harapan aku bisa melihat aktifitas istriku melalui ventilasi diatas pintu kamarku. Betapa terkejutnya aku, ternyata istriku sedang berpagutan mesra diatas kasur lipat dengan Rudi. Badanku secara mendadak menggigil dan mengeluarkan keringat dingin. Aku bingung dan serba salah, apa yang harus aku lakukan, aku tak tahu. Sejenak aku ingin membuka pintu dan menghentikan tindakan pengkianatan yang dilakukan istriku dan Rudi, tapi keberanian itu menjadi padam begitu aku teringat bahwa istriku sering mengeluh atas ketidak mampuanku untuk bertahan lama dalam senggama. Aku bingung dan kulihat lagi mereka yang ternyata tangan kanan Rudi telah menyelinap didalam celana pendek istriku.. Och.. semakin aku tak mampu berbuat apaapa. Sekilas sempat aku berpikir mungkin perbuatan mereka kali ini bukan yang pertama kali dan semakin aku yakin bahwa selama ini istriku telah sengaja memasukan obat tidur pada kopiku sehingga mereka leluasa untuk bermain catur birahi dan dengan demikian maka tetangga yang lain tak akan pWatih curiga.

Rudi dengan semangatnya melahap bergantian kedua puting susu dihadapannya dan tangannya telah berhasil memelorotkan celana pendek istriku. Aku hanya termangu menyaksikan aksi mereka berdua yang nampak saling semangat dan saling menyerang. Jantungku semakin berdebar. Sesaat kemudian mereka berdiri sambil melepaskan pakaian masingmasing, sesaat kemudian baik istriku dan Rudi telah telanjang bulat. Kontol Rudi telah berdiri kencang dan tegak, diameternya tidak beda jauh dengan punyaku tapi panjangnya mungkin sedikit lebih panjang punya Rudi.


Istriku dipepetkan ditembok, mereka saling berciuman dengan ganas sekali, tangan kanan istriku meremasremas kontol Rudi dan tangan kanan Rudi menggeseknggesek memek istriku. Terlihat istriku tidak sabaran, kontolnya Rudi diarahkan ke memeknya dengan sedikit kaki kiri istriku diangkat Rudi maka masuklah senjata Rudi pada memeknya, terlihat istriku memejamkan mata.

Oooch.. kocok Dik Rudi.. kocok..
Dengan gerakan naik turun, Rudi mengocok berulangulang dan badan mereka berdua semakin mengkilap karena keringat.
Cek.. cek.. pleek.. plek.. ceck..

Sesaat kemudian kocokan Rudi berhenti
Mbak Wati.. enak sekali memeknya.. terasa kenyuutkenyuut..
Kontolmu juga Dik Rudi.. gagah perkasa..
Kemudian gantian kaki kanan istriku diangkat dengan tangan kiri Rudi dan kocokan dilanjutkan lagi.

Och.. ooch.. enak Dik.. teeruuss.. kocok teruuss..
Mbak.. aku mau keluar Mbak..
Jangan dulu Dik Rudi.. jangaann.. akuu masih pingiinn lamalama Dik
Nggak tahaann Mbaak.. aku nggaak tahan.. uenaakk Mbakk..
Terlihat Rudi menghentikan kocokannya dan semakin menekan dalamdalam kontolnya dalam memek istriku..

Maaf Mbak.. aku nggak tahaann.. maaaf.. oocchh.. oocchh..
Istriku memeluk eraterat tubuh Rudi seolah nggak mau dilepas seterusnya..
Kenapa buruburu dikeluarin Dik.., aku belum dapet lho..
Sabar Mbak.. betulbetul aku nggak tahaann.. wuennaakk buuanget.. memek Mbak hangett sekali dan waouw.. suereett Mbaak..
Sesaat kemudian terlihat kontol Rudi terlepas dari memek istriku dan dibarengi tetesan sperma dari dalam vagina istriku dan istriku mengambil handuk kecil untuk mengeringkan keringat serta membersihkan memeknya.

Oochh hanya segitu kemampuan si Rudi (pikirku), aku agak lega ternyata kemampuannya tidak beda jauh dengan kemampuanku. Aku menghela nafas panjang, dan berharap mudahmudahan istriku menjadi kapok karena tidak terpuaskan oleh Rudi dengan begitu pasti tidak akan mengulanginya lagi. Tapi.. kenyataannya lain dari dugaanku..

Rudi betulbetul dapat layanan spesial dari istriku, diambilkannya segelas air minum dingin dan diminum bergantian dengan istriku. Sambil bersandar di dinding, kaki Rudi diselonjorkan dan istriku mendekati Rudi dengan duduk berhadapan diatas pangkuannya
Mbak.. susunya masih kenceng dan bulubulu memek Mbak yang lebat ini (sambil tangan kanan Rudi mengelus mesra memek istriku), membuatku ingin tiap malam bertandang kerumah Mbak ini..

Sama Dik Rudi.. aku sendiri tiap hari rindu sama kontolmu yang ini.., (sambil tangan kanan istriku mengelus kontol Rudi yang masih lunglai)..


Mereka saling kecup dan saling pagut kembali, tangan kiri Rudi memeluk punggung istriku dan tangan kanannya mengeluselus secara bergantian gumpalan bokong istriku yang mulus dan menggairahkan, sesekali jari tengah Rudi mengusap memek dan permukaan anus istriku sehingga istriku melakukan gerakangerakan berkedut akibat geligeli nikmat
Ouuw.. ouucwww.. woouuwww.. geli Dik Rudi..
Tak kalah lihainya, tangan kanan istriku meremasremas Kontol Rudi yang sudah agak mulai mempunyai semangat baru.

Badan Rudi bergeser kearah kasur lipat yang sedari tadi belum dimanfaatkan sambil istriku tetap dipangkuannya. Dan sekarang istriku dalam posisi diatas dan masih menunduk karena pagutan yang terlihat mulai panas kembali.

Kedua tangan Rudi meremasremas bongkahan bokong istriku yang semakin lama bergerak berputarputar tak karuan. Istriku terlihat mulai bangkit lagi semangatnya yang terpendam akibat belum terpuaskan. Kecupan demi kecupan istriku menjalar dari bibir Rudi, ke leher, ke dada dan puting Rudi dan terakhir berhenti sejenak mengulum membasahi helm kontol Rudi yang sudah berdiri tegak siap perang kembali. Istriku terlihat sudah nggak tahan begitu melihat kontol Rudi tegak menantang, dan segera dituntun untuk dimasukkan kedalam memeknya. Diputarputar kepala kontolnya di bibir memeknya yang sedikit berlendir dengan tangan kanannya dan sesaat kemudian, blless.., istriku sedikit menjerit histeris.
Woouuwww.. heehhii.. heehhii..


Badan istriku sedikit bergetar dan diam sejenak sambil kedua tangannya bertumpu pada dada Rudi, sebaliknya kedua tangan Rudi meremasremas buah dada istriku.
Mulanya dengan gerakan sedikit memutar dan kemuadian istriku menaik turunkan pantatnya.
Teruuss Mbak.. terruuss Mbak.. teerruuss..
Kocok Mbak Wati sayang.. kocokk.. putaarr.. dan.. teerruuss..
Woouwww.. woouwww.. enakk Dik.. woouwww..

Sambil sedikit membungkuk, istriku melakukan gerakan tarik tekan berulangulang, semakin lama semakin cepat dan beberapa saat kemudian..
Woouuwww.. woouuwww.. akuu mau keluar Dik Rudi.. woouwww..
Gerakan tarik tekan istriku semakin kenceng dan mendadak terdiam sambil pantatnya berdenyutdenyut menekannekan..
Woouuwww.. woouwww.. aakkuu keluar Dik Rudi saayyaanngg..
Mereka saling berpelukann erat dan pantat istriku masih berdenyuutt kenyuutt menekannekan seolaholah Kontol Rudi akan dilahap dimasukkan kedalam memeknya sedalamdalamnya tanpa sisa..
Wwoouuwww..

Napas istriku terlihat tersengalsengal dan berangsurangsur menjadi diam tanpa gerakan sedikitpun karena lunglai kenikmatan yang habis diraupnya. Bibir Rudi dikecupnya berulangulang..
Terimakasih Dik Rudi.. terimaksih.. wuennaakk sekali..
Rudi mulai sedikit melakukan gerakan menaik turunkan kontolnya dimemek istriku perlahanlahan dan gerakan itu rupanya disambut oleh istriku yang masih ingin mencari kenikmatankenikmatan yang sudah lama tidak didapatkan dari aku suaminya.
Dengan posisi sedikit dirubah, istriku bertumpuh dengan kedua lututnya disamping pinggul kiri kanan Rudi, istriku mulai memompa dan menggosokgosokan memeknya pada tiang kemerdekaan Rudi. Perlahan tapi pasti dan semakin lama semakin cepat kocokankocokan yang dilakukan mereka berdua. Istriku dengan gerakan angkat tekan dan Rudi gerakan tarik dorong keatas sekencangkencangnya dan itu semua menimbulkan bunyi.


Istriku mulai terpancing lagi dan..
Zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww..
Terruuss.. yyaa.. teerruuss.. hmemmhh.. yaa..
Gerakan mereka berdua semakin berpacu.. kencang.. dan keraass seolah mereka mau mengakhiri semuanya dan..
Aku mau keluar lagi Dik Rudi sayaangg.. teerruuss.. teerruuss..
Mendadak istriku memeluk erat dada Rudi, gerakan sama sekali berhenti dan kembali lagi bongkahan pantat istriku berdenyutdenyut menekannekan tanda kenikmatan yang tiada tara.

Mbak Wati.. memeknya semakin licin dan kenyuuttkennyuutt Mbak
Wuenakk Mbak.. kontolku terasa dipijitpijit.. Mbak Wati sayaang..
Setelah berhenti melakukan gerakan beberapa saat, istri langsung dibalik oleh Rudi sehingga posisinya dibawah. Ternyata Rudi belum sampai final. Dengan rakusnya Rudi menghisap puting susu istriku yang semakin memerah dan kenceng.
Istriku menggelinjangnggelinjang keenakan dan pantat Rudi mulai memompa naik turun.

Gerakan Rudi memompa naik turun lama sekali. Kemudian Rudi menghentikan kocokannya dan akhirnya kaki kiri istriku diangkat tegak lurus dan ditekantekannya kontolnya sekencangkencangnya.
Teruuss.. teruuss.. Dik Rudi.. teruuss.. dinding rahimku terasa tersundulsundul.. wuennaakk Dik.. teruuss dikk..
Rudi mengganti kaki kanan istriku yang sekarang diangkat dan tekanan demi tekanan semakin membuat keringat mereka berdua bercucuran.

Dalam hatiku, edan tenan tetanggaku ini. Di satu sisi dia sebagai lawan seru caturku. dan disisi lain ternyata dia menjadi lawan tanding birahi sex istriku. Aku mangaku kalah dalam mengontrol daya tahan tetapi aku tak boleh menyerah.. aku harus bisa.. tapi.. apa mungkin aku bisa. Aku sedari tadi diam tertegun melihat keganasan mereka berdua dan aku hanya bisa meremasremas kontolku yang basah karena lendir akibat terangsang hebat. Badanku terasa kelu dan kaku karena depresi, tegang dan amarah yang menjadi satu.


Kulihat lagi permainan mereka, dan ternyata kini kedua kaki istriku diangkat dengan cara tangan kiri Rudi memegang pergelangan kaki kanan istriku dan sebaliknya tangan kanan Rudi memegang pergelangan kaki kiri istriku. Yang menjadi iri dan aku tertegun, selain Rudi masih mengocok kontolnya, kedua kaki istriku dimainkan dengan cara dirapatkan tegak lurus dan kemudian dikangkangkan, begitu terus berulang dan terlihat dari mimik wajah istriku, dia menikmati semua gerakan yang dilakukan oleh Rudi.
Ech.. ouw.. ouw.. yaou.. teruuss.. terruss.. oeii..

Beberapa menit kemudian gerakan maju mundur Rudi semakin kencang dan..
Mbak.. aku nggak kuat lagi Mbak.. aku keluarin didalam yaa..
Nggak papa Dik.. semprotkan semuanya di dalam.. ayoo..
Dan gerakan Rudi mendadak berhenti sambil memeluk kedua kaki istriku, pantatnya semakin ditekankan kedepan dan berkedutkedut.
Oochh.. ouch.. creett.. creutt.. cruutt..
Rudi rebah dipelukan istriku..
Share:

Cerita Seks Serunya Berselingkuh Di Hotel

Cerita Seks Serunya Berselingkuh Di Hotel

Cerita Sexsex Puas - Aku seorang ibu rumah tangga biasa namaku Maya setiap hari aku berada di rumah, akhirnya akupun mencari kesibukan dengan banyak berkumpul dengan para wanita sosialita. Sebenarnya hidupku tidak sepi-sepi amat karena aku tinggal di rumah keluarga suamiku, ada kedua mertuaku yang masih sibuk bekerja juga di perusahaannya sendiri. Juga anakku yang kini sudah dua orang Siska 3 tahun dan Herman 12 tahun.

Akupun memiliki suami mas Iwan yang bertanggung jawab pada keluarga, diapun begitu hot memuaskan aku di dalam melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita sex paling hot, tapi akupun menghianatinya juga. Mungkin aku terbawa pergaulan dengan teman-temanku yang menganggap selingkuh sudah di anggap hal yang biasa bahkan katanya membuat kita lebih bergairah menjalani kehidupan ini.


Tepat di usia pernikahanku yang ke 12 tahun aku menghianati suamiku, dan bukan dengan orang lain melainkan dengan orang rumah juga. Meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan keluarga suamiku tapi dia tinggal di rumah besar ini juga. Namanya mas Jepri dia merupakan sopir keluarga, setiap hari kerjanya mengantar orang rumah ke kantor dan kembali lagi ke rumah sampai tenaganya di butuhkan.

Oleh karena itu mas Jepri selalu berada di rumah setiap hari, karena aku selalu sibuk dengan arisan dan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku akhirnya mas Jepri yang sering mengantarku. Awal mula aku tertarik padanya ketika aku meminta dia untuk masuk kedalam ruangan tempat kami mengadakan acara, saat itu dia membawakan barang yang akan aku bawa.

Tapi di dalam semua pada heboh bilang “Aduuh jeng Maya suaminya cakep banget jeng..” Aku kaget dan hendak mengklarifikasi tapi ketika semua berkata seperti itu akhirnya akupun hanya tersenyum saja “Mas boleh kenalan tidak..?” Kata jeng Rika pada mas Jepri dan aku lihat mas Jepri begitu tersipu malu di buatnya dan ketika aku melihatnya dengan seksama dia memang begitu cakep dan gagah.

Sejak hari itu aku selalu memperhatikan mas Jepri bahkan aku seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan cerita sex. Padahal kehidupan seks dengan suamiku masih sama seperti dulu, tapi akhir-akhir ini aku sering melamunkan mas Jepri bahkan tidak jarang aku membayangkan melakukan adegan cerita hot bersamanya. Aku benar-benar terhipnotis pada mas Jepri.

Lama kelamaan akupun tidak mampu membendungnya segala cara aku coba untuk mengambil hatinya “Mas Jepri beli aja buat keluarganya…” Kataku sembari tersenyum ketika kami sedang berada di sebuah toko pakaian di salah satu mal “Saya belum menikah bu…” Wiihhh mendengar dia berkata seperti itu akupun menjadi lebih senang lagi akhirnya akupun membelikannya baju yang pas buat dia.


Untuk melancarkan aksiku aku bukan cuma membelikannya baju tapi juga sering curhat sesuatu yang gak penting padanya, sampai akhirnya kamipun menjadi begitu dekat tapi kemudian aku sadar kalau aku harus bersikap wajar di depan mereka semua. Karena pernah sekali ketika aku melewati dapur secara tidak sengaja aku mendengar Lisa pembantuku yang genit.

Berkata seperti ini pada mas Jepri “Mas Jepri kok deket sama bu Maya.. jangan ada apa-apa ya..” Jepri langsung menjawab “LIs..kamu ini apa sih..jangan fitnah gitu lho” Kata mas Jepri marah dan mbok Sinah pembantuku yang lain berkata “Huuss..kamu tuh LIs.. awas kedengaran majikan di pecat kamu..” Lisa manggut-manggut sambil manyun “Ya..iya Lisa kan cuma bercanda..”.

Karena aku mengubah sikapku pada Jepri di depan mereka akhirnya merekapun tidak pernah mencurigai aku suka pada mas Jepri. Sampai pada suatu ketika aku sedang ada acara di luar kota dan harus menginap setelah aku pamit pada suamiku dia memutuskan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri dan Jepri menjadi pilihannya untuk mengantarku aku senang mendengarnya.

Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Jepri, setelah melakukan perjalan selama kurang dari 6 jam kamipun sampai. Aku istirahat di hotel tempat aku menginap aku beda kamar dengan Jepri, tapi setelah terbangun dari tidur istirahatku akupun segera mandi dan keluar memesan makanan ke dalam kamar hotel sekaligus melancarkan aksiku untuk berdua dengan mas Jepri aku sengaja memesan untuk dua orang.

Setelah aku telpon dia untuk datang ke kamarku, diapun datang dan menyantap makanan yang telah aku pesan. Setelah itu kami mengobrol berdua sampai akhirnya aku dapat membuat gairah mas Jepri bangkit, ketika aku mendekatkan tubuhku padanya diapun langsung agresif dengan memelukku lalu mecium bibirku kamipun saling pagut dengan mesra dan gairah kami berdua sama-sama memuncak.


Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh..” Aku mencoba mendesah tepat di telinganya hingga diapun semakin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa menghiraukan apapun lagi aku begitu menikmatinya.

Hingga tidak terasa kini tubuhku sudah dalam keadaan telanjang dan mas Jepri sudah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Dia masih bertanya lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh..” Kataku sembari langsung mendesah begitu dia bergoyang di atas tubuhku yang sudah menggeliat.

Bagai pemain dalam adegan cerita hot kami terus berburu “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun sama-sama menikmati adegan seks ini, di tambah aku semakin hot ikut menggoyangkan tubuhku juga karena benar kata teman-temanku melakukan hubungan intim dengan selingkuhan lebih nikmat rasanya.


Tidak lama kemudian kamipun sama-sama mendesah dan mengerang dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua sama-sama terpuaskan berulang kali mas Jepri menciumku dan akupun senang dia melakukan hal itu kini tubuh kami sudah basah bersimbah keringat.

Sungguh aku begitu puas melakukan adegan cerita sex ini dengan mas Jepri, selama 3 hari kami melakaukan hal itu. Meskipun masih terasa kurang tapi akhirnya mas Jepri mengajaku pulang dia bilang takut ada yang curuga dengan hubungan kami. Dia memintaku untuk merahasiakan hal ini dan dia berjanji akan selalu ada untukku dan sampai detik ini kami masih berhubungan secara backstreet.
Share:

Cerita Seks Nafsu membuat kami terus berebutan air liur

Cerita Seks Nafsu membuat kami terus berebutan air liur

Cerita Sexsex Puas - Sebut namaku Irfan, semasa kuliah aku tinggal bersama kakakku Erik dan istrinya Diana. Aku diajak tinggal bersama mereka, karena kampusku dekat dengan rumah mereka, daripada aku kost. Usiaku dengan Kak Erik selisih 5 tahun dan Diana 2 tahun lebih tua dariku.


Karena Kak Erik bertugas di kapal, ia sering jarang di rumah. Sering kulihat Diana kelihatan kesepian karena ditinggal kakakku. Kuhibur dia dan akhirnya kami sering bercanda. Lama-lama Terkesan kalau Diana lebih dekat ke aku dibanding Kak Erik. Karena Kak Erik jarang pulang akhirnya kami sering keluar jalan-jalan. Dan terkadang kami nonton bioskop berdua untuk menghilangkan rasa sepi Diana. Sering Diana dikira pacarku, tentu aku jadi bangga jalan dengannya. Seluk beluk di dirinya membuat mata terpikat dan tak lepas melirik. Keesokan harinya sepulang kuliah kulihat rumah sepi. Sesaat aku bingung ada apa dan kemana Diana. Sesaat kulihat di celah pintu kamarnya ada cahaya TV. Segera kucek apa ia ada di kamar. Kubuka pintunya, sesaat kuterdiam, terlihat di TV kamarnya adegan yang merangsang, sekilas kulihat Diana sedang terlentang dan ia kaget akan kehadiranku. “Maaf Mbak!” sahutku dengan tidak enak.

Lalu kututup pintu kamar dan keluar. Sekilas teringat yang sekilas kulihat tadi. Diana sedang asyik memainkan buah dadanya yang besar dan daerahnya yang indah dengan sebagian kulit yang tak tertutup sehingga memamerkan beberapa bagian tubuhnya. Sesaat beberapa lama di dalam kamar. Rasanya kuingin menonton yang Diana tonton tadi. Lalu kusetel CD simpanan di kamarku. Tampaknya birahiku muncul melihat adegan-adegan itu, sesaat terlintas yang dilakukan Diana di kamarnya. Tubuhnya merangsang pikiranku untuk berkhayal. Akhirnya seiring adegan film aku berkhayal bercinta. Kukeluarkan penisku dan kumainkan. Sesaat aku kaget, Diana masuk ke kamarku. Rupanya aku lupa mengunci pintu. Ia terlihat terdiam melihat milikku. Wajahnya tegang dan bingung. Sesaat kami sama-sama terdiam dan bingung.

“Ma.. maaf, ganggu ya,” tanya Diana dengan matanya yang menatap milikku.
“Eh.. enggak Mbak, a.. ada apa Mbak,” sahutku dengan tanganku yang masih memegang milikku.
“Nggak, tadi ada apa kamu kekamar?” tanya Diana dengan bingung karena kejadian ini.
“Oh itu, sangkain aku rumah kosong, aku nyari Mbak,” sahutku sambil kumasukkan milikku lagi.
“Kamu nonton apa?” tanya Diana lalu melihat film yang kusetel.
“I.. itu.. sama yang tadi,” sahutku dengan isyarat yang ditonton Diana di kamarnya.
Diana terdiam sesaat sambil melihat film.
“Maaf Mbak, boleh pinjem yang tadi nggak?” tanyaku dengan malu.
“Boleh, kenapa enggak?” jawab Diana.
“Mau minjem Mbak.. apa mau nonton di sini?” tawarku kepada Diana.
“Sekalian aja deh, biar rame,” jawabnya.


Adegan demi adegan difilm kami lewati, dan beberapa kali kami mengganti film. Kami juga berbincang dan mengobrol tentang yang berhubungan di film. Mungkin karena kami sering berdua dan bicara dari hati ke hati akhirnya kami merasakan ada kesamaan dan kecocokan. Kami tidak canggung lagi. Rasanya kami sama-sama menyukai tapi kami sadari Diana milik kakakku. Kami akhirnya biasa duduk berduaan dengan dekat. Sering dan banyak film kami tonton bersama. Kami akhirnya mulai sering melirik dan bertatapan mata. Sesaat saat film berputar tanpa kami sadari, tatapan mata kami membuat bibir kami bersentuhan. Tampaknya gairah kami sama dan tak bisa dibendung dan kami tergerak mengikuti iringan gairah dan birahi. Aku pikir ciuman tak apalah, akhirnya bibir dan lidah kami saling bersaing. Nafsu membuat kami terus berebutan air liur.

Beberapa lama kami nikmati kejadian ini, kemudian kami tersadar dan berhenti. Kami hanya bisa diam dalam pelukan. Mata kami tak sanggup bertatapan. Rasanya bingung. Cukup lama kami berpelukan sampai akhirnya kami duduk biasa lagi. Kehangatan tubuh dan sikap Diana memancing birahiku. Beberapa lama kami tak bisa mengeluarkan kata-kata. Perlahan kubuai rambut panjang Diana. Tampaknya ia menyukainya. Perlahan tanganku mengelus pundaknya. Sesaat kami bertatapan lagi. Wajahnya dewasa dan cantik, kurasakan wajah yang mengharapkan sentuhan dan kehangatan. Kurasakan isyarat dari Diana untuk berciuman lagi. Tanpa basa-basi kulahap bibirnya, ahh nikmat rasanya. Bibirnya terasa lembut di bibirku. Lalu dada kami saling berhadapan. Sekilas kulihat buah dadanya yang besar. Lalu kupeluk Diana dengan maksud ingin menyentuh dan merasakan miliknya.

Sesaat kurasakan miliknya di dadaku, besar, empuk dan besar. Perlahan tanganku mengelus-elus pahanya yang lembut dan halus. Sebagai penjajakan kuelus selangkangannya, tampaknya ia menikmatinya. Kurasakan tanganku ia elus sebagai tanda ia menyukainya. Tanpa menunggu aku segera meraba-raba daerah sensitifnya. Sesaat tanganku ia raih dan ia giring ke dadanya. Ahh, akhirnya kurasakan buah dada yang besar di dekapan tanganku. Sesaat kurasakan milikku didekap tangan Diana, ahh rasanya aku menikmatinya. Perlahan tangannya memainkan, nikmat rasanya. Perlahan kulepaskan tangan Diana dari milikku. Kubuka sebagian celanaku sehingga milikku menghunus tegap. Kuraih tangannya dan kuarahkan ke milikku. Sesaat tangannya mendekap milikku, ia mainkan lalu beberapa lama kemudian wajahnya menuju ke milikku dan ia hisap. Ah, lembutnya mulut Diana. Rupanya ia suka menghisap milikku. milikku keluar masuk di mulutnya secara perlahan seiring tangannya yang mengayun-ayun milikku.


Perlahan kuangkat kaosnya sehingga terlihat buah dada yang tertutup bra. Kuraih kaitannya dan kulepas. Perlahan tanganku menyusup di branya lalu meraba dan meremas buah dadanya yang besar, halus dan lembut. Kurasakan putingnya yang kenyal mengeras, dadanya pun mengeras. Lalu tanganku menuju celana pendeknya dan kubuka bersama celana dalamnya. Ahh, indah tubuhnya bila tanpa pakaian dan sangat merangsang. Pinggangnya yang ramping dan pinggul yang lumayan, kulitnya putih bersih dan mulus. Kuelus-elus bokongnya yang halus dan lembut. Pahanya kuraba lalu bulunya dan tonjolan sensitifnya. Seiring hisapannya kumainkan bibir vagina yang sudah basah perlahan jariku masuk ke liang vaginanya. Kurasakan lembut di jemariku, nikmat rasanya.”Irfan.. oouuhh..” ucapnya seiring jariku yang tertancap di liangnya. Sesaat kemudian kurasakan gerakan mulut dan nafasnya tambah cepat. Kurasakan air liur Diana membasahi milikku.

Cukup lama mulutnya bermain sampai ku tak tahan menahan maniku. “Mmmhh..” ucap Diana seiring semburanku di dalam mulutnya. Kurasakan mulutnya tetap menghisap milikku, lalu maniku dan terus sampai beberapa lama. Kemudian bibirnya selesai bermain. “Udah De?” sahutnya dengan isyarat apakah aku puas. Aku tersenyum melihat wajah cantiknya yang memucat dan merangsang. Rasanya milikku belum puas masuk di mulutnya. Kemudian ia terbaring dengan jariku yang masih masuk di liangnya. “Mbak yang ini belom,” sahutku dengan isyarat jariku yang keluar masuk di liangnya.”Emang kenapa?” tanyanya dengan isyarat wajah yang menanyakan apa keinginanku. Kemudian kubuat posisi bersetubuh. Kaki Diana mengangkang lebar dan terangkat seakan siap bermain. Bibir vagina yang agak merah terlihat jelas olehku. Milikku yang terhunus akhirnya menyentuh bibir vaginanya yang lembut yang sudah basah. Perlahan kumasukkan dan akhirnya hilang tertelan di liang Diana yang lembut.


“Mmhh..” desah Diana dengan dagunya yang perlahan terangkat dan telapak kakinya memeluk pinggulku. Milikku keluar-masuk diliangnya dan dada Diana membusung seakan tidak kuat merasakan kenikmatan sentuhanku. “Ooouuhh.. oouuhh..” berulang desahan itu Diana keluarkan. Beberapa lama kurasakan nikmatnya tubuh Diana. Perlahan kurasakan pinggul Diana bergerak sehingga mempercepat gesekan penis dan liangnya. Sessat ia dekap tubuhku. Tubuhnya menegang. “Irfan..” ucapnya dengan getaran kenikmatan. Aahh Kurasakan penisku didekap kuat liang Diana. “Ooouuhh,” desah nikmat Diana. Kulihat Diana mulai melemas pasrah. Melihat ini gairahku meningkat seakan tubuhnya santapanku. Nafsuku membuat milikku keluar masuk dengan cepat. Ahh, puncakku disaat penisku masih di dalam liang Diana. Aku tak dapat menahan semburanku karena nikmatnya tubuh Diana. “Ooouuhh..” desah Diana mengiringi setiap semburanku. Milikku kubiarkan tertancap terus. Tampaknya Diana tak menolaknya. Tubuhku belum puas menikmati tubuhnya. Terkadang tanganku menikmati dada dan putingnya. Dan beberapa kali kami berciuman lagi. Aku tak peduli walaupun bibirnya bekas milik dan maniku karena benar-benar nikmat.

Sampai tenaga kami pulih, kurasakan dekapan liang Diana yang agak mengering basah lagi. Lalu kami bermain lagi. Ini terus kami lakukan sampai kami tak kuat dan tidur kelelahan. Esoknya kami tersadar dan kami mandi bersama. Tampaknya kami menyukai kejadian kemarin. Rasa bersalah hilang karena Kami rasakan kecocokan, dan kami teruskan hubungan ini. Karena kakakku jarang di rumah kami sering berdua, tidur bersama dan mandi bersama dengan sentuhan-sentuhan yang nikmat. Ini menjadi rahasia kami berdua seterusnya. sampai aku memiliki istri dan sama-sama mempunyai anak kami terus berhubungan.
Share:

Cerita Seks Pelajaran Seks Puas Gratis Dari Cowok Pembantuku

Cerita Seks Pelajaran Seks Puas Gratis Dari Cowok Pembantuku

Cerita Sexsex Puas - Ini adalah pengalamanku yang terjadi baru-baru ini, seperti pernah aku ceritakan, namaku DaRiana dan akrab dipanggil Riana, usia 24 tahun, rambut hitam panjang, kulit putih, dan aku bekerja disebuah bank swasta sebagai sekretaris. Di kotaku ini, aku tinggal sendiri di rumah yang dibelikan oleh ayahku, aku hanya ditemanin oleh seorang pembantu..


Namanya “Riana”, usianya sepantaran aku, belum menikah katanya. Pembantuku ini rajin.. setiap pagi dia sudah beres-beres rumah, menyiapkan sarapan buatku, dan sebelum pergi ke pasar selalu membeDodotn daftar belanjaan untuk aku setujui. Hingga suatu hari.. Minggu lalu..Pembantuku ini memberitahuku.. Bahwa Kakaknya akan mengunjunginya.. Dan minta ijin agar dapat menginap 2 hari di rumah, aku tidak keberatan.. Walaupun pembantuku ini baru 4 bulan bekerja di rumahku..Tetapi aku percaya kepadanya. Hari Jumat, sepulang dari kantor.. Riana memperkenalkan Kakaknya itu, namanya Dodot (nama samaran) usianya 30 tahunan (kira-kira), berkulit hitam, kurus, dan maaf wajahnya rada kucel menurutku, karena mengaku sebagai Kakaknya, aku pun mengijinkan mereka berdua tidur dalam satu kamar.

Hari Sabtu pagi, bangun tidur aku langsung mengenakan daster untuk menutupi tubuhku yang bugil, maklum.. Karena kalau tidur aku tidak pernah mengenakan apa-apa, setelah menikmati sarapan pagi, akupun duduk disofa sembari membaca koran, menurut perkiraanku.. Si Riana pasti sudah pergi ke pasar.. Mungkin saja ditemani oleh Kakaknya.Sembari membaca koran aku menselonjorkan kedua kakiku ke atas meja. Saat itu aku tidak merasakan ada hal yang aneh.. Tetapi setelah lama membaca koran.. Akupun merasa ada sesuatu yang aneh.. Akupun menurunkan sedikit koranku.. Dan.. Tampak si Dodot berdiri di depanku.. Aku sedikit terkejut, tampak Dodot berdiri sembari memperhatikan diriku, dan hal ini membuat aku jadi penasaran..Apalagi pandangan si Dodot ini selalu kebawah, maka akupun melirik kebawah.. Dan.. Yaa.. Ampunn.. Aku baru sadar kalau dasterku itu tersibak ke atas sehingga dari posisiku duduk aku dapat melihat bulu-bulu kemaluanku sendiri.. Apalagi dari posisi si Dodot yang berdiri dihadapanku itu.. 


Tentu dia dapat melihat dengan jelas kemaluanku..Oohh.. Saat itu juga aku jadi salah tingkah.. disatu sisi aku harus menjaga sopan santun tapi disisi lain aku tidak keberatan kemaluanku dilihat oleh si Dodot.. Maklum aku seorang exibithionist, ada perasaan kepuasan tersendiri. Tetapi untuk menghilangkan kesan sengaja.. Akupun pura-pura tidak menyadari dan.. “Oh.. Dodot.. Bikin kaget aja” seruku. Tampak si Dodot juga terkejut dengan teguranku itu, lalu.. “Anu.. Maaf Non.. Mau ngasih daftar belanjaan..” serunya gugup, tapi matanya tetap melirik kebawah, dan akupun sadar kalau sebelum ke pasar Riana pasti akan menyodorkan daftar belanjaan. 

Lalu Dodot menyodorkan daftar belanjaan kepadaku, dan akupun sedikit mencondongkan tubuhku ke depan untuk menerimanya, dan saat itu juga..Aku sedikit merenggangkan kedua pahaku, dan tetap membiarkan kedua pahaku merenggang sembari membaca daftar belanjaan itu.. Tentu sekarang si Dodot dapat melihat dengan jelas bentuk kemaluanku, terus terang timbul perasaan gairah pada diriku walaupun aku tidak bisa konsentrasi membaca daftar belanjaannya, apalagi ketika dari sudut mataku.. Aku melihat si Dodot melirik terus ke arah selangkanganku itu.. Oohh..Terasa kaku kedua pahaku.. Tidak bisa kurapatkan.. Maunya kurenggangkan terus, kemudian.. “Mas.. Mas Dodot” terdengar Riana memanggil dari dalam. Spontan aku bangkit berdiri.. Aku tidak mau Riana melihat kejadian ini.. Dan benar juga.. Tampak Riana muncul. “Oh.. Maaf non, anu Mas Dodot sudah kasih daftar belanjaan sama Non?” seru Riana.Dodot mengangguk, dan tampak kekecewaan diwajahnya karena, lalu..”Sudah Riana.. Yaa.. Kamu belanjain aja semuanya,” seruku sembari mengembalikan daftar belanjaan kepadanya. 


Seperti dugaanku.. Ternyata Riana mengajak Dodot untuk ke pasar, walaupun Dodot kelihatan segan untuk ikut.. Tapi mau tidak mau dia menemani juga Riana ke pasar. Malam hari, aku pergi bersama kawan-kawanku..Kami pergi ke cafe dan di sana kami minum-minum sembari mendengarkan live music, hari sudah larut ketika kami pulang.. Teman-temanku menyarankan agar aku jangan menyetir mobil sendiri.. Karena mereka tahu kalau saat itu aku rada-rada mabok, tetapi aku tidak peduli.. Walaupun dengan kepala rada-rada pusing..Aku tiba juga dirumah dengan selamat. 

Jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi dan aku tidak tega membangunkan pembantuku untuk membuka garasi, maka aku sendiri membuka garasi dan memasukkan mobilku, setelah itu aku masuk lewat belakang.. Dan melewati kamar pembantuku, tampak lampu kamar pembantuku itu masih menyala terang dan jendelanya terbuka sedikit, hal ini membuat rasa ingin tahuku.. Apa sih yang mereka lakukan.Lalu aku mengintai ke dalam dari jendela, dan.. Tampak pemandangan yang luar biasa.. Pembantuku Riana dan si Dodot (Kakaknya?) sedang bergumul.. Kedua-duanya telanjang bulat.. Gilaa.. Si Dodot ini Kakaknya atau suaminya.. Akupun tidak habis pikir, tetapi menyaksikan adegan persetubuhan mereka membuat gairahku meningkat.. Tampak tubuh si Dodot menindih tubuh Riana.Dan tampak pula gerakan erotis pinggul si Dodot yang naik turun.. Diantara kedua paha Riana yang terbuka lebar. Cukup lama aku mengintip mereka.. Sampai akhirnya mereka berdua terkulai lemas. 


Melihat hal itu.. Membuat gairah sex-ku meningkat.. Ingin rasanya ikut bergabung dengan mereka.. Apalagi pengaruh alkohol begitu keras pada diriku..Tetapi akupun bisa mengontrol diriku.. Kemudian aku beranjak dari situ.. Dan masuk ke kamarku, di dalam kamar aku segera menanggalkan t’shirt dan celana jeansku, hingga hanya bra yang hanya bisa menampung 1/3 payudaraku yang 36A dan G-string berwarna pink yang masih melekat ditubuhku.Lalu kemudian aku keluar kamar dan menuju ke kamar mandi, setelah membersihkan make up dan cuci muka akupun melepas g-stringku dan berjongkok di atas kloset untuk kencing, Tetapi satu hal yang aku lupa.. Aku tidak menutup pintu kamar mandi dan ketika aku sadar..Aku melihat si Dodot sedang berdiri diambang pintu sembari memperhatikan aku yang sedang buang air kecil itu.. Tampak dia cengegesan melihat diriku.. Dan aku.. Aku diam saja.. Membiarkan si Dodot memperhatikan diriku, melihat aku diam saja.. Si Dodot mendekati diriku dan berjongkok dihadapanku..Memperhatikan kemaluanku yang masih mengeluarkan air kencing itu.. 

Tiba-tiba si Dodot menjulurkan tangannya dan memegang kemaluanku.. Oohh.. Tubuh ku bergetar.. Tampak telapak tangan si Dodot segera basah oleh air kencingku..Lalu si Dodot mengosok-gosokan telapak tangannya ke kemaluanku.. Oohh.. Aahh.. Uuuhh aku memejamkan mataku merasakan nikmat.. Apalagi ketika si Dodot menyodok-nyodokkan jarinya ke dalam liang vaginaku.. Aahh… Setelah puas mengocok kemaluanku.. Si Dodot membantuku turun dari closet.. Setelah itu dengan garang ia melepas bra ku..Hingga akhirnya aku telanjang bulat, aku membiarkan si Dodot melumat payudaraku dengan rakusnya.. Dan hal ini membuat aku semakin terangsang hebat.. Secara bergantian kedua payudaraku dilumatnya.. Kadang-kadang pentil payudaraku di gigit-gigit kecil olehnya.. Wooww.. Akupun tidak tinggal diam..Tangan kiriku meremas-remas rambutnya sementara tangan kananku turun kebawah dan segera mencekal batang kemaluan si Dodot yang masih tertutup celana itu, saat itu aku berpikir.. Hebat juga si Dodot ini.. 


Setelah menyetubuhi si Riana.. Barangnya masih bisa bangun lagi..Tampaknya si Dodot ini tahu benar kondisiku saat itu yang sedang mabok dan terangsang hebat, maka dia segera mengendong tubuhku yang telanjang dan dibawanya masuk ke dalam kamarku.. Lalu aku direbahkan di atas ranjangku.. Setelah itu si Dodot menekuk kedua pahaku ke atas dan segera mulutnya mengoral kemaluanku..“Ahh.. Nggkk.. Oohh..” rintihku.. Beberapa kali tubuhku tersentak-sentak ketika lidah si Dodot menyodok-nyodok liang vaginaku.. Aku benar-benar merasakan nikmat.. Apalagi ketika sekali-kali lidah si Dodot bermain di duburku.. Oohh.. Geli.. Tapi nikmat..Tubuhkupun mengeliat-ngeliat merasakan nikmatnya clitorisku di isap-isap oleh si Dodot, apalagi ketika jari tangan kanan si Dodot disodok-sodoknya ke dalam duburku.. “Oohh.. Nggkk.. Aahh..” Aku mengelinjang hebat.. Permainan lidah dan jari-jari si Dodot ini benar-benar luar biasa..

Tiba-tiba si Dodot menghentikan aksinya, dia lalu duduk ditepi ranjangku sebelah kanan.. Lalu ia menjilati lutut kaki kananku.. Terasa geli ketika lidah si Dodot menari-nari di atas lulutku itu, dan jari tangan kanannya masih tetap tertancap di dalam duburku.. 


Gerakan jari tangan Dodot di dalam duburku dan jilatannya di lutut kananku membuat aku kembali mengelinjang-ngelinjang.. Tiba-tiba.. Nggk..Aku mendesis ketika Dodot menarik jarinya dari dalam duburku.. Tampak Dodot membawa jari tangannya itu ke hidungnya.. Dan menghirup dalam-dalam, mungkin dia sedang menikmati aroma yang melekat dijari tengahnya itu..Aku hanya memandang pasrah.. Lalu tampak Dodot tersenyum dan menjulurkan jari tengah tangannya itu ke bibirku, sekilas akupun mencium aroma itu.. Entah kenapa.. Aku semakin bergairah.. Segera aku membuka bibirku dan membiarkan si Dodot memasukkan jari tengahnya itu ke dalam mulutku.. Terasa rasa pahit tapi aku tidak peduli..Kujilati jari tengah Dodot itu.. Bahkan kuisap-isap jarinya itu.. Tampak Dodot tersenyum melihat ulahku itu.

Setelah itu si Dodot berdiri dan melepas seluruh pakaiannya hingga bugil, tampak batang kemaluan Dodot yang tegang dan keras itu, akupun tidak mau menyia-nyiakan itu..Segera aku duduk ditepian ranjang dan kujilati habis seluruh batang kemaluan si Dodot, masih tercium aroma kemaluan wanita dari batang kemaluan Dodot.. Mungkin ini karena tadi si Dodot baru bersetubuh dengan Riana.. Dan dia belum sempat mencucinya..Aku tidak peduli.. Kuoral batang kemaluan si Dodot, kujilati sampai pangkal batang kemaluannya.. Sampai kebiji pelirnya.. “Ooh.. Iyaa.. Iyaa.. Teruss.. Non.. Teruss” desis si Dodot.. Aku semakin mengila.. Kurebahkan tubuh si Dodot di atas lantai.. Lalu aku merangkak di atas tubuhnya..Kujilati lehernya.. Dadanya dan kupermainkan teteknya dengan lidahku..

Kemudian aku berjongkok di atas batang kemaluan si Dodot.. Dengan kedua tanganku kuarahkan batang kemaluan si Dodot keliang vaginaku.. Lalu kutekan..Dan.. Bless.. Terbenamlah seluruh batang kemaluan si Dodot dalam vaginaku.. “Oohh.. Nikmat sekali..” Kugerak-gerakkan pinggulku maju mundur.. Sementara si Dodot tidak tinggal diam.. Kedua tangannya segera meremas-remas kedua payudaraku. “Oohh.. Nggkk.. Aahh.. Nikmat sekali..” Kupeter pinggulku kekanan dan kekiri..Hingga akhirnya aku mencapai klimaks.. “Oohh.. Uuuhh.. Nggkk..” Aku menjerit kecil sembari menyemburkan cairan kenikmatanku.. Setelah itu aku pun lunglai di atas tubuh si Dodot, kemudian si Dodot membalikan tubuhku.. Hingga telentang di atas lantai.. si Dodot berdiri dan memperhatikan tubuh bugilku yang telentang di atas lantai..Tampak olehku batang kemaluan si Dodot yang masih berdiri tegang dan keras itu.. Rupanya dia belum mencapai klimaks.. Akupun sadar bahwa aku tidak boleh egois.

Lalu aku berdiri dan duduk di tepian ranjang. “Kok belum keluar..?”seruku, si Dodot hanya tersipu malu.“Mau dimasukin lagi..?” seruku, si Dodot masih teripu malu.”Atau kamu mau anal sex?” seruku lagi.”Apa itu non?” tanyanya.”Iyaa.. Kamu masukin ke dalam lubang pantatku” seruku lagi.”Apa enggak sakit non..?” tanya si Dodot heran. Akupun tersenyum, rupanya si Dodot ini belum pernah melakukan anal sex. “Nggak kok.. Mau yaa..” ajakku.”Belum pernah sih.. Tapi boleh juga non” serunya.Lalu aku mengambil lotion di atas meja riasku.. Terus kuolesi lotion itu keseluruh batang kemaluan si Dodot.. Terasa berdenyut-denyut batang kemaluan si Dodot.. Setelah itu akupun menungging dipinggiran ranjang membelakangi si Dodot.. Kuoleskan lotion disekitar dan bagian dalam duburku..Lalu dengan kedua tanganku.. Aku membuka belahan pantatku sehingga si Dodot dapat melihat anusku yang merekah itu.. Lalu si Dodot menempelkan kepala batang kemaluannya ke duburku dan dengan hati-hati mendesaknya ke dalam.


Terasa seret tapi woww.. nikmat, apalagi ketika si Dodot mulai mengerak-gerakkan pinggulnya maju mundur.. Sampai-sampai tubuhku tergunjang-gunjang.. “Aahh.. Ooh.. Nggkk..” Aku mengerang menahan mules dan nikmat.. Si Dodot memang perkasa.. Cukup lama juga dia mengenjot lubang pantatku hingga..“Aakk..” Si Dodot mengerang.. Sembari menekan batang kemaluannya dalam-dalam dia menyemburkan air maninya..”Ooh.. Enak.. Enak.. Non..” desisnya. Akupun hanya tersenyum saja.. Setelah itu kupersilahkan si Dodot keluar dari kamarku.. Dan aku.. Mau tidak mau aku kembali ke kamar mandi untuk mandi.. Dingin tapi segar… Itulah pengalamanku.Dan setelah kejadian itu aku pun menegur pembantuku si Riana itu.. Dimana akhirnya ia mengaku bahwa si Dodot itu bukan Kakaknya.. Tapi pacarnya, dan aku peringatkan si Riana.. Bahwa aku tidak mau melihat lagi pacarnya itu.
Share:

Label

333
333
333