Cerita Dewasa Laki-laki Bukan Sih, Kok Letoi Kali.!



Sexsex puas - Setelah selesai urusan di airport, aku keluar dan bertemu sopir partner kerjaku di Bali. Saat itu kantor tempat aku bekerja sedang ada proyek di beberapa propinsi di Indonesia di antaranya Bali.

Aku bertugas untuk mengawasi seluruh pekerjaan sehingga acap kali terbang kesana kemari dan paling sering yang kusinggahi adalah Bali, ratarata 2 kali sebulan aku kunjungi Bali selama 23 malam.

Selamat malam Pak Avirko, ini kunci mobilnya.. dia memberi kunci mobil Mazda 626 milik majikannya padaku.

Memang partner kerjaku ini selalu menyediakan mobilnya untuk aku pakai selama aku berada di Bali.

Bapak mau kemana sesudah ini..? tanyaku.

Langsung ke S.., jam 11 Pak Andi akan datang kesana katanya.

S adalah nama sebuah club di Kuta yang cukup terkenal banyak didatangi oleh orangorang lokal, jarang ada orang bule disana.

Memang Andi partner kerjaku ini mempunyai beberapa club di daerah Kuta, tapi kantornya sendiri ada di S.

Kalau gitu Bapak ikut saya saja ke hotel, saya mandi sebentar lalu kita sama sama ke S, ajakku.

Boleh Pak, nanti saya tunggu di hotel, ujarnya.

Sesampai di Pertamina Cottage yang tidak jauh dari airport, aku checkin dan segera mandi lalu berangkat ke S. Pada jam 10:45 aku sampai disana. S masih sepi.

Resepsionis yang sudah mengenalku berkata..

Pak Andi barusan telepon, dia datang kira kira jam 11:30, Bapak dipersilakan menunggu di dalam. Kalau ingin minum, pesan saja Pak, mari saya antar ke dalam

Mau duduk di mana Pak? tanyanya kembali sesampai aku di dalam.

Suasana agak remang tapi masih bisa melihat jelas dari ujung ke ujung, musik pun sudah terdengar agak keras. Aku memilih duduk di bar.

Terdapat sekitar 7 kursi bar di sekitarnya, aku pilih yang pojok kiri, di sebelahku ada seorang lakilaki duduk sambil menikmati segelas bir. Aku pesan Cointreau On The Rock double.

Kuperhatikan ada seorang gadis duduk di ujung bar sebelah kanan, sendirian, berpakaian cukup sexy.

Celana pendek ketat bahan kaos bermotif garis merah putih dengan alur melintang serta atasan menyerupai baju senam pendek sebatas bawah buah dadanya sehingga memperlihatkan perutnya yang putih mulus, tanpa lengan, ketat menempel di tubuhnya dengan bahan dan motif yang sama.

Rambut tergerai panjang sepunggung dan dada yang tampaknya padat menonjol menggairahkan, kaki putih panjang mengenakan sepatu boot hak tinggi.

Kuperkirakan mungkin tingginya sekitar 167 cm dan berat kira kira 50 Kg, langsing dan sangat cantik.

Terlihat dia sedang menikmati segelas Stawberry Margarita. Setelah beberapa saat, aku lihat gelasnya hampir kosong.

Aku katakan pada bartender agar dibuatkan satu Strawberry Margarita seperti yang diminum gadis itu.

Setelah selesai, aku pegang dengan tangan kananku, sedangkan tangan kiriku memegang gelas minumanku. Lalu aku hampiri dia.

Hai.. Kita minum sama sama ya, namaku Avirko kataku di hadapannya sambil aku sodorkan gelas yang berada di tangan kananku.

Dengan tersenyum dia ambil gelas Margarita itu dari tanganku.

Wah.. Berhasil kataku dalam hati.

Namun masih dengan tersenyum pula gadis itu memiringkan gelas tersebut sampai semuanya tumpah ke lantai, aku terkejut melihatnya dan rasanya muka ini panas membara mungkin karena marah atau malu aku tidak tahu. Tapi dengan santainya dia berkata:

Terima kasih, minumannya enak sekali dan sudah habis.. bicaranya sangat sinis sekali.

Aku kembali ke tempat dudukku dengan menahan rasa malu. Tak lama, seorang waitress membisikiku..

Kalau Bapak sudah selesai dengan dia, bapak ditunggu Pak Andi di kantornya, ternyata waitress ini mengetahui kejadian barusan.

Aku habiskan minuman dan berjalan ke lantai 2 tempat Andi berkantor.

Vir, sorry ya, lama nunggu gua, mau minum apa, gua pesan ke bawah ya kata Andi.

Tidak usah, gua baru minum 2 gelas double di bawah tadi jawabku.

Lalu kami sibuk membicarakan pelaksanaan proyek dengan salah satu BUMN besar yang cabangnya ada di Denpasar dimana pelaksanaan untuk Bali dan NTT aku serahkan pada Andi dengan bagian sebesar 15% dari total proyek hingga dia bisa membeli 2 mercy Bulldog E300 terbaru saat itu.

Andi sangat diuntungkan karena segala pengaturan baik harga maupun lainnya sudah aku selesaikan di kantor pusat.

Andi hanya tinggal menyediakan perusahaannya untuk dipakai dan pengurusan administrasi paper work, oleh sebab itu kalau aku datang ke Bali, aku selalu dinomorsatukan oleh dia.

Telepon di samping mejanya berdering, lalu diangkat oleh Andi.

OK, naik saja, aku lagi sama bossku dari Jakarta katanya di pesawat telepon. Tak lama pintu yang di belakang tempat dudukku terbuka. Aku tidak menoleh, tiba tiba terdengar suara..

Ooh.. Nanti saja dah, aku di bawah dulu.. terdengar suara seorang gadis dengan nada terkejut.

Ee.. Rika, masuklah sebentar, ini kenalkan bossku baru datang dari Jakarta panggil Andi.

E.. E.., nggak usahlah, nanti lagi saja, minumanku belum habis di bawah.. nada ragu ragu kembali terdengar.

Ayolah.. Sebentar saja, nanti aku panggil waiter suruh bawa minuman kamu, atau bikin baru saja paksa Andi.

Aku tetap tidak menoleh, perasaanku sudah mengatakan bahwa dia adalah gadis yang sombong tadi dan aku harus pasang strategi.

Dengan terpaksa dan perlahan dia menghampiri meja Andi.

Rika, Avirko bossku dari Jakarta, Avirko, Rika, dari Jakarta juga, tapi sering berada di Bali Andi memperkenalkan kami.

Perlahan gadis itu menjulurkan tangannya padaku dengan tampang ditekuk habis tanpa senyum.

Aku menatap matanya dengan tajam, kuarahkan mataku dari ujung kepala sampai ujung kakinya, kutelanjangi dia dengan mataku lalu kembali kunaikkan mataku dan kutatap matanya dengan tajam.

Terlihat dari sinar matanya seakan dia dalam suatu perangkap ketakutan sendiri.

Tanganku tetap berada di paha, tidak kujulurkan untuk menyambut ajakan berjabatan tangan Rika, lalu aku menolehkan pandanganku pada Andi sambil berkata..

Jadi besok lu jemput gua ke hotel atau lebih dekat kalau gua ke kantor lu aja jam 10an, gua sudah telepon mereka untuk pertemuan besok jam 11 di kantornya.

Agen Judi Online - Andi dalam keadaan terbengong bengong melihatku tanpa suara, pandangannya dialihkan ke Rika seakan bertanya sesuatu yang sangat mematikan. Seketika Rika berlari keluar dari kantor Andi.

Heh, ada apa ini.., nggak sopan lu sama cewek sergah Andi. Aku ceritakan kejadian di bar tadi, dan Andi berkomentar..

Rasain, kali ini kena batunya dia, pasti dia malu sama gua.. Dia lagi ngejar gua nih, gua nggak mau. Selama ini dia memang sok jual mahal sama semua cowok di sini. Dia seorang model dan peragawati Jakarta yang baru mau muncul di permukaan Andi bercerita.

Akhirnya setelah selesai urusanku dengan Andi, aku kembali turun ke bawah setelah mengambil kunci 626 di mejanya.

Lalu aku kembali ke bar dan memesan gelas ketiga, tampak Rika masih duduk di ujung sambil memutar duduknya begitu melihat aku duduk di situ.

Aku kembali memesan satu Margarita dan aku hampiri dia.

Rika, untuk gelas kedua ini, kalau kamu mau siram ke lantai, biar aku yang siram buat kamu, tapi kalau kamu mau minum, mari kita berkawan sejak saat ini dan maafkan aku aku berkata.

Dia tatap mataku, kuberikan senyuman lebar dan manis sambil mengangkat bahuku untuknya.

Perlahan tapi pasti, dia tersenyum dan mengambil gelas dari tanganku dan disentuhkan pada gelasku untuk toast. Kami minum bersama sama. Aku dekati telinganya lalu berbisik..

Maafkan aku ya tadi di dalam..

Maafkan aku juga, tapi kamu jahat bikin malu aku didepan Andi protesnya.

Kamu juga bikin malu aku di depan para pegawai Andi, hayoo.. Parah mana

Dia mencubit lenganku. Kutaruh tanganku di bahunya. Dengan sedikit gerakan menarik, kepalanya mendekat, dan aku kecup pipinya kanan kiri.

Daripada samasama malu, lebih baik kita pergi dari sini, antar aku makan, soalnya aku alergi. Kalau malu, perut langsung keroncongan.. gurauku.

Huuh, pake alasan aja, bilang aja mau ajak aku keluar dari sini jawabnya menggoda. Kami duduk di restoran di depan S, di lantai 2 yang menghadap ke jalanan sambil mengobrol ngalor ngidul.

Selesai makan, 2 gelas Cointreau double dan 3 gelas Margarita kami tenggak lagi sampai kulihat jam telah menunjukkan pukul 1:30 pagi.

Rika, asal Jawa Tengah, besar di Jakarta, berumur 23, baru selesai kuliah jurusan ekonomi, sekarang sedang meniti karier di bidang modelling dan dunia peragawati, tinggi 169 cm, berat 52 Kg yang semampai.

Rika, kamu tinggal dimana? Besok aku ada meeting, jadi musti istirahat sengaja aku tidak menawarkan untuk mengantar dia, walaupun aku ada kendaraan yang aku bawa sendiri.

Aku di Sanur.. jawabnya. Wow, cukup jauh juga. Dalam keadaan normal, aku tidak akan pernah membiarkan seorang wanita untuk pulang sendiri apalagi malam/pagi hari begini, tapi saat itu aku masih ingin menunjukkan keacuhanku.

Kamu bisa pulang sendiri nggak, karena hotelku dekat di sini

OK, nggak apa, banyak mobil sewaan kok jawabnya agak kesal.

Bener nih, atau aku antar aja ya kataku, sengaja membuka front. Mungkin dia juga sudah kepalang gengsi hingga menjawab..

Bali kan jauh lebih aman dibandingkan Jakarta, kalau aku dibiarkan pulang sendiri di Jakarta, aku nggak bakal mau kenal kamu lagi jawabnya diplomatis.

OK deh, hati hati ya aku dekatkan bibirku dan mengecup pipi kiri dan kanannya sambil kupegang belakang telinganya, akhirnya kudaratkan ciuman ringan pada bibirnya. Otomatis dia pun membalas ciuman bibir tersebut.

Besok jam 10 kita ketemu di sini lagi ya bisikku di telinganya sambil kuhembuskan nafas hangat ke dalam lubang telinganya. Dengan sedikit menggelinjang, dia menjawab..

Deal katanya mantap. Akhirnya kami pulang berlainan arah. Aku kembali ke hotel sambil membayangkan yang akan terjadi esok malam.

Setelah seharian cukup lelah mengurus pekerjaan dengan Andi, aku kembali ke hotel jam 4 sore. Masih cukup waktu untuk santai berenang di kolam renang hotel.

Pertamina Cottage adalah bangunan tua yang belum direnovasi seperti sekarang ini, saat ini sebuah cottage yang sudah berubah menjadi 2 kamar hotel, sedangkan dulu masih berupa satu kamar dengan ukuran luas, sehingga sangat nyaman tinggal disana.

Salah seorang presiden Amerika pernah tinggal di salah satu suite di sana dengan kaca anti peluru.

Salah satu mantan Presiden Indonesia pun mempunyai cottage khusus yang konon tidak pernah disewakan pada tamu lain.

Aku masih sempat tidur sekitar 3 jam dan pada jam 10:15 malam aku tiba di S dan Rika sudah duduk di bar.

Tampak minumannya baru berkurang sedikit, tanda bahwa dia juga baru datang.

Malam ini dia tampak lebih cantik dan anggun dibanding kemarin, mengenakan rok tipis terusan warna hitam agak span dengan belahan di sisi kiri sampai pertengahan pahanya, potongan dan bahan roknya sedemikian rupa sehingga menempel ketat di tubuhnya.

Leher berbentuk V lebar yang cukup rendah, terlihat jelas sebagian buah dadanya yang montok. Rambutnya diikat ke atas, memperlihatkan bentuk lehernya yang jenjang.

Sorry, aku terlambat ya.. Cukup lelah seharian bareng Andi ngurusin kerjaan, jadi aku ketiduran, kamu sudah lama? tanyaku basa basi. Aku kecup pipi kiri kanannya.

Nggak juga, cuma baru 3 jam, tadi sempet bantuin bersihin meja di sini, jawabnya dengan riang. Aku tahu dia hanya menggoda.

Wah, rugi deh si Andi kalau tamunya semua kaya kamu jawabku.

Emang kenapa? Terbalik lagi, kalau tamu banyak yang kaya aku, bakal banyak cowok yang masuk ke sini tahu.. katanya PD. Memang pada hari Jumat itu, sudah agak banyak tamu yang datang dan banyak pula yang memandang ke arah Rika.

Tamu kaya kamu bikin rugi dong, masa 3 jam cuma minum 1 teguk, tuh gelasnya masih penuh he he he ujarku.

Aah.. Kamu bisa aja, awas ya aku bales kamu nanti jawabnya sambil tangannya mencoba mencubit hidungku.

Aku tangkap tangannya, lalu aku cium punggung tangannya, bibirku menelusuri jari tengahnya, sampai di ujung jari, aku buka mulutku lalu jarinya kumasukan ke mulutku sambil aku hisap perlahanlahan. Rika menarik nafas panjang terkejut.

Awas kamu ya, jangan bikin aku horny di sini, ujarnya sambil menarik tangannya yang basah kena liurku.

Mau temani aku makan nggak?, atau kamu tunggu di sini, aku makan dulu aku menggoda dia.

Kamu bisa serius nggak sih, masa aku ditinggal di sini, kan kita janjian malam ini, kalau aku ditinggal terus ada cowok lain menggodaku gimana sambil merajuk dia berkomentar.

Bandar Judi Online Terpercaya - Menggoda itu hak mereka, mau atau nggaknya tergantung kamu, di samping itu, bagus dong ada yang menggoda kamu, itu artinya cewekku laku, aku nggak salah pilih dan itu bukan pasti lagi karena ini malam minggu Non, 10 menit aku tinggal kamu, 10 cowok juga akan mengerubung di sini

Untung sudah sadar kamu, yuk kita makan, aku juga lapar nih katanya sambil menggandeng lenganku keluar dari S.

Kami menuju warung Made, makan dan minum sampai jam 12 malam. Aku sudah agak pusing kebanyakan minum.

Kita teruskan mengobrol sambil minum di hotelku ya uajrku akhirnya. Langsung aku bayar bon tanpa menunggu jawaban dan aku peluk bahunya sambil berjalan ke arah mobil.

Rika melingkarkan tangannya di pinggangku, rupanya Rika pun mengerti bahwa itu adalah pernyataan, bukan pertanyaan.

Kebetulan bar dan coffe shop di hotel sedang direnovasi, jadi kami berjalan menyusuri beberapa cottage menuju kolam renang.

Di sana ada restoran yang buka sebagai pengganti coffee shop dan bar. Di tengah perjalanan, aku lingkarkan tanganku ke bahunya. Tidak terasa ada tali BH di pundaknya.

Lalu tanganku kuturunkan ke punggungnya, kutemukan kaitan BH di sana, rupanya Rika memakai BH model strapless.

Kucari kaitannya, cuma satu. Dengan sekali sentakan antara telunjuk dan ibu jariku, terlepaslah kaitannya.

Vir, gila kamu ya, lepas nih BHku katanya sambil memukul bahuku.

Aku rasa lebih indah kalau kamu nggak pake BH, sekarang mau aku yang lepas atau kamu lepas sendiri aku tersenyum.

Kalau orangorang liat gimana, kan aku malu, lagian nanti kamu marah aku diliatin banyak orang ujarnya sambil tangannya menarik BH dari balik bajunya dan disimpan di tas kecilnya.

Kenapa musti malu, kan putingnya masih di dada, belum di perut bisikku sambil tertawa kecil.

Makin banyak orang yang liatin kamu, semakin bangga aku jalan sama kamu kataku mantap hingga dia tidak berkomentar lagi.


Agen Judi Online Terpercaya - Dengan bahan pakaian tipis dan menempel ketat di kulit Rika seperti itu, jelas sekali terlihat bentuk buah dadanya yang indah bulat dan menantang tegak, terasa sekali masih sangat kenyal waktu dia melingkarkan tangannya di lenganku sampai menekan buah dadanya.

Akhirnya kami sampai di restoran. Di tepi kolam renang masih ada beberapa tamu di sana.

Setelah selesai makan, kami dudukduduk di tepi kolam renang menggunakan 2 kursi pantai yang biasa dipakai untuk berjemur.

Kami mengobrol dari ujung ke ujung, bercanda riang dan diselingi oleh ciuman dan rabaan.

Sampai akhirnya Rika berbalik, naik duduk di atas pahaku dan menarik leherku, kami berciuman dengan penuh gairah dan panas.

Kucium bibir Rika dari ujung kiri sampai ujung kanan diiringi gigitangigitan kecil.

Rika pun tak mau kalah, dimasukkannya lidahnya ke dalam mulutku mencari lidahku, tanganku menjalar sepanjang dadanya, kuremas buah dadanya satu persatu, kupelintir putingnya.

Rika terengahengah kenikmatan sambil tangannya meremas penisku yang telah menegang.

Cukup lama kami berciuman sampai akhirnya kami kecapaian sendiri dan kembali kami duduk menghadap kolam, kulirik ke arah restoran.

Beberapa orang tampak melihat ke arah kami duduk. Kulihat sudah jam 2:30 pagi, pada jam 9 aku harus ke airport pulang ke Jakarta.

Rika, pulang yuk, aku harus ke airport jam 9 besok pagi, pulang ke Jakarta ajakku. Rika diam tidak berkomentar.

Setelah kutanda tangani bon, aku ajak Rika jalan menuju ke arah jalan masuk tadi.

Kali ini aku antar kamu pulang ke Sanur ya bisikku. Rika masih diam, aku tidak berani melihat wajahnya.

Sewaktu kami berjalan di antara beberapa cottage, tiba tiba Rika mencengkeram lenganku keras sekali.

Avirko, kamu lakilaki bukan sih? suaranya tegas, mantap dan agak mengejutkanku.

Sekejap aku bingung untuk mencari jawabannya, padahal aku sudah tahu arahnya. Aku berhenti dan menarik dia ke pelukanku dengan erat.

Kamu mau? dengan sangat lembut aku bisikkan di telinganya. Dia hanya mencium bibirku dengan lembut tanpa nafsu sama sekali sambil berkata lirih..

Sejak kemarin.., lalu aku ajak dia untuk berbalik arah menuju cottageku yang memang telah kami lewati sedari tadi.

Sesampai di dalam, tanpa berkatakata lagi, kujelajahi leher jenjang Rika dengan lidahku.

Rika pun menengadahkan kepalanya untuk memberi ruang lebih luas buatku untuk bergerak.

Kujilat belakang telinganya, kemasukkan lidahku ke dalam telinganya.

Ooh.. Kamu kejam, sejak kemarin aku merindukan seperti ini desah Rika.

Kucium dengan lembut bibirnya, demikian pula dia.

Lama kelamaan ciuman kamu semakin hot, saling berebut mencari lidah masingmasing sementara tangan Rika sudah berhasil membuka celanaku dan terjatuh ke bawah.

Sekarang Rika sibuk untuk membuka kemeja lengan pendekku sehingga aku tinggal memakai celana dalam.

Aku pun tak tinggal diam, kutarik sangkutan baju Rika dari bahunya dan kuperosotkan ke bawah sehingga tinggal GString yang melekat di tubuhnya.

Kuraba vaginanya, bulubulu tipis menyelimuti sekitar vaginanya. Kucoba mencari liang vaginanya melewati klitorisnya.

Vir.. Jangan siksa aku lagi kali ini.. Oohh.. katanya lirih bergairah.

Aku janji Ra.. Kamu akan dapat yang terbaik.. kataku sambil memasukkan jari tengahku ke dalam liangnya.

Rika mencari penisku di balik celana dalam, dan diremas remas serta dikocoknya, penisku yang memang sudah tegang segera menyembul dari balik celana dalam.

Perlahan tapi pasti, kami menggerakkan kaki kami ke arah ranjang yang berukuran king size sambil melepaskan celana dalamku.

Aku didorongnya sehingga telentang tiduran dan Rika menindihku sambil terus menciumi leher dan turun ke dadaku.

Dihisapnya kedua putingku sambil tangannya terus mengocok penisku.

Sesampainya ke arah perut, Rika tidak melanjutkannya ke bawah, tetapi balik lagi mencium bibirku sambil berusaha membuka celana dalamnya dan mengarahkan penisku ke liang vaginanya.

Hmm, aku sudah dapat mengukur tingkat permainannya.

Aku menahan pantatnya agar tidak diturunkan lalu aku balikkan badannya sehingga sekarang dia berada di bawah.

Rika, kamu tidak boleh menolak, nikmati saja apa yang akan kuberikan padamu ujarku.

Kucium bibirnya, turun ke putingnya kiri kanan, kujulurkan lidahku berputar putar di putingnya lalu kuhisap putingnya bergantian sambil jari telunjukku berputarputar di klitorisnya.

Ohh.. Uuhh.. Ennaak banger Vir.. Terus lebih kencang teriaknya.

Lidahku kuturunkan ke perutnya, kujilat pusarnya sampai sekeliling pinggangnya, lalu kususuri bulu bulu tipisnya dan akhirnya lidahku menemukan klitorisnya. Tiba tiba, Rika menahan kepalaku.

Jangan Vir, aku belum pernah dioral sebelumnya rintihnya.

Tak kupedulikan rintihannya, lidahku terus berputar putar dan menghisap klitorisnya.

Rika kelojotan keenakan, kepalanya dilempar ke kiri dan kanan, tangannya meremas kepalaku dengan keras, tak lama terasa pantatnya mengejang dan Rika berteriak sejadijadinya..

Vir.. Aku keeluuarr.. Ooh..

Sekitar beberapa detik badannya mengejang, terasa vaginanya semakin basah dan ada lendir yang keluar. Aku jilat dan hisap semuanya.

Aku teruskan pengembaraan lidahku di vaginanya, kali ini aku permainkan bibir vaginanya dengan bibirku, kujelajahi seputar bibir vaginanya menggunakan lidahku, lalu kumasukkan sedalamdalamnya ke vaginanya.

Kuputar lidahku di dalam vagina Rika yang halus.

Terrus Viir, aku bisa kelluaar lagi, ooh.. Auuchh.. beberapa saat teraaa kembali cairan nikmat memenuhi liang vaginanya, pertanda orgasme yang kedua buat Rika.

Akhirnya ditariknya kepalaku.

Sudah Vir, aku nyerah, aku nyerah, gila kamu ya, ooh sungguh nikmat aku hari ini.. Rika berceloteh lemas.

Melihat dia lemas, aku menjadi tidak tega untuk melanjutkan permainan. Aku beristirahat sebentar sambil meremasremas buah dadanya.

Tak berapa lama, mungkin Rika tersadar bahwa aku belum apaapa hingga ia menarik tubuhku ke atas tubuhnya.

Kunaiki tubuhnya dengan bertumpu pada tangan dan lututku, kuarahkan penisku ke vaginanya. Rika membuka kakinya lebar lebar.

Perlahan Vir.. pintanya.

Penisku menyentuh bibir vaginanya. Kudorong sedikit, terasa sempit dan kecil sekali vaginanya, sulit buat penisku untuk masuk.

Aku menunduk lalu membasahi vaginanya dengan ludahku. Kuulangi mendorong penisku, masih tetap sulit untuk masuk, tapi lebih mendingan dibanding yang pertama tadi.

Saat sudah masuk sekitar setengah kepala penisku, kugoyang pantatku ke kanan dan kiri dengan perlahan dan halus sambil terus berciuman dengan penuh nafsu dan gairah hingga akhirnya setengah dari penisku berhasil masuk.

Rika mendelikkan matanya dan berteriak..

Sakiit Vir.

Aku berhenti sebentar agar memberi kesempatan Rika beradaptasi.


Agen Judi Online Uang Asli - Saat terasa Rika mulai menggoyangkan pinggulnya pertanda mulai dapat merasakan nikmatnya, lalu kembali kudorong penisku agar masuk semuanya, cukup sulit walaupun akhirnya dengan perjuangan antara nikmat dan sakit, penisku berhasil masuk semua.

Kembali Rika terengahengah sambil mendelikkan matanya. Aku tahu, dia masih merasa sakit.

Kudiamkan sejenak agar Rika merasakan sakitnya hilang berganti kenikmatan. Saat Rika mulai menggoyangkan pinggulnya, kukedutkan penisku dengan permainan otot keggel.

Rika kembali berteriak dengan kerasnya..

Vir.. Ampun.. Enaakk amaat..

Lalu mulai kukocok penisku perlahan, terasa cairan vagina Rika mulai membasahi sehingga kocokanku semakin lancar, sambil kukocok kadangkadang pada saat masuk semua, aku tahan sejenak dan kumainkan otot keggelku kembali hingga tak lama Rika pun orgasme yang ketiga malam itu.

Penisku masih keras tertancap di vaginanya. Kurapatkan dan kuluruskan kakinya sambil terus kumajumundurkan pantatku.

Pada posisi ini, vagina Rika menerima tusukan penisku bersamaan dengan klitorisnya menerima gesekan batang penisku, Rika pun berusaha untuk menggoyang pantatnya mencari kenikmatannya hingga tidak sampai 5 menit kemudian, kembali Rika berteriak..

Vir.. Aku mau keluar lagi, terus Vir gesek, tekan tekan yang dalam.. Oohh.. Yeeah.. Aku keluuaarr lagi Vir.. Rika berteriak sambil menggelengkan kepalanya.

Akhirnya Rika ambruk lemas.

Apa yang harus aku perbuat Vir, aku menyerah kalah hari ini, tapi aku nggak kapok, aku pingin lagi..

Tiba tiba Rika mendorong aku sehingga kami berguling tanpa melepas penisku dari vaginanya. Rika duduk di atas penisku yang tertancap dalam di vaginanya.

Rika mulai memutar pinggulnya, perlahanlahan semakin lama semakin cepat sampai seperti penari hula hop dengan kecepatan tinggi, penisku terasa diremas remas olah vagina Rika dan..

Ra.. Terasa mau keluar nih.. ujarku.

Rika semakin mempercepat putarannya dan akhirnya terasa spermaku meledak di dalam vaginanya, bersamaan dengan itu Rika pun berteriak keraskeras, orgasme yang ke 5.

Rika ambruk di dadaku lemas dan nikmat. Terasa penisku mulai mengecil lalu Rika berguling telentang di sampingku sambil tangannya mengenggam penisku.

Aku bangkit, mengarahkan mulutku ke vagina Rika. Terlihat campuran dua cairan cinta meleleh di vagina Rika, aku jilat dan hisap sebisanya dari vagina Rika, kukumpulkan di mulutku.

Vir, apa lagi yang mau kamu lakukan padaku, aku bisa mati keenakan nih hari ini.. Rika mengerang sambil menggoyangkan pantatnya keenakan.

Kulihat Rika memejamkan matanya sedang menikmati lemasnya badan dan tulangtulangnya. Kudekati wajahnya dan tiba tiba kucium bibirnya.

Rupanya Rika dapat merasakan bahwa mulutku masih belepotan.

Vir, jorok iih, itu kan spermamu dan cairan vaginaku..

Tak kupedulikan protesnya, kutahan kepalanya, kucium bibirnya dan lidahku menyeruak membuka mulutnya hingga Rika menyerah dan membuka mulutnya.

Kutumpahkan sebagian cairan yang ada di mulutku ke mulut Rika. Mulamula dia menolak, tetapi lamakelamaan dia menjulurkan lidahnya dan kamipun berciuman dengan hot.

Ra, tidak ada sedikit pun yang kotor dan jorok dari tubuh pasangan sex kamu. Kamu harus memegang prinsip itu apabila kamu ingin menikmati hubungan sex yang sesungguhnya. Segala apa yang ada di tubuh pasangan kamu adalah bersih dan harum dan untuk kamu nikmati juga untuk kenikmatannya. Dengan cara itu, kamu akan lebih bergairah dalam berhubungan sex, kataku.

Kami tertidur telanjang. Sewaktu bangun aku terkejut, jam 1 siang, berarti aku ketinggalan pesawat kembali ke Jakarta.

Akhirnya aku telepon pihak Garuda dan mengubah jadwal pesawatku kembali ke Jakarta untuk hari Rabu.

Berarti masih ada 3 malam aku akan bersama Rika. Ternyata Rika mendengar pembicaraanku di telepon dengan petugas Garuda.

Vir, terima kasih ya telah kamu tunda kepulangan kamu, berarti aku masih bisa mereguk kenikmatan lebih banyak dari kamu dan juga aku ingin menikmati hubungan sex yang sesungguhnya ujarnya gembira.

Selama 3 hari 3 malam, kami jarang keluar kamar, paling paling untuk makan malam saja. Selama 3 hari itu juga kami mereguk kenikmatan sex yang sesungguhnya.

Rika sudah berani mengoralku, bahkan di hari terakhir aku orgasme di mulutnya dan ditelannya sebagian spermaku.

Vir, kapan datang lagi? tanyanya memelas.

Mungkin 2 minggu lagi jawabku.

Kalau mau kesini, masih mau aku temani nggak? tanyanya.

Kalau kamu masih mau, mana mungkin aku nggak mau, tapi kalau ada cowok kamu gimana? balasku.

Aku janji, kalau kamu datang, biarpun ada cowokku di sini, aku akan berusaha menemani kamu jawabnya.

OK dah, toh tiap kali datang aku pasti ke tempat Andi di S, mungkin kita bisa ketemu di sana kataku. Pada saat itu belum ada HP.

Pada hari Rabu aku kembali ke Jakarta, dan memang setiap 2 minggu sekali aku usahakan pergi ke Bali dengan alasan untuk mengontrol proyek.

Selama itu pula tiada semalam pun aku lewatkan di Bali tanpa Rika. Namun proyek itu selesai 6 bulan kemudian hingga aku kehilangan Rika.

Setahun kemudian, pernah sekali aku bertemu Rika di Jakarta Ratu Plaza. Kami pun bernostalgia dan aku ajak Rika ke hotel.

Di dalam kamar kami menumpahkan kerinduan kami dengan bercinta sepuaspuasnya dan sangat terasa Rika sudah sangat piawai dalam bercinta, namun Rika tetap menyisakan misteri.

Aku tidak tahu dimana dia tinggal di Jakarta.

Misteri mulai terkuak karena beberapa tahun kemudian, wajah Rika mulai banyak menghiasi majalah majalah serta berbagai berbagai pagelaran mode selalu menampilkan Rika sebagai peragawatinya.

Tampak dia semakin dewasa dalam penampilannya, namun aku tidak pernah berusaha untuk menjumpainya demi menjaga privacy dia.

Akhirnya sekitar tahun 93, kulihat berita bahwa Rika akan menikah dengan seorang pengusaha muda Jakarta yang bisnis utamanya di bidang pariwisata Bali.

Saat itu kudoakan agar perkawinan Rika langgeng. Tahun 95, saat aku ke Bali lagi, aku sempat bertemu Rika dengan suaminya.

Dan di penghujung tahun 2000, kubaca lagi Rika di kematangan usianya sebagai wanita dewasa yaitu kini menjabat sebagai direktur utama perusahaan suaminya di Bali dan mendirikan sebuah perusahaan EO.

Aku bersyukur, dan sampai dengan saat ini perkawinan mereka masih langgeng dan aku yakin bahwa Rika tidak menyianyiakan pengalamannya bersamaku dalam membina hubungan sex dengan suaminya.

Untuk Rika, bila kamu kebetulan juga membaca cerita ini, buatlah ini menjadi kenangan kita bersama.

Buat mereka yang pernah terlibat dalam pertemuan kami, mungkin masih akan teringat bila membaca cerita ini, tapi tidak untuk mereka yang lain karena namanama di cerita ini telah berubah walaupun masih dengan initial yang sama.

Mungkin suatu saat secara kebetulan kita masih berkesempatan untuk bertemu lagi, entah kapan.
Share:

Cerita Seks Nikmat Sekali Perawan Pembantu Saya


Sexsex puas - Kisah ini mungkin bisa dibilang biasa saja, yakni tentang pembantu rumah tangga (pembantu rumah tangga) yg diperkosa juragannya. Memang tak ada yg istimewa kalo cuma kejadian semacam itu, tetapi yg membuat kisah ini unik adalah karena Sasa tak hanya diperkosa juraganku sekali. Tetapi, setiap kali ganti juragan hingga tiga kali Sasa selalu mengalami perkosaan. Baik itu perkosaan kasar maupun halus. Sasa akan menceritakan kisahku itu setiap juragan dalam satu cerita.

Begini kisahku dgn juragan pertama yg kubaca lowongannya di koran. Dia mencari pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah kontrakannya karena ia sibuk bekerja. Sasa wajib membersihkan rumah, memasak, mencuci, belanja dll, pokoknya seluruh pekerjaan rumah tangga. Untungnya Sasa menguasai semuanya sehingga tak menyulitkan. Apalagi gajinya lumayan besar plus Sasa bebas makan, minum serta berobat kalo sakit.

Manajer sekitar 35 tahunan itu bernama Den Kelwin, asal Medan dan sedang ditugasi di kotSasa membangun suatu pabrik. Mungkin sekitar 2 tahun baru proyek itu selesai dan selama itu ia mendapat fasilitas rumah kontrakan. Ia sendirian. Istri dan anaknya tak dibawa serta karena tSasat mengganggu sekolahnya kalo berpindah-pindah.

Agen Judi Online - Sebagai wanita Jawa berusia 25 tahun mula-mula Sasa agak tSasat menghadapi kekasaran orang etnis itu, tetapi setelah beberapa minggu Sasapun terbiasa dgn logat kerasnya. Pertama dulu memang kukira ia marah, tetapi sekarang Sasa tahu bahwa kalo ia bersuara keras memang sudah pembawaan. Kadang ia bekerja sampai malam. Sedangkan kebiasaanku setiap petang adalah menunggunya setelah menyiapkan makan malam. Sambil menunggu, Sasa nonton TV di ruang tengah, sambil duduk di hamparan permadani lebar di situ. Begitu suara mobilnya terdengar, Sasa bergegas membuka pintu pagar dan garasi dan menutupnya lagi setelah ia masuk.

“Tolong siapkan air panas, Yem,” suruhnya suatu petang, “Sasa kurang enak badan.” Sasapun bergegas menjerang air dan menyiapkan bak kecil di kamar mandi di kamarnya. Kulihat ia menjatuhkan diri di kasurnya tanpa melepas sepatunya. Setelah mengisi bak air dgn air secukupnya Sasa berbalik keluar. Tapi melihat Den Kelwiniregar masih tiduran tanpa melepas sepatu, Sasapun berinisiatif.

“Sepatunya dilepas ya, pak,” katSasa sambil menjangkau sepatunya.

“Heeh,” sahutnya mengiyakan. Kulepas sepatu dan kaos kakinya lalu kuletakkan di bawah ranjang.

“Tubuh bapak panas sekali ya?” tanySasa karena merasakan hawa panas keluar dari tubuhnya. “Bapak masuk angin, mau saya keroki?” tawarku sebagaimana Sasa sering lSasakan di dalam keluargSasa bila ada yg masuk angin.

“Keroki bagaimana, Yem?” Baru kuingat bahwa ia bukan orang Jawa dan tak tahu apa itu kerokan. Maka sebisa mungkin kujelaskan.

“Coba saja, tapi kalo sakit Sasa tak mau,” katanya. Sasa menyiapkan peralatan lalu menuangkan air panas ke bak mandi.

“Sekarang bapak cuci muka saja dgn air hangat, tak usah mandi,” saranku. Dan ia menurut. Kusiapkan handuk dan pakaiannya. Sementara ia di kamar mandi Sasa menata kasurnya untuk kerokan. Tak lama ia keluar kamar mandi tanpa baju dan hanya membalutkan handuknya di bagian bawah. Sasa agak jengah. Sambil membaringkan diri di ranjang ia menyuruhku, “Tolong kau ambil handuk kecil lalu basahi dan seka badanku yg berkeringat ini.” Sasa menurut. Kuambil washlap lalu kucelup ke sisa air hangat di kamar mandi, kemudian seperti memandikan bayi dadanya yg berbulu lebat kuseka, termasuk ketiak dan punggungnya sekalian.

“Bapak mau makan dulu?” tanySasa.

“Tak usahlah. Kepala pusing gini mana ada nafsu makan?” jawabnya dgn logat daerah, “Cepat kerokin aja, lalu Sasa mau tidur.”

Bandar Judi Online Terpercaya - Maka ia kusuruh tengkurap lalu mulai kuborehi punggungnya dgn minyak kelapa campur minyak kayu putih. Dgn hati-hati kukerok dgn uang logam lima puluhan yg halus. Punggung itu terasa keras. Sasa berusaha agar ia tak merasa sakit. Sebentar saja warna merah sudah menggarisi punggungnya. Dua garis merah di tengah dan lainnya di sisi kanan.

“Kalo susah dari samping, kau naik sajalah ke atas ranjang, Yem,” katanya mengetahui posisiku mengerokku kurang enak. Ia lalu menggeser ke tengah ranjang.

“Maaf, pak,” Sasapun memberanikan diri naik ke ranjang, bersedeku di samping kanannya lalu berpindah ke kirinya setelah bagian kanan selesai.

“Sekarang dadanya, pak,” katSasa. Lalu ia berguling membalik, entah sengaja entah tak handuk yg membalut pahanya ternyata sudah kendor dan ketika ia membalik handuk itu terlepas, kontan nampaklah penisnya yg cukup besar. Sasa jadi tergagap malu.

“Ups, maaf Yem,” katanya sambil membetulkan handuk menutupi kemaluannya itu. Sekedar ditutupkan saja, tak diikat ke belakang. Sebagian pahanya yg berbulu nampak kekar.

“Eh, kamu belum pernah lihat barangnya laki-laki, Yem?”

“Bbb..belum, pak,” jawabku. Selama ini Sasa baru melihat punya adikku yg masih SD.

“Nanti kalo sudah kawin kamu pasti terbiasalah he he he..” guraunya. Sasa tersipu malu sambil melanjutkan kerokanku di dadanya. Bulu-bulu dada yg tersentuh tanganku membuatku agak kikuk. Apalagi sekilas nampak Den Kelwin malah menatap wajahku.

“Biasanya orang desa seusia kau sudah kawinlah. Kenapa kau belum?”

“Saya pingin kerja dulu, pak.”

“Kau tak ingin kawin?”

“Ingin sih pak, tapi nanti saja.”

“Kawin itu enak kali, Yem, ha ha ha.. Tak mau coba? Ha ha ha..” Wajahku pasti merah panas.

“Sudah selesai, pak,” katSasa menyelesaikan kerokan terakhir di dadanya.

“Sabar dululah, Yem. Jangan buru-buru. Kerokanmu enak kali. Tolong kau ambil minyak gosok di mejSasa itu lalu gosokin dadSasa biar hangat,” pintanya. Sasa menurut. Kuambil minyak gosok di meja lalu kembali naik ke ranjang memborehi dadanya.

“Perutnya juga, Yem,” pintanya lagi sambil sedikit memerosotkan handuk di bagian perutnya. Pelan kuborehkan minyak ke perutnya yg agak buncit itu. Handuknya nampak bergerak-gerak oleh benda di bawahnya, dan dari sela-selanya kulihat rambut-rambut hitam. Sasa tak berani membaygkan benda di bawah handuk itu. Tetapi baygan itu segera jadi kenyataan ketika tangan Den Kelwin menangkap tanganku sambil berbisik, “Terus gosok sampai bawah, Yem,” dan menggeserkan tanganku terus ke bawah sampai handuknya ikut terdorong ke bawah. Nampaklah rambut-rambut hitam lebat itu, lalu.. tanganku dipaksa berhenti ketika mencapai zakarnya yg menegang.

“Jangan, pak,” tolakku halus.

“Tak apa, Yem. Kau hanya mengocok-ngocok saja..” Ia menggenggamkan penisnya ke tanganku dan menggerak-gerakkannya naik turun, seperti mengajarku bagaimana mengonaninya.

“Jangan, pak.. jangan..” protesku lemah. Tapi Sasa tak bisa beranjak dan hanya menuruti perlSasaannya. Sampai Sasa mulai mahir mengocok sendiri.

“Na, gitu terus. Sasa sudah lama tak ketemu istriku, Yem. Sudah tak tahan mau dikeluarin.. Kau harus bantu Sasa.. Kalo onani sendiri Sasa sudah sulit, Yem. Harus ada orang lain yg mengonani Sasa.. Tolong Yem, ya?” pintanya dgn halus. Sasa jadi serba salah. Tapi tanganku yg menggenggam terus kugerakkan naik turun. Sekarang tangannya sudah berada di sisi kanan-kiri tubuhnya. Ia menikmati kocokanku sambil merem melek.

“Oh. Yem, nikmat kali kocokanmu.. Iya, pelan-pelan aja Yem. Tak perlu tergesa-gesa.. oohh.. ugh..” Tiba-tiba tangan kanannya sudah menjangkau tetekku dan meremasnya. Sasa kaget, “Jangan pak!” sambil berkelit dan menghentikan kocokan.

“Maaf, Yem. Sasa benar-benar tak tahan. Biasanya Sasa langsung peluk istriku. Maaf ya Yem. Sekarang kau kocoklah lagi, Sasa tak nakal lagi..” Sambil tangannya membimbing tanganku kembali ke arah zakarnya. Sasa beringsut mendekat kembali sambil tSasat-tSasat. Tapi ternyata ia memegang perkataannya. Tangannya tak nakal lagi dan hanya menikmati kocokanku.

Sampai pegal hampir 1/2 jam Sasa mengocok tetapi ia tak mau berhenti juga.

“Sudah ya, pak,” pintSasa.

“Jangan dulu, Yem. Nantilah sampai keluar..”

“Keluar apanya, pak?” tanySasa polos.

“Masak kau belum tahu? Keluar spermanyalah.. Paling nggak lama lagi.. Tolong ya, Yem, biar Sasa cepat sehat lagi.. Besok kau boleh libur sehari dah..”

Ingin tahu bagaimana spermanya keluar, Sasa mengocoknya lebih deras lagi. Zakarnya semakin tegang dan merah berurat di sekelilingnya. Genggaman tanganku hampir tak muat. 15 menit kemudian.

“Ugh, lihat Yem, sudah mau keluar. Terus kocok, teruuss.. Ugh..” Tiba-tiba tubuhnya bergetar-getar dan.. jreet.. jret.. cret.. cret.. cairan putih susu kental muncrat dari ujung zakarnya ke atas sperti air muncrat. Sasa mengocoknya terus karena zakar itu masih terus memuntahkan spermanya beberapa kali. Tanganku yg kena sperma tak kupedulikan. Sasa ingin melihat bagaimana pria waktu keluar sperma. Setelah spermanya berhenti dan dia nampak loyo, Sasa segera ke kamar mandi mencuci tangan.

“Tolong cucikan burungku sekalian, Yem, pake washlap tadi..” katanya padSasa. Lagi-lagi Sasa menurut. Kulap dgn air hangat zakar yg sudah tak tegang lagi itu serta sekitar selangkangannya yg basah kena sperma..

“Sudah ya pak. Sekarang bapak tidur saja, biar sehat,” katSasa sambil menyelimuti tubuh telanjangnya. Ia tak menjawab hanya memejamkan matanya dan sebentar kemudian dengkur halusnya terdengar. Perlahan kutinggalkan kamarnya setelah mematikan lampu. Malam itu Sasa jadi sulit tidur ingat pengalaman mengonani Den Kelwin tadi. Ini benar-benar pengalaman pertamSasa. Untung ia tak memperkosSasa, pikirku.

Tetapi hari-hari berikut, kegiatan tadi jadi semacam acara rutin kami. Paling tak seminggu dua kali pasti terjadi Sasa disuruh mengocoknya. Lama-lama Sasapun jadi terbiasa. Toh selama ini tak pernah terjadi perkosaan atas vaginSasa. Tetapi yg terjadi kemudian malah perkosaan atas mulutku. Ya, setelah tanganku tak lagi memuaskan, Den Kelwin mulai memintSasa mengonani dgn mulutku. Mula-mula Sasa jelas menolak karena jijik. Tapi ia setengah memaksa dgn menjambak rambutku dan mengarahkan mulutku ke penisnya.

“Cobalah, Yem. Tak apa-apa.. Jilat-jilat aja dulu. Sudah itu baru kamu mulai kulum lalu isep-isep. Kalo sudah terbiasa baru keluar masukkan di mulutmu sampai spermanya keluar. Nanti Sasa bilang kalo mau keluar..” Awalnya memang ia menepati, setiap hendak keluar ia ngomong lalu cepat-cepat kulepaskan mulutku dari penisnya sehingga spermanya menyemprot di luar mulut. Tetapi setelah berlangsung 2-3 minggu, suatu saat ia sengaja tak ngomong, malah menekan kepalSasa lalu menyemprotkan spermanya banyak-banyak di mulutku sampai Sasa muntah-muntah. Hueekk..! Jijik sekali rasanya ketika cairan kental putih asin agak amis itu menyemprot tenggorokanku. Ia memang minta maaf karena hal ini, tapi Sasa sempat mogok beberapa hari dan tak mau mengoralnya lagi karena marah. Tetapi hatiku jadi tak tega ketika ia dgn memelas memintSasa mengoralnya lagi karena sudah beberapa bulan ini tak sempat pulang menjenguk istrinya. Anehnya, ketika setiap hendak keluar sperma ia ngomong, Sasa justru tak melepaskan zakarnya dari kulumanku dan menerima semprotan sperma itu. Lama-lama ternyata tak menjijikkan lagi.

Agen Judi Online Terpercaya - Demikianlah akhirnya Sasa semakin lihai mengoralnya. Sudah tak terhitung berapa banyak spermanya kutelan, memasuki perutku tanpa kurasakan lagi. Asin-asin kental seperti fla agar-agar. Akibat lain, Sasa semakin terbiasa tidur dipeluk Den Kelwin. Bagaimana lagi, setelah capai mengoralnya Sasa jadi enggan turun dari ranjangnya untuk kembali ke kamarku. MatSasa pasti lalu mengantuk, dan lagi, toh ia tak akan memperkosSasa. Maka begitu acara oral selesai kami tidur berdampingan. Ia telanjang, Sasa pakai daster, dan kami tidur dalam satu selimut. Tangannya yg kekar memelukku. Mula-mula Sasa tSasat juga tapi lama-lama tangan itu seperti melindungiku juga. Sehingga kubiarkan ketika memelukku, bahkan akhir-akhir ini mulai meremasi tetek atau pantatku, sementara bibirnya menciumku. Sampai sebatas itu Sasa tak menolak, malah agak menikmati ketika ia menelentangkan tubuhku dan menindih dgn tubuh bugilnya.

“Oh, Yem.. Sasa nggak tahan, Yem.. buka dastermu ya?” pintanya suatu malam ketika tubuhnya di atasku.

“Jangan pak,” tolakku halus.

“Kamu pakai beha dan CD saja, Yem, gak bakal hamil. Rasanya pasti lebih nikmat..” rayunya sambil tangannya mulai mengkat dasterku ke atas.

“Jangan pak, nanti keterusan saya yg celaka. Begini saja sudah cukup pak..” rengekku.

“Coba dulu semalam ini saja, Yem, kalo tak nikmat besok tak diulang lagi..” bujuknya sambil meneruskan menarik dasterku ke atas dan terus ke atas sampai melewati kepalSasa sebelum Sasa sempat menolak lagi.

“Woow, tubuhmu bagus, Yem,” pujinya melihat tubuh coklatku dgn beha nomor 36.

“Malu ah, Pak kalo diliatin terus,” katSasa manja sambil menutup dgn selimut. Tapi sebelum selimut menutup tubuhku, Den Kelwin sudah lebih dulu masuk ke dalam selimut itu lalu kembali menunggangi tubuhku. Bibirku langsung diserbunya. Lidahku dihisap, lama-lama Sasapun ikut membalasnya. Usai saling isep lidah. Lidahnya mulai menuruni leherku. Sasa menggelinjang geli. Lebih lagi sewaktu lidahnya menjilat-jilat pangkal payudarSasa sampai ke sela-sela tetekku hingga mendadak seperti gemas ia mengulum ujung behSasa dan mengenyut-ngenyutnya bergantian kiri-kanan. Spontan Sasa merasakan sensasi rasa yg luar biasa nikmat. Refleks tanganku memeluk kepalanya. Sementara di bagian bawah Sasa merasa pahanya menyibakkan pahSasa dan menekankan zakarnya tepat di atas CD-ku.

“Ugh.. aduuh.. nikmat sekali,” Sasa bergumam sambil menggelinjang menikmati cumbuannya. Sasa terlena dan entah kapan dilepasnya tahu-tahu payudarSasa sudah tak berbeha lagi. Den Kelwin asyik mengenyut-ngenyut putingku sambil menggenjot-genjotkan zakarnya di atas CD-ku.

“Jangan buka CD saya, pak,” tolakku ketika merasakan tangannya sudah beraksi memasuki CDku dan hendak menariknya ke bawah. Ia urungkan niatnya tapi tetap saja dua belah tangannya parkir di pantatku dan meremas-remasnya. Sasa merinding dan meremang dalam posisi kritis tapi nikmat ini. Tubuh kekar Den Kelwin benar-benar mendesak-desak syahwatku.

Jadilah semalaman itu kami tak tidur. Sibuk bergelut dan bila sudah tak tahan Den Kelwiniregar meminta Sasa mengoralnya. Hampir subuh ketika kami kecapaian dan tidur berpelukan dgn tubuh bugil kecuali Sasa pakai CD. Sasa harus mampu bertahan, tekadku. Den Kelwin boleh melSasakan apa saja pada tubuhku kecuali memerawaniku.

Tapi tekad tinggal tekad. Setelah tiga hari kami bersetubuh dgn cara itu, pada malam keempat Den Kelwin mengeluarkan jurusnya yg lebih hebat dgn menjilati seputar vaginSasa meskipun masih ber-CD. Sasa berkelojotan nikmat dan tak mampu menolak lagi ketika ia perlahan-lahan menggulung CD ku ke bawah dan melepas dari batang kakiku. Lidahnya menelusupi lubang V-ku membuatku bergetar-getar dan akhirnya orgasme berulang-ulang. Menjelang orgasme yg kesekian kali, sekonyong-konyong Den Kelwiniregar menaikkan tubuhnya dan mengarahkan zakarnya ke lubang nikmatku. Sasa yg masih belum sadar apa yg terjadi hanya merasakan lidahnya jadi bertambah panjang dan panjang sampai.. aduuhh.. menembus selaput darSasa.

“Pak, jangan pak! Jangan!” Protesku sambil memukuli punggunya. Tetapi pria ini begitu kuat. Sekali genjot masuklah seluruh zakarnya. Menghunjam dalam dan sejurus kemudian Sasa merasa memiawku dipompanya cepat sekali. Keluar masuk naik turun, tubuhku sampai tergial-gial, terangkat naik turun di atas ranjang pegas itu. Air matSasa yg bercampur dgn rasa nikmat di vagina sudah tak berarti. Akhirnya hilang sudah perawanku. Sasa hanya bisa pasrah. Bahkan ikut menikmati persetubuhan itu.

Setelah kurenung-renungkan kemudian, ternyata selama ini Sasa telah diperkosa secara halus karena kebodohanku yg tak menyadari muslihat lelaki. Sedikit demi sedikit Sasa digiring ke situasi dimana hubungan seks jadi tak sakral lagi, dan hanya mengejar kenikmatan demi kenikmatan. Hanya mencari orgasme dan ejSasalasi, menebar air mani!

Agen Judi Online Uang Asli - Hampir dua tahun kami melSasakannya setiap hari bisa dua atau tiga kali. Den Kelwin benar-benar memanfaatkan tubuhku untuk menyalurkan kekuatan nafsu seksnya yg gila-gilaan, tak kenal lelah, pagi (bangun tidur), siang (kalo dia istirahat makan di rumah) sampai malam hari sebelum tidur (bisa semalam suntuk). Bahkan pernah ketika dia libur tiga hari, kami tak beranjak dari ranjang kecuali untuk makan dan mandi. Sasa digempur habis-habisan sampai tiga hari berikutnya tak bisa bangun karena rasa perih di V-ku. Sasa diberinya pil kb supaya tak hamil. Dan tentu saja banyak uang, cukup untuk menyekolahkan adik-adikku. Sampai akhirnya habislah proyeknya dan ia harus pulang ke kota asalnya. Sasa tak mau dibawanya karena terlalu jauh dari orang tuSasa. Ia janji akan tetap mengirimi Sasa uang, tetapi janji itu hanya ditepatinya beberapa bulan. Setelah itu berhenti sama sekali dan putuslah komunikasi kami. Rumahnya pun Sasa tak pernah tahu dan Sasapun kembali ke desa dgn hati masygul.
Share:

Label

333
333
333